<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900</id><updated>2012-01-30T22:08:01.774-08:00</updated><category term='Perjalanan Cinta'/><category term='artis'/><category term='haiku'/><category term='buku'/><category term='berita'/><category term='percik'/><category term='catatan cinta'/><category term='kisahku [terpublikasi di Tabloid Memo]'/><category term='puisi'/><category term='Ramalan'/><category term='Catatan Hitam'/><category term='Buruh Migran Indonesia'/><category term='Dokumen PMTP'/><category term='Cerpen'/><category term='award'/><category term='kolom'/><category term='DewaAsmaraDana'/><category term='peristiwa'/><category term='Video Penyiksaan'/><category term='cerita mini'/><category term='sastra'/><title type='text'>Catatan Hidup</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ulygiz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>250</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-6836790149975969955</id><published>2012-01-30T22:03:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T22:03:23.928-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kidung Perempuan Pendendam !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DK6z8xeolds/TyeD3nuzqaI/AAAAAAAACEk/4KebP_p2Mw4/s1600/random,bicycle,forest,silhouette,woman,mist-c259e92fb50069d5c53797007c2a985f_h.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-DK6z8xeolds/TyeD3nuzqaI/AAAAAAAACEk/4KebP_p2Mw4/s320/random,bicycle,forest,silhouette,woman,mist-c259e92fb50069d5c53797007c2a985f_h.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Laksana gagak lapar, sudah sejak lama aku menunggu kematiannya, untuk mengobati kepedihan hatiku. Dendamku takkan pernah kehilangan isi, meskipun dia masih punya hubungan darah dengan kami. Dia adik Ayah kami semua. Namun, aku ingin melihat jasad Pakde Suto tak bisa dimasukkan ke dalam keranda. Peti matinya beberapa kali harus dibongkar-pasang karena kurang panjang. Dan, di pemakaman, aku ingin menyaksikan kutuk terhadap dia yang merampas tanah keluarga kami yang tak berayah, dengan menggeser pematang secara licik.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kejahatan itu berlangsung sangat perlahan, seperti tak pernah terjadi. Namun, pematang sawah tak pernah lupa mencatat kelakuan busuknya itu. Pakde Suto telah mencaplok sawah Ibuku dua kali seratus meter bujur sangkar dalam masa hampir empat puluh tahun. Empat puluh tahun!&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dia menelan kekayaan Ibu satu-satunya separtikel lumpur demi separtikel lumpur. Saat menyiangi sawah, dengan liciknya Pakde membiarkan lumpur yang dia lemparkan ke atas pematang melimpah ke sawah Ibu. Diganggang matahari, limpahan lumpur itu lantas mengering, dan dengan begitu menggeser pematang.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ibu tak mau mengadukan penjarahan itu dalam rapat desa. Juga tak pernah mau mengungkit-ungkitnya dalam percakapan di rumah. Dia selalu berusaha menenteramkan perasaan kehilangan yang bergejolak di dalam hati anak-anaknya. Juga di dalam hatinya sendiri. Dia memilih diam untuk menghindari pertikaian, karena dia tahu, kematian suaminya, Ayah kami, masih saja dianggap sebagai keniscayaan, karena keterlibatan Ayah dalam pematokan tanah para tuan tanah dengan berlindung di balik undang-undang pokok agraria yang berlaku ketika itu. Ketika aku berusia belasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Gerimis menyudahi dirinya. Membuat malam membeku sendiri. Emprit ganthil, yang sejak subuh menyayat-nyayatkan isyarat kemalangan, sudah terbang meninggalkan bubungan rumah Pakde Suto. Kudengar suara seperti daun yang gemersik di pekarangan. Kemudian isak tangis yang mengalun dari mereka yang tak kuasa menampik kematian. ”Mengucaplah Suto…!” kata-kata itu diulang berkali-kali, diiringi sedu-sedan, dilantunkan ke kuping Pakde yang meregang dikepung maut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Raung kematian kemudian menggunung dari rumah Pakde. ”Oh, Gusti….” Para pelayat menyelinap ke ruang tengah, tempat jasad Pakde terkapar. Di jalan terdengar langkah yang tergopoh menuju rumah kematian. Kentongan titir di persimpangan jalan ditalu satu-satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dia sudah mati. Tapi, apakah nasib Ibu kami akan berubah? Kalaupun nanti pematang yang menjarah sawah Ibu sudah digempur, dan Ibu bisa menuai panen di sawah seluas ketika dia baru menikah dengan Ayah, namun sakit hati ini tetap tak terdamaikan. Sakit hatiku, hati kami semua, tidak hanya sebatas pematang itu. Karena Pakde Suto-lah Ayah kami mati bukan dengan jalan sebagaimana halnya dia sendiri menemui maut di ruang tengah rumahnya, tetapi dengan kepala dipenggal dan dicampakkan seperti bangkai tikus.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Takkan terkikis dari ingatanku. Di akhir tahun kekacauan, kebingungan, dan penuh ketakutan, 1965, Ayah tinggal berpindah-pindah, menghindar dari kejaran benggolan-benggolan yang dikirimkan kaum tuan tanah, yang tanahnya dipatok dan dibagi-bagikan Ayah kepada petani tak bertanah. Tentara, dengan diiringi gerombolan pemuda, tiada terhitung berapa kali menggeledah rumah kami seraya membentak dan mengancam Ibu. Penampungan kotoran yang baru dibuat Ayah, dituduhkan tentara sebagai lubang penguburan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Suatu malam, Ayah menginap di rumah Pakde Samin. Paginya, setelah Ayah berangkat entah ke mana, Pakde Suto mendatangi rumah adiknya itu dan mengancam, ”Kalau koé lain kali berani menyimpan Paijan, koé akan kubunuh!” Siangnya, tentara menggedor rumah Pakde Samin, dan dia digelandang ke dalam jip. Di markas tentara dia disiksa hingga beberapa kali tak sadarkan diri. Dia selamat dari maut setelah menceritakan bahwa dari rumahnya Ayah berangkat ke Semarang, berjualan kacang tanah di salah satu pasar di kota itu. Selang beberapa hari kemudian, dua jip tentara datang membawa ketakutan yang mencekam. Dengan cara yang sangat menghinakan, mereka mendorongkan Ayah yang matanya tertutup kain merah, turun dari jip. Ayah dipertontonkan di depan rumah Pakde Samin, dan orang sedesa diperingatkan tentara yang mengacungkan pistol, ”Barangsiapa yang berani menyimpan orang macam ini, mati!”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ayah diarak ke rumah kami. Kesembilan penghuni rumah dipaksa keluar. Ah, betapa pedih melihat Ayah dengan tangan terikat ke belakang, mata tertutup. Ibu, sambil menggendong adikku yang terkecil, dan kami anak- anak yang lain, hanya merunduk menatap kerikil-kerikil kecil di pekarangan, mencari kekuatan di situ, tak kuasa melihat orang yang kami cintai diperlakukan sebagai seorang yang bejat.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berminggu-minggu kemudian, sampailah berita yang tak bisa dipastikan kebenarannya, tapi karena Ayah tak pernah kami lihat lagi, maka kami memercayai kabar burung itu. Konon, Ayah digiring ke atas jembatan yang menghubungkan kedua tebing Bengawan Solo. Di bawah todongan pistol, Ayah diperintahkan bersujud, mata tertutup. Begitu dia dibentak supaya duduk kembali, dan manakala dadanya belum tegak benar, seorang pemuda melayangkan sebilah parang panjang ke tengkuknya, dan kepala Ayah, (Oh, Tuhan… aku takkan bisa memberikan ampun kepada mereka yang terlibat dalam pembantaian tiada tara dosanya itu!) kepala Ayah terpelanting ke bawah, dan dengan cepat tubuhnya ditendang menyusul kepalanya yang lebih dulu mencebur…. Ah, pantaskah sebuah peradaban memberikan ajal serupa itu kepada Ayah kami?!&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ibu, kami anak-anak, sembunyi-sembunyi membeli bunga ke pasar, supaya tak ada orang desa yang melihat, dan kami pergi ke jembatan di mana Ayah kami yakini menemukan kematiannya. Kami larungkanlah bunga yang kami bawa agar aromanya membuat semerbak dunia di mana Ayah sekarang berada. Bunga-bunga itu mengambang, cepat dilarikan arus, mencari Ayah, kami kira.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tak pernah kubayangkan ziarah akan mencambuk hidupku. Setelah menikah, suamiku mengajak aku ke kampung kelahirannya di Sumatera. Dituntunnya aku berziarah ke makam orangtuanya. Sepulangnya dari ziarah di pulau seberang itu, dia mendesak, mengapa aku tak pernah bertanya, bukankah dia juga ingin berziarah, meminta berkah, ke makam Ayahku. Bukannya tak kuberitahukan kepadanya bahwa Ayahku mati terbunuh pada tahun yang membingungkan, menakutkan. Tak punya kuburan, tak punya nisan. Suamiku menjawab dengan kata-kata bersayap, mengharukan. Dia, katanya, takkan pernah menyesal memperistri aku bagaimana hina pun Ayahku menemukan ajal.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Begitulah. Dia kuajak menemui Ibuku di desa. Sebelum menuju bengawan, kami terlebih dulu berziarah ke makam kakek-nenekku. Dia terpesona menyaksikan kuburan di pinggir desa itu, di mana salib dan nisan berbaur. Sesuatu, yang katanya, tidak bakal ditemukan di Aceh sana. Katanya, sepantasnyalah nisan Ayahku berada di tengah pemakaman itu, makam yang mempersatukan manakala orang memaknai agama untuk memecah belah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika tiba di jembatan tempat Ayah dipancung, suamiku berjalan dengan teguh di sampingku. Cuma, ketika kami menuruni tebing, menghampiri bengawan, beberapa kali dia tertegun. Mengikuti aku, dengan tangan gemetar, dia taburkan bunga ke permukaan bengawan. Setelah itu, kami pulang, dan, Oh Tuhan, itulah akhir perkawinan kami. Walaupun tidak dikatakannya, aku tahu nisan bagi suku bangsanya adalah tanda bagi pokok kehidupan satu keturunan. Tanpa itu, ada semacam nista yang akan selalu melekat. Diperparah lagi dengan kenyataan bahwa setelah perkawinan kami yang memasuki tahun kelima, dan aku belum hamil juga, maka lengkaplah alasan suamiku untuk dengan baik-baik meminta maaf, karena dia terpaksa pergi meninggalkanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pukul dua siang sekarang. Sama seperti ketika menjemput maut, maka pada saat jasad Pakde Suto diberangkatkan ke pemakaman pun, gerimis mendesah dari langit.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Peti matinya diusung menuju pemakaman, dua ratus meter ke arah bengawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Angin yang menerabas gerimis membisikkan ke kupingku tentang awal dari keributan di antara penggali liang kubur. Suara-suara itu kemudian semakin nyata. ”Turunkan dulu. Letakkan di tanah. Gali lagi tanah di sebelah kepala…” Pacul, linggis, bertubi-tubi ditancapkan ke tanah. ”Coba angkat! Letakkan! Cukup…?” kaki-kaki berkecipak di tanah liat. Bagian kaki dari liang lahat itu sekarang dapat giliran digali, diperlebar, membukakan gerbang petala bumi bagi sesosok jasad yang sedang menelan sumpah. Kedua sisi, dari mana mayat akan diluncurkan, juga dicangkuli, diperlebar nganganya. Setelah berkali-kali liang itu diperbesar, dan peti mati tetap saja tak bisa diturunkan, maka mendengunglah keputusasaan: ”Gusti… Engkau yang maha pengampun, maafkanlah umatmu ini. Tunjukkan apa yang harus kami lakukan. Tolong, terimalah saudara kami ini….” Keranda diangkat dan diamangkan lagi di mulut liang lahat yang sudah diperlebar. Sia-sia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Sudah berapa kali kami menggali, tapi tak bisa juga, Gusti…! Ingin berapa kali lagi Gusti? Ampun… ” Bingung, juga panik, sarat di wajah para pengantar, terutama mereka yang menggali berlumur tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dua orang pengantar jenazah melepaskan diri dari kebingungan dan kecemasan yang mengerubung di mulut liang lahat. Mereka bergegas ke perempatan jalan desa. Seperti mengutuk diri sendiri, mereka berbicara dengan keras ke arah sekeliling. ”Ampun…. Barangsiapa yang pernah dirugikan Pakde Suto, sudilah kiranya memaafkan. Ampunilah, biar Gusti mau menerimanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kuhela nafas. Dari celah dinding tepas, kulihat sekelompok perempuan merapat ke rumah. Ibu keluar menemui mereka di beranda. Kudengar kata-kata permohonan yang mereka ucapkan dengan nada begitu rendah, seperti berbisik, mengiba-iba, diiringi isak-tangis. Dengan kepala tertunduk, perempuan-perempuan itu kemudian menarik diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Las…,” bujuk Ibu lunglai di bendul pintu kamarku. ”Orang-orang menunggumu di pekuburan,” katanya menunduk. Aku tahu dia ingin aku yang datang ke tengah kerumunan orang yang kebingungan untuk membukakan pintu maaf buat mayat seorang musuh yang masih sedarah dengan Ayah. ”Kami pasrah. Kau yang jadi kunci. Kalau kau maafkan, orang sedesa akan tahu siapa kita.” Kata-kata Ibu itu membuatku melangkah menyibak gerimis.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Laki-laki yang memonopoli kehormatan tunggal dalam mengantar jenazah, terpaksa mendobrak adat kebiasaan, menguak membukakan jalan untukku. Aku maju dengan dada tegak, mendekati peti mati, meminta pengusung jenazah membukakan tutup keranda. Dengan jijik kucabik kafan penutup muka Pakde Suto, dan dengan sebal, ”cuih…,” kusemburkan ludahku ke mulutnya. Kain kafan kubebat kembali menutup wajahnya yang pucat kehitaman, beku.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku membalik, meninggalkan jejak di tanah basah. Beberapa saat kemudian, kudengar lenguh nafas lega serta gemuruh gumpalan tanah menghujani peti mati yang sudah tertidur di dasar kubur.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Jeng, atas nama jenazah dan keluarganya, kami minta maaf kepadamu.” Itu diucapkan beberapa orang dari keruman manusia yang kupapasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku cuma membatu, terus menjauh. Terlalu pendek waktu untuk mempertimbangkan sebuah maaf. Karena terlalu lama aku memendam dendam ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bantul, 2004&lt;/div&gt;&lt;div class="sharedaddy sd-rating-enabled sd-like-enabled sd-sharing-enabled" style="background-color: white; border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; clear: both; color: #222222; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-official sd-sharing" style="border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-color: rgba(0, 0, 0, 0.128906); border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; width: 700px; zoom: 1;"&gt;&lt;div class="sd-content" style="border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; float: right; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 574px;"&gt;&lt;ul style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; zoom: 1;"&gt;&lt;li class="share-google-plus-1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: none; background-origin: initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; display: block; float: left; height: 21px; line-height: 10px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 2px !important; margin-left: 0px !important; margin-right: 5px !important; margin-top: 0px !important; min-height: 20px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-6836790149975969955?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6836790149975969955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6836790149975969955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2012/01/kidung-perempuan-pendendam.html' title='Kidung Perempuan Pendendam !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DK6z8xeolds/TyeD3nuzqaI/AAAAAAAACEk/4KebP_p2Mw4/s72-c/random,bicycle,forest,silhouette,woman,mist-c259e92fb50069d5c53797007c2a985f_h.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-7969286332301940518</id><published>2011-12-26T06:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T06:07:46.026-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Kisah Pilu Beberapa TKW di Terminal Tiga Bandara Soekarno</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SRyutbD9fL8/Tvh-vo0yN4I/AAAAAAAACDk/JbsudlreVUI/s1600/12935150221795518608.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-SRyutbD9fL8/Tvh-vo0yN4I/AAAAAAAACDk/JbsudlreVUI/s320/12935150221795518608.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Cerita soal pemerasan terhadap para buruh migrant Indonesia (BMI) di Bandara&amp;nbsp;Soekarno-Hatta khususnya di Terminal 3, bukan cerita baru. Banyak cerita sedih dari para BMI yang menjadi korban tindak kriminal di tempat ini. Petugas bandara banyak yang pura-pura baik untuk menawarkan jasa kepulangan, ujung-ujungnya juga berkedok penipuan. Ini adalah pengalaman beberapa &amp;nbsp;teman BMI yang saya temui di bandara beberapa waktu yang lalu, yang habis pulang merantau dari Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Taiwan bahkan Hong Kong.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Mereka Selalu Dibayangi Ketakutan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dengan wajah cemas, seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang berjuang mencari&amp;nbsp;nafkah di bekas koloni Inggris, sebut saja namanya Atik, TKW asal Cilacap, Jawa-Tengah, yang hari itu harus pulang ke tanah air karena di pecat oleh majikan yang memperkerjakannya di Hong Kong. ”Saya baru bekerja 7 bulan mbak, pekerjaan saya selalu salah di mata majikan, sudah tidak ada libur, jatah makan yang sedikit, dan jam istirahat tidur malam yang kurang, karena jam 5 pagi saya harus bangun. Saya&amp;nbsp;&lt;em&gt;trimo&lt;/em&gt;semua itu, karena niat saya mencari uang, jadi kalau majikan marah, saya diam saja,&amp;nbsp;&lt;em&gt;toh&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bagi saya yang penting gaji. Selesai potongan agen selama 7 bulan,&amp;nbsp;&lt;em&gt;kok&amp;nbsp;&lt;/em&gt;malamnya saya disuruh berkemas dan saat itu juga saya dipulangkan kerumah agen. Sama majikan saya diberi gaji satu bulan, uang libur selama dua minggu, tiket pulang. Total saya bawa pulang uang HK$. 5000 (sekitar 6-7 juta rupiah).” Ujar Atik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saat berada di rumah agency, Atik dan beberapa teman yang lainnya yang mengalami nasib sama, hanya bisa pasrah jika seandainya agency akan mempulangkan mereka ke tanah air. ” Waktu di tanya sama agen, dan di tawari apakah mau kerja lagi di Hong Kong? Jika berniat, pihak agen akan membantu mencarikan majikan baru dengan syarat potongan gaji awal selama 5 bulan. Wahh&amp;nbsp;&lt;em&gt;koyo&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kerja bakti&amp;nbsp;&lt;em&gt;ae,&lt;/em&gt;mbak. Saya memilih pulang kampung saja, kumpul sama anak-suami. Tiga kali saya bekerja di Hong Kong, selalu bernasib apes. Tiga kali majikan pun jahat jahat, saya kapok sebenarnya mbak, tidak mau merantau lagi, tapi apa boleh buat, tuntutan ekonomi yang terpaksa membawa saya kembali ke Hong Kong, dan kali ini pun, gagal lagi. Nasib.. nasib.” Tuturnya sedih.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Selama dalam perjalanan, walau sedih karena pulang tidak membawa hasil, Atik cukup bahagia, karena rindu akan suami dan anak-anaknya segera terobati. Suaminya telah menunggu di bandara kepulangan terminal 2. Tapi kenyataan bicara lain, begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Rombongan Atik dan beberapa teman BMI yang lainnya disuruh berkumpul dan dipaksa oleh petugas bandara untuk tidak boleh melewati terminal 2 melainkan harus lewat terminal 3.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta merupakan bandara yang dirancang khusus oleh pemerintah bagi buruh migrant Indonesia (BMI) yang tiba dari luar Negeri. Di Terminal 3 ini pula, dapat dilihat bagaimana kondisi&amp;nbsp;TKW/TKI yang baru tiba dari Luar Negeri. Pada umumnya keseluruhan&amp;nbsp;TKI dari berbagai Negara akan memasuki Bandara ini. Tanpa perkecualian.&amp;nbsp;Bahkan selama dalam bis perjalanan dari terminal 2 ke terminal 3, Atik beserta rombongan&amp;nbsp;TKW yang lainnya mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari para petugas yang ikut serta dalam bis tersebut. ”Mereka sembrono sekali mbak, kaki kami dicolak-colek, bahkan ada yang terang-terangan minta uang rokok juga pulsa, mereka mengancam jika tidak di beri akan di turunkan di tengah jalan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Masuk ke terminal 3, bagaikan masuk dalam sarang buaya, setidaknya seperti itulah gambaran didalamnya karena banyak aksi penipuan dan pemerasan.&amp;nbsp;Realitas tersebut seakan menggambarkan betapa berat taruhan yang harus diambil para&amp;nbsp;TWK/TKI yang mengais pekerjaan di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga. Mulai dari penelantaran, penipuan, penyekapan, pelecehan seksual, pemerkosaan, dan bahkan kematian. Bahkan ketika telah tiba di negeri sendiri pun, kejahatan terus menghadang para TKW/TKI. Seperti ketika pulang melewati Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, mereka masih mendapat masalah terkait keamanan mereka.”Petugasnya galak-galak mbak. Tempatnya yang semrawut dan kotor sekali. Pertanyaan yang diajukanpun sangat sinis oleh petugas,&amp;nbsp;&lt;em&gt;emangnya&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kami pencuri? mau pulang saja susah sekali ketempat sendiri, mana suami sudah menjemput, datang kejakarta juga pakai ongkos mbak, itupun dapat pinjam dari tetangga untuk menyusul saya. Suami saya mau masuk dan mengambil saya dilarang sama petugas bandara. Katanya, harus menurut peraturan yang berlaku, jika setiap TKW yang mau pulang harus lewat terminal 3 dan naik mobil yang sudah di siapkan, satu orang di mintai 1juta mbak, kalau tidak di beri, lagi lagi mereka mengancam tidak akan di pulangkan dan di biarkan terlunta-lunta sendiri di terminal 3. Kami melawan juga tidak berdaya, kayanya mereka satu komplotan, banyak bapak polisi yang berseragam ternyata ikut-ikutan juga memalak kami.” Katanya geram.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Cermin buruknya regulasi Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kini, sekalipun banyak terpasang spanduk buruh migrant Indonesia (BMI) dilarang memberikan uang kepada petugas, tetapi realitasnya, pungutan/pemerasan terhadap BMI terus saja terjadi. Hal lain yang juga tetap tidak berubah dalam sistem pelayanan di Terminal 3 adalah birokrasi yang sangat panjang, sebab ada BMI yang telah tiba jam 10.00 Pagi, baru bisa keluar dari pintu pemeriksaan untuk naik kemobil yang disediahkan pada pukul 21.00. Kondisi ini dialami oleh seluruh BMI yang melalui pintu terminal 3. Kondisi ini tentu sangat melelahkan setelah menempuh perjalanan jauh, kemudiaan tertahan lagi rata-rata 10 Jam di Terminal 3 untuk pengurusan dokumen.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Terkait pelayanan bagi buruh migrant, Bandara Soekarno Hatta adalah yang paling rendah. Belum lagi perilaku kasar petugas kepada para BMI di Bandara Soekarno Hatta. Dimana pelayanan petugas yang katanya disediakan untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan pelayanan kepada BMI untuk bisa sampai dengan selamat dan aman sampai tempat tujuan. Kenyataan yang terjadi di lapangan, para petugas tersebut terkesan memaksa dan tidak ramah, tidak ada senyuman atau ucapan selamat datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kisah sedih yang dialami TKW/TKI, tentunya tak terlepas dari cermin buruknya regulasi (aturan) yang dibuat pemerintah, perusahaan jasa pengerah tenaga kerja, serta perwakilan negara tujuan. Tidak adanya koordinasi yang baik membuat nasib BMI ibarat ‘manusia gelap’ yang tak patut mendapat perlakuan layak. Tak jarang menjadi objek pemerasan oknum pemerintah di semua titik pemberangkatan maupun pemulangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Mestinya, semua pihak duduk satu meja mencari solusi terbaik. Apalagi jumlah BMI&amp;nbsp;korban yang bermasalah semakin meningkat. Kenyataan ini didasarkan pada situasi ekonomi, dimana negeri sendiri kurangnya lapangan kerja, sehingga menjadi BMI merupakan pilihan untuk memperbaiki nasib. BMI merupakan ‘komoditi’ yang bernilai tinggi, selayaknya dikelola secara profesional. Jika perlu dibuat peraturan perundangan yang pengatur khusus buruh migrant. Harus ada tindakan preventif, komprensif, dan tepat sasaran agar&amp;nbsp;BMI&amp;nbsp;yang pulang merasa nyaman serta aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;_____________&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;Uly Giz - Hong Kong&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-7969286332301940518?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/7969286332301940518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/7969286332301940518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2011/12/kisah-pilu-beberapa-tkw-di-terminal.html' title='Kisah Pilu Beberapa TKW di Terminal Tiga Bandara Soekarno'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SRyutbD9fL8/Tvh-vo0yN4I/AAAAAAAACDk/JbsudlreVUI/s72-c/12935150221795518608.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-6769802790817745581</id><published>2011-12-26T05:41:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T05:41:48.873-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mini'/><title type='text'>Lelaki Bersayap Iblis</title><content type='html'>&lt;div id="contentArea" role="main" style="background-color: white; color: #333333; float: left; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; margin-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; width: 493px; word-wrap: break-word;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-m9G03xUrduQ/Tvh5iIf-XWI/AAAAAAAACDY/KbYS73kga_s/s1600/1212687251X4PT6R.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/-m9G03xUrduQ/Tvh5iIf-XWI/AAAAAAAACDY/KbYS73kga_s/s320/1212687251X4PT6R.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Aku tidak bisa melupakan lelaki itu. Bentakannya membuat duniaku goyah. Dia menyumbat otakku dengan Lumpur. Memenuhi hatiku dengan kotoran binatang. Menjejalkan tahi kambing kedalam mulutku.Bertahun-tahun aku melihat lelaki itu memakai sayap iblis dan aku? Aku juga memakai sayap iblis. Lelaki itu yang mengenakannya padaku. Sayap iblis yang hitam dan berat. Membuat remuk hari-hariku. lelaki itu juga selalu membacakan mantra kutukannya padaku. Membuat bugil tawaku dalam sejenak. Lelaki bersayap iblis itu bersanding dengan seorang bidadari yang bermahkota luka, bercincin derita. Tanpa tahu apa gunanya, Lelaki itu selalu mandi dari air mata sang bidadari . Aku ingin menjerit memaki, menyumpah. Tapi, aku sudah dikebiri oleh nasib Lagi pula bidadari itu sudah mengunting separuh sayap iblisku dengan gurauan cintanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Lelaki bersayap iblis itu membuatku tak mengenal ayahku. Membunuh ayahku menumbangkan pohon mimpi bidadari itu. Bahkan dia mampu merobek-robek langit,&amp;nbsp;sehingga aku hanya bisa melihat bintang dari kubangan-kubangan lumpur yang menggenang. Aku tidak mengerti, kenapa Tuhan mengirim seorang bidadari untuk lelaki bersayap iblis itu? Lelaki yang telah membunuh ayahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;“Ibu, Aku benci lelaki itu. Dia telah membunuh ayahku…” Bidadari itu mengusap&amp;nbsp;Kepalaku dengan tangan yang penuh goresan luka.”Tetapi, dialah ayahmu..”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;“Ibuku seorang bidadari, Aku pasti putra seorang Dewa…!!”Aku berteriak.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Waktu berlarian mencoba mencairkan semua yang membeku. Dimataku, lelaki bersayap iblis itu tak kunjung berubah menjadi dewa bahkan aku semakin ingat lekukan setiap sayap-sayapnya&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;“Sekali lagi aku telah dikebiri takdirku….”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;--------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;maret 2006&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-6769802790817745581?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6769802790817745581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6769802790817745581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2011/12/lelaki-bersayap-iblis.html' title='Lelaki Bersayap Iblis'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-m9G03xUrduQ/Tvh5iIf-XWI/AAAAAAAACDY/KbYS73kga_s/s72-c/1212687251X4PT6R.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-8042290363066472458</id><published>2011-10-20T18:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T18:50:22.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Perempuan Kampung Karampuang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dtc4aHUuz-Y/TqDPZInyAQI/AAAAAAAACDM/HBecPVbLB-k/s1600/IIIIII.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-dtc4aHUuz-Y/TqDPZInyAQI/AAAAAAAACDM/HBecPVbLB-k/s320/IIIIII.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f2f2f2; color: #333333; font-family: verdana; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Malam ini purnama sedang penuh. Bulan benderang begitu bundar. Bercahaya menyinari seperti lindungan ibu dalam dekapan yang menjelma dewi malam dan aku memperoleh restu di wajahnya yang bulat. Membuat langit hitam tak begitu gelap. Dalam rindang hutan pekat melarut lewat hembusan angin yang dingin. Bukan gulita sebab mataku masih bisa melihat. Hanya lindap dan kudapati kunang-kunang berkerlip, mengganti bintang yang tiada. Aku menantimu di batas Dusun Karampuang. Kau belum juga muncul padahal aku sudah lama menunggu di sini. Aku takut dan cemas. Itu sebabnya mataku terpaku pada ujung aspal yang menghilang seperti ingin menerobos malam yang teduh, mencari bayanganmu yang berkelebat, dan sesekali aku menengok ke belakang membaca situasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f2f2f2; color: #333333; font-family: verdana; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Rustam, tahukah kau? Di dalam sana, sunyi bukan berarti tidak ada bunyi walau tadi mereka sembunyi karena aku tak peduli. Bunyi hewan malam, nyanyian serangga, suara berdesis-desis yang bukan ular, kicau kao-kao yang mengerikan di rimbun daun di dalam hutan yang senyap, berbondong-bondong mengerubungi telingaku. Berdenting serupa dawai, mengalun dan merambati udara, dan bakal meninggalkan luka di hatiku bila kau tidak jadi menjemputku malam ini. Maka hadirlah di ujung jalan itu seperti dilahirkan oleh kabut yang merayap. Jangan sampai aku menjadi batu di sini karena gigil atau habis karena dimakan angin dan kau harus tahu jiwaku mulai beku meski sebenarnya kepalaku ingin meledak karena bosan. Aku tidak mungkin kembali setelah ingkar.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Sepertinya lelaki itu tidak akan datang.”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Seseorang memegang bahuku dari belakang. Aku tersentak kaget dan terlonjak bangkit dari tugu batu yang kududuki. Aku gemetar gugup mengetahui siapa yang menegur.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”La Gole! Sedang apa kau di sini? Kau mengikutiku?” Sontak aku menjauhinya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Jubaedah, pulanglah sebelum terlambat. Masih ada kesempatan dan aku akan membantumu,” ujarnya sembari duduk di tugu batu yang kutinggalkan.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dalam gelap aku tahu ia menatapku tajam, seruncing jarum yang pernah menusuk tanganku. Batinku tertohok mengingat ia adalah mata-mata Puang Gella, pemangku yang sering menghukum bila ada orang yang melanggar di kawasan dusun, meski ia temanku sejak kecil dan beberapa waktu silam aku menyimpan hati untuknya. Namun ia menunjukkan sikap yang tidak kusuka. Ia bukan lelaki tangguh, pengecut yang tidak berani mengajakku kawin lari.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Benar kau akan menolongku?” tanyaku pura-pura ragu.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Kau tidak percaya padaku?” La Gole menghampiriku begitu dekat hingga bisa kuhirup bau badannya yang belum disentuh sungai. Aroma napasnya purba.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Baiklah kalau begitu. Ijinkan aku menunggu Rustam sebentar lagi,” pintaku. Lalu kedua kakiku tak mau diam karena gelisah.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Jika dia tidak muncul?”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Kau boleh membawaku pulang!” jawabku sedikit kesal.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Sepakat.”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Agak lama kami saling diam seolah jiwa kami raib meninggalkan raga yang kikuk, menguak hutan dengan lesat untuk menemukanmu dengan tujuan yang berbeda. Kuperhatikan La Gole sedang duduk bersila sambil mempermainkan parang bersarung yang biasanya terlilit di pinggangnya. Tidak kutahu apa maksudnya, tapi membuatku bergidik membayangkan kulitmu robek dan menumpahkan darah jika badik itu keluar dari sarangnya. Kau pasti akan kalah sebab La Gole bekerja dengan otot sedangkan kau lebih suka berpikir.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Apa yang kalian lakukan jika sudah bertemu? Apakah kau akan lari dengannya?” La Gole mengajukan tanya yang menyelidik, memecah hening. Posisi duduknya sudah berubah, satu kakinya berdiri dengan lutut menekuk.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Tidak melakukan apa-apa. Aku hanya mau mengatakan sesuatu?” balasku berbohong sebab ia sudah curiga.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Apa itu?”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Kau tidak perlu tahu. Kenapa kau bertanya-tanya?”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Ingin tahu saja. Bagaimanakah perasaanmu padanya?”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Itu bukan urusanmu!” teriakku nyaris menuding, membuatnya bungkam.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Aku berbalik arah membelakanginya menahan amarah, antara jengkel dan putus asa. Kusandarkan kepalaku pada pohon yang tak bisa kurangkul. Aku mencabut-cabuti kulit keringnya yang berlumut dan memang sudah terkelupas, membuang geram. Mataku terasa panas bagai diperciki biji lombok. Pedih memerih.&lt;br style="clear: both;" /&gt;Sekarang aku tidak ingin kau datang sebab itu akan mengantarkan nyawamu. Namun aku juga butuh kau datang membawaku pergi dari sini, jangan biarkan aku berkalung rantai. Aku tidak mau menjadi perawan tua! Bagaimana ini? Aku galau.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tetapi tunggu. Mataku yang melirik menangkap bayangan sekilas, bersijingkat dan menunduk mirip gerak-gerik babi hutan, berpindah dengan cepat ke semak-semak. Apakah itu kau? Tidak sebentar aku terpana, dadaku berdesir dengan degupnya. Aku merasakan firasat tak baik. Aku mesti bersiasat.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Aku menyerah. Seperti katamu, Rustam tidak datang. Mari pulang.” Sebisa mungkin kukulum senyum ini dan menampakkan muka murung agar tidak ketahuan, supaya kau dapat mengikutiku dari jarak jauh. Aku akan mengecohkan perhatiannya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Aku masih setia menemanimu menunggu jika kau mau?” Aku tahu ia mengejekku.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Tidak usah! Barangkali dia pecundang yang lebih darimu.”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;”Bagus kalau kau sadar. Orang kota memang tidak bisa dipegang janjinya!” timpalnya tak mau kalah.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Aku tidak lagi menyahut dan berjalan lebih dulu. Rustam, susul aku di puncak bukit!&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;***&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Jubaedah, kau adalah gadis sunyi. Semerbak harum bunga desa, wangi menebarkan angan di setiap kepala jantan muda sepertiku. Aku menemukanmu bagai mutiara diantara ribuan kerikil bebatuan yang terserak di tepi kali. Namun ada yang hilang di wajahmu yang bulat langsat. Laksana embun pagi yang tak ada lagi, saat matahari tak bisa lagi disebut mentari. Aku seperti pangeran yang menemukan bidadari.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Di batas Dusun Karampuang jalanan beraspal terputus seperti lorong buntu. Terdapat daun kelapa yang diikat merintang di atas jalan. Mobil dinas kuparkir di luar kawasan adat karena dilarang masuk. Lagi pula hanya ada jalan setapak yang sempit. Tanahnya berdebu di musim kemarau dan licin berlumpur di musim penghujan. Banyak bebatuan. Di hari-hari biasa dusun ini begitu sepi bak kampung yang bisu.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Awal bulan November aku kembali. Aku sudah menjadi pegawai negeri di kabupaten. Setahun yang lalu aku datang di kampung ini untuk menyusun skripsiku mengenai adat Karampuang. Setelah lulus kuliah tak mampu kutahan hasrat hatiku, ingin kembali menggapaimu. Masihkah kau menjadi perawan suci yang tidak boleh dijamah?&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kutinggalkan semua yang berbau teknologi dan barang yang terkesan mewah di mobil sebelum memasuki kawasan adat yang dikeramatkan ini, lantaran pamali. Menurut keyakinan orang sini, segala yang datang dari luar lebih banyak merusak dan akan mengubah tatanan tradisi yang mereka jaga selama berabad-abad, turun temurun. Itu sebabnya aliran listrik tidak bisa masuk karena kaum adat menolak. Sungguh dilema, mengingat aku memegang proyek dari Pemda untuk menjadikan Karampuang tempat wisata, yang mungkin bakal melunturkan kebiasaan dan kepercayaan penduduk di dusun ini meski dengan maksud memberdayakan masyarakat.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Aku masih terkenang ketika pertama kali datang di kampung ini. Aku disambut dengan ramah. Tidak kurang isi baki sudah ditambah, belum setengah isi gelas sudah diimbuh. Aku yang mengetuk pintu bukanlah orang lain, malah dianggap keluarga sendiri. Sebab mereka memandang tamu itu membawa rezeki. Saat itu aku menumpang tidur di rumah ayahmu di luar kawasan adat, di dusun tetangga. Lantaran aku butuh listrik buat menyalakan laptopku, menulis hasil riset yang kudapat. Pernah aku menginap di rumah seorang warga. Alat penerangnya berupa lampu minyak yang mereka sebut sulo. Semalam suntuk aku menulis di lembar kertas. Pulang pagi-pagi. Kau berada di depan pintu. Tergelak tawamu melihatku. Suaramu renyah.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: verdana, tahoma, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 19px;"&gt;”Ada yang lucu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: verdana, tahoma, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kau tidak menjawab tapi memberikan isyarat. Kau pegang hidungmu yang mungil dan bangir. Aku mengikuti. Astaga, cuping hidungku dipenuhi asap hitam. Aku lekas pergi ke belakang membasuh muka.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Seminggu dalam sebulan, kita bertemu. Kau melepas masa haidmu di rumah. Parasmu demikian sendu seperti tidak terima seperti terpaksa, saat kau mengatakan sedang menuntut ilmu untuk kelak menjadi seorang sanro di rumah adat Karampuang. Rumah panggung yang merupakan simbol sosok perempuan. Dari jauh kediaman yang sakral itu memang tampak anggun. Atapnya dari anyaman daun nyiur berbentuk segitiga sama kaki. Tangganya terletak di tengah di kolong rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Tangga naik ke dalam rumah adalah kelamin perempuan,” jelas La Gole, temanmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ia pemandu yang baik, meladeni keingintahuanku dan bahkan memuntahkan semua yang ia tahu. Pemuda yang bersemangat meski entah kenapa diam-diam ia sering menatapku dengan pandangan menghunus seperti tidak suka seperti menaruh curiga. Ia membicarakan tubuh perempuan dengan sangat biasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Membuka pintunya pun harus ditolak ke atas biar bergeser. Aku menebak pasti ini selaput dara kemaluan, sebab dibutuhkan sedikit usaha untuk membukanya. Ada batu bundar yang menindih.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Arah dapur adalah rahim. Dan dua dapur di belakang itu adalah buah dada sebagai sumber kehidupan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rumah ini tak bersekat, hanya ruang. Lantai dan dinding terbuat dari bambu. Ada loteng yang lumayan luas seperti layak untuk dijadikan kamar, tempat persimpanan kebutuhan pokok terutama padi. Bahkan ada padi yang berumur seabad.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Semua warga sehabis panen tanpa diminta menyimpan sebagian padinya di sini untuk digunakan bersama jika terjadi gagal panen. Padi ini tidak boleh di jual.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku ingin sekali mengabadikan apa yang aku lihat. Namun lelaki yang terbiasa bertelanjang dada saat bekerja di sawah ini melarangku dengan tegas. Badannya yang berotot dengan kulit secoklat kayu itu langsung tegap menantang.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Jangan coba-coba bawa kamera. Itu kesepakatan kita dari awal. Boleh jadi kau yang melanggar, kami sekampung yang kena malapetaka. Kalau kau mau lama di sini hormati adat kami!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Belum sempat aku minta maaf, La Gole sudah berlalu. Kulihat punggungnya digerogoti jamur, bercak-bercak putih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika kuceritakan penjelasan La Gole kepadamu, kau tersenyum simpul membenarkan. Pipimu merona seperti lembayung yang memerah bagai senja yang membakar langit. Aku jatuh hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Upacara Mappugau Sihanua sepertinya sudah dimulai. Selama tujuh hari tujuh malam. Aku berjalan santai menikmati pagi yang mau pergi. Sepanjang jalan yang berkelok kulewati rumah penduduk yang kadang saling berjauhan. Tak jarang aku berpapasan dengan warga yang masih kukenal. Di kiri kanan diselingi tanaman sayuran, pohon pisang, pohon kopi dan pohon kakao, serta hamparan sawah yang tidak rata, berundak-undak dengan garis pematang meliuk, sejauh mata memandang. Ada sumur tua berdinding susunan batu, aku menyebutnya kolam karena dangkal. Bila airnya lagi penuh, penduduk memandikan anaknya dan bayi yang baru lahir, biar mendapat berkah. Air mengalir khas pegunungan terdengar jernih menggelitik kesegaran. Hutan lebat dan belukar liar tampak rimbun di puncak bukit, hijau nian seperti belum pernah disinggahi. Jubaedah, secantik apa kau sekarang?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lelaki itu masih gagah. Badannya berisi dan kulitnya bersih seperti pasir laut, seperti belum pernah dicubit matahari. Kini aku yakin kau makin terpikat, melirik pakaiannya yang sewarna kulit sapi. Lelaki idaman yang menggiurkan bunga desa sepertimu. Dan aku terhempas ibarat hati yang terbuang. Sebab cintaku sedang cemburu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ah, lelaki bernama Rustam itu terlalu mau tahu tentang adat kita dan ia sebarkan ke mana-mana. Aku tidak menyukainya karena itu, dan sebab ia mencuri hatimu dariku. Lebih dari itu, ia juga mencuci otakmu hingga pikiranmu telah kota walau disebabkan juga karena kau pernah sekolah sampai SMA di kabupaten. Kau pernah menjadi guru di dusun sebelah, mengajari kami baca tulis di usia kami yang sudah berkumis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kabarnya, Rustam akan mendirikan pasar rakyat dan penginapan di sekitar kampung ini. Makin ramai saja orang datang ke sini. Melihat kami sebagai tontonan. Melihat upacara kami sebagai pesta. Oh, Karampuang bagaimana nasibmu nanti? Ketika kebiasaan orang kota meracuni adat kami, menjarah apa yang kami jaga, yang kami miliki. Aku ingin sekali mengumpat, mereka tidak beradab karena mereka biadab!&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mungkin kelak tidak ada lagi yang namanya gotong royong. Seperti yang pernah dihimbau orang dulu, ”Hai sekalian anakku, kasih mengasihilah, rebah saling membangkitkan, hanyut saling mendamparkan, berkata saling mengiyakan, dan berbuat saling bantulah. Khilaf saling mengingatkan, satu kata dengan perbuatan, bagaimana di dalam begitu pula di luar, tegakkanlah yang keramat, sandarkanlah yang tabu, dan dudukkanlah yang makruh.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sekarang banyak yang mengerjakan sawah dengan cara bagi hasil, tidak lagi yang punya hajat memberi makan untuk disantap bersama. Begitu pula saat membangun rumah, menggunakan tenaga upah. Mengumpulkan puing-puing harta sehingga saling mencekik. Serakah sehingga saling menutup pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Oh, Tomatoa! Hanya kamu yang murni. Kami akan teguh, tidak akan memasang paku tetap memakai tali rotan untuk menyusun kerangkamu. Mengganti tiangmu yang lapuk dengan menebang pohon bertuah di rimba melalui upacara madduik, menarik kayu bersama di hutan, wujud satu rasa. Tidak dipikul, sebab dipundak tanda mau menang sendiri. Oh, Tomatoa, kamu perempuan luhur yang kami puja. Dan kau, Jubaedah adalah perempuan Kampung Karampuang yang dijunjung. Darahmu adalah darah To Manurung. Mulia atas nama adat. Dan adat mengajarkanku tentang hidup, tidak mungkin kukhianati. Aku mencintaimu sebagaimana aku memegang adat. Disela itu terselip keinginan, yakni memilikimu yang tak boleh. Mencintai dan menginginkan itu serupa tapi tidak sama. Mengertikah, kau?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku bukanlah Maryam dan kenapa pula sejarah harus berulang? Tuhan, bolehkah aku mengeluh sebab sudah lama aku berpeluh? Aku tidak bangga dilahirkan sebagai makkunrai, perempuan. Tubuhku menyiksaku. Aku dibelenggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ayah dan Ibu yang berbuat, mengapa aku yang harus jadi tumbal? Apakah memang dibutuhkan orang lain untuk menebus dosa? Lantas, salahkah mereka? Kau bisikkan di telinga Arung, tetua adat kami yang jarang bicara itu, untuk menentukan garis hidupku yang mesti kujalani. Menjadi perempuan suci, perempuan yang terkunci supaya tetap perawan. Jangan sampai sesuatu yang asing menyelinap masuk sebab akan melunturkan tradisi. Titah yang tak terbantahkan kecuali kalau aku cacat moral. Karena nanti warga juga yang akan memilih. Dan Ayah, Ibu, tak pernah membelaku. Ia wafat dengan patuh meski ia tak patut dipanggil Ayah, sebab tak pernah risau atau tak mau tahu jeritan hati anak gadisnya. Ayah memilih diam sampai ia menutup usia. Ayah hanya melihatku tumbuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan aku memilih, berontak seperti ibu. Ibu yang mati karena melahirkanku. Ibu yang kawin dengan kaum pendatang dan dikucilkan di desa tetangga. Ibu yang dipaksa bernazar, jika bayinya perempuan akan diambil sebagai penggantinya. Dan Kau, Tuhan, mengabulkannya…&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tetapi tidak! Sebagai anak aku merasa berkewajiban melanjutkan perjuangannya. Memang Puang Sanro telah renta, sudah layak istirahat. Perlu diganti. Tetapi mengapa harus aku? Tidak bolehkah orang lain? Aku selalu ingin bertanya kepada Puang Sanro tapi aku urung dalam hati, apakah ia memendam apa yang aku pendam? Ah, tentu tidak. Sebab aku tahu dari orang-orang, Puang Sanro adalah perempuan yang tidak laku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dalam darahmu mengalir darah To Manurung, Anakku. Ikutilah takdirmu sebagaimana air yang mengalir,” ucapnya bernasihat ketika aku sedang malas meramu obat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Betapa menyenangkannya membantu orang, Anakku. Itu akan membuatmu menjadi ada,” lanjutnya berpesan di hari yang lain saat aku enggan mempelajari mantra-mantra.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika menolong, haruskah berkorban? Cukup! Aku tak mau mendengar lagi. Aku mau tuli saja, sambil dalam benak ini bertekad, aku akan melawan arus. Aku mesti berupaya meski tangis mendahului.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ya, sebab aku hanyalah perempuan biasa meski aku adalah perempuan yang cantik. Kusadari itu karena banyak yang merayuku semasa SMA dulu. Tapi aku tak hanyut. Aku mesti hati-hati meniti sebelum salah melangkah. Maka kutambatkan cintaku pada sahabat kecilku, La Gole. Aku sering memperhatikannya sampai-sampai aku tak sadar tubuhnya telah perkasa. Jika kami sedang berjalan beriringan aku senantiasa mendongak untuk melihatnya berbicara. Telingaku akan mendengar suara beratnya yang menentramkan. Andaikan aku dipeluk, pasti aku akan tenggelam dalam bahunya yang lebar. Saat kulit cokelat legamnya berkeringat, aku mencium bau khas manusia. Pernah juga ia menggenggam tanganku erat, sesaat tapi kurasakan kehangatan yang kokoh hingga jiwaku melambung. Hanya lidahku yang belum menafsirkan apa-apa. Namun ia tidak punya nyali, sikapnya terlalu lugu tak sebanding dengan badannya yang garang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”La Gole, kau ada hati denganku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ya. Aku sayang kamu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kalau begitu bawa aku pergi dari sini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Aku tidak punya kampung selain dusun ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tinggal di hutan pun tak apa, asal bersamamu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tidak bisa. Tanah ini adalah orangtuaku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ah, kau tidak mencintaiku sebab cinta itu perlu bukti.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Aku tidak perlu membuktikannya karena cinta soal hati, dan itu cukup buatku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Bagiku tidak. Kau bohong! Aku membencimu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku gigit jari. Aku kecewa dan patah hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lalu muncul dia. Lelaki dari kota. Hadir dengan senyumnya yang menawan memberi harapan. Kulitnya harum dan langsat sepertiku. Kerap kubayangkan bila kami menyatu tak ada yang tahu bahwa kami berdua, bukan satu tubuh. Dan tentu saja ia hangat, antara panas dan lembap. Ia lapar dan aku haus, di hubungan kami yang sempat terjeda. Cukup lama hingga rindu mendera.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kini malam sungguh malam karena awan yang menenteng air berlayar di langit kelam. Mengaburkan cahaya ibu di atas sana hingga buram. Lepas maghrib, pelita rumah penduduk memang sudah padam. Obor La Gole yang menuntun jalan juga telah redup. Kami tiba di sekitar rumah adat Karampuang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Kau tunggu di sini sebentar.” La Gole pergi menengok, mencari cara agar aku tidak terlacak sudah kabur.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Jangan Lama,” kataku setelah ia agak menjauh, pura-pura khawatir.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ah, lelaki itu memang baik tapi aku harus pamit mengejarmu. Berangkat diam-diam. Aku berlari dengan kain terangkat mengangkangi tanah yang kupijak, kendati sesekali terjungkal karena kesandung akar pohon yang mencuat. Hujan mengejarku seperti mengutuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rustam, kau sudah berada di puncak bukit itu. Banyak peti batu berundak-undak di tempat ini, makam nenek moyang kami yang luhur. Kau basah kuyup sama denganku oleh derai hujan. Ada senter di tanganmu. Ternyata di atas sini tidak terlalu gelap seperti temaram. Paling tidak aku dapat melihat bayanganmu. Sementara jarum-jarum langit masih menyerbu, mengguyur deras, jatuh merintik terdengar menitik dan menerabas. Angin bertiup meliuk sangat kencang. Kau segera memelukku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Maafkan aku, datang tidak tepat waktu. La Gole mencegat dan mengancamku sebelum masuk desa. Karena aku, kita terjebak di sini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tak apa. Bukan salahmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Sekarang aku siap membawamu pergi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tidak. Jangan sekarang, di bawah sana begitu rawan. Di sini kita aman.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Lalu kau mau kita menunggu di sini sampai pagi?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Mungkin. Rustam, aku meminta sesuatu.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Apa itu? Akan kupenuhi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Wisuda aku menjadi perempuan seutuhnya, malam ini juga.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Apakah rasa sakit itu? Bila hasrat terjerembap, ketika birahi yang terpendam peka pada setiap ransangan. Melelehkan kebekuan dan meruntuhkan kekakuan. Aku gigil oleh getar. Di gubuk tua itu, tempat biasanya sesajian di letakkan, aku rebah menerimamu. Sesajen yang baru tadi siang, berhamburan karena ulah kita. Aku ingin perbuatan ini sakral seperti kematian. Rinai-rinai bersenandung seperti berkisah. Aku adalah hikayat perempuan tanpa biduk yang terdampar setelah lelah mengarungi duka. Kini aku luka dan hina. Tak perlu airmata sebab akan kutanggung semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Terima kasih,” ucapku setelah usai.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan sudah kuduga. Semua makhluk punya mata. Senang mengintip yang terlarang. Lantaran nista mengusik siapa pun sebab baunya tercium tajam. Di kejauhan terlihat obor berkeliaran serupa kunang-kunang. La Gole muncul menaruh mata badik di lehermu. Mukanya murka. Aku mendorongmu supaya terhindar dan langsung melindungimu. Kita berjalan mundur menuju tebing.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Puang Sanro pernah meramalkan. Jika perempuan tidak kembali ke dapur, lebih senang keluyuran atau suka berkumpul, maka rentan berbuat dosa. Dan kau, Jubaedah sudah melakukan lebih dari itu. Kau telah haram di hatiku yang meradang. Ah, sebetulnya aku ingin menabur benih di pucukmu yang kuncup. Di tanahmu yang subur bakal tumbuh tanaman berbuah, darah dagingku. Kau memandikan bayi kita di sumur tua yang berkah itu supaya kelak menjadi anak yang patuh. Aku membajak sawah, menanam dan menuai padi, anak kita yang mengembala ternak, dan kau datang membawa makanan. Seandainya saja kau tahu angan-anganku yang sederhana ini, yang tak mungkin terwujud. Dan segalanya sirna saat kudapati pakaianmu berceceran ke mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Bangsat kau, Rustam. Kubunuh kau!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Berani menyentuhnya, aku lompat dalam jurang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kau mengancam dan aku masih hirau. Aku merintih dalam amuk saat kau menyuruh Rustam hengkang dari kampung ini tanpa dijera. Kulempar lelaki durjana itu dengan sekepal batu hingga ia tersungkur, lalu bangkit tersaruk-saruk. Kau telah mendurhakai tanah keramat ini, sadarkah kau? Argh! Jubaedah, wajahmu yang bersinar dalam balutan pakaian putih yang menyejukkan hari-hariku kala memandangmu telah berubah busuk bagai bangkai. Kelak, kau dianggap tidak pernah ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hari berganti, begitu pun bulan berlalu, dan tahun terus bertambah. Sejak peristiwa malam itu, namamu tak pernah lagi disebut nyaris dilupakan. Kau dikurung di rumah adat Karampuang di atas loteng untuk dikuduskan kembali entah sampai kapan. Tidak seorang pun diperkenankan menemuimu dan tak ada yang tahu bagaimana rupamu sekarang. Hingga pada suatu pagi, kami dikejutkan oleh kehadiran seorang bocah yang belum pernah kami lihat sebelumnya, muncul begitu saja, turun dari tangga rumah adat Karampuang bagai baru dilahirkan. Melihat dunia luar dengan muka gembira. Berlari lincah, berkeliaran seperti ingin mencari ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Depok, 270908&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Kutulis ketika merindukan kampung halaman)&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Catatan:&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Karampuang: dusun yang terletak di puncak bukit 1000 meter dari permukaan laut, di Desa Tompobulu kecamatan Bulupoddo kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Masih memegang adat kuno dan alergi dengan teknologi. Rumah adatnya menyimbolkan sosok perempuan yang harus dijaga kehormatannya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mappugau Sihanua: Setiap tahun di pekan pertama bulan November diadakan pesta sebelum bercocok tanam setelah menikmati panen melimpah sebagai tanda syukur, tujuh hari tujuh malam.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Puang: kata sandang untuk orang yang dituakan atau yang dihormati.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Gella: pemangku yang melaksanakan hukum yang berlaku di Karampuang.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Arung: ketua adat atau raja yang jarang bicara tapi sekali bicara adalah tuah yang tak terbantahkan. Hidup matinya Karampuang ada di tangannya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sanro: pemimpin spritual di setiap prosesi adat yang harus dijabat oleh perempuan atau lebih tepatya disebut dukun.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;div class="entry" style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 1em; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;To Manurung: nenek moyang orang Karampuang berwujud perempuan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.6em; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.7em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tomatoa: nama rumah adat Karampuang.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-8042290363066472458?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/8042290363066472458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/8042290363066472458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2011/10/perempuan-kampung-karampuang.html' title='Perempuan Kampung Karampuang'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dtc4aHUuz-Y/TqDPZInyAQI/AAAAAAAACDM/HBecPVbLB-k/s72-c/IIIIII.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-8796910660451172064</id><published>2011-09-12T07:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T07:07:30.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kupu-kupu Seribu Peluru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TGE4iehfGHA/Tm4RkG_ZjwI/AAAAAAAACDA/tTTSBFnmrNA/s1600/294818_132905386804430_100002549080147_210139_4040541_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-TGE4iehfGHA/Tm4RkG_ZjwI/AAAAAAAACDA/tTTSBFnmrNA/s320/294818_132905386804430_100002549080147_210139_4040541_n.jpg" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bagaimanakah kami mesti mengenang perempuan buta itu-yang liang selangkangnya bengkak karena dosa dan sekujur tubuhnya bergetah nanah kena kusta! Adakah ia sundal ataukah santa?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rasanya belum lama lewat. Selepas hujan tengah malam, sebelum sulur cahaya fajar mekar, seorang peronda terkesiap gemetar: di dekat kandang kuda samping gereja, ia melihat gadis kecil menggigil, bugil, seperti peri mungil yang usil hendak menakut-nakutinya. Segera ia tabuh kentongan yang dibawanya. Dan puluhan warga seketika terjaga, juga bapak pendeta. Setelah kepanikan mendengung bersahut-sahutan, perlahan-lahan suasana jadi tenang, dan mereka pun segera mendekati gadis kecil yang ketakutan serta kedinginan itu. Dengan lembut bapak pendeta menyelimutkan jubahnya ke tubuh gadis itu sembari berbisik perlahan, “Domba kecilku…” Ia terpesona oleh mata bening gadis kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika pagi yang lembut terasa seperti hosti, warga kota pun mulai mengerti: betapa kota mereka yang tenang seakan-akan telah terbekati. Gadis kecil itu telah dikirim dari langit untuk membuat hidup mereka menjadi lebih riang. Kemudian, ketika duduk-duduk di kedai kopi, beberapa orang mulai bercerita tentang mimpi mereka malam sebelumnya. Seseorang mengatakan, ia bermimpi melihat gugusan bintang cemerlang menaungi kota. Seorang lagi berkata bahwa ia bermimpi melihat kawanan bangau bersayap cahaya terbang melintasi kota mereka. Seseorang yang lain menceritakan pijar api biru yang dilihatnya meluncur dari langit menuju atap gereja.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yang lain menambahi bahwa ia sesungguhnya sudah merasa sebelumnya ketika ia melihat bunga-bunga di halaman rumahnya bermekaran begitu indah melebihi biasanya. “Dan kau tahu…,” seseorang berkata penuh senyuman. “Aku sudah merasakan kehadirannya ketika seluruh kudis di tubuhku tiba-tiba mengering dan mengelupas. Saat itu aku merasakan ada embus lembut yang berkali-kali meniup-niup kulitku. Aku yakin, itulah napas lembut bidadari kecil itu…” Wajahnya begitu cerah, seperti seseorang yang begitu percaya betapa Tuhan barusan mengampuni seluruh dosa-dosanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kemudian seseorang yang bermulut murung langsung menimbrung, “Ya, saya juga merasa, ketika saya tahu anak babi saya yang baru lahir berkaki lima!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kisah-kisah ajaib bermekaran, membuat percakapan di kedai kopi yang biasanya berlangsung datar membosankan menjadi lebih bergairah. Para pembual dan tukang cerita seperti menemukan kesempatan untuk mengembangkan imajinasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Namun, bagaimanapun, gadis kecil itu memang membuat kota kecil ini jadi lebih menggeliat. Sudah begitu lama segalanya terasa lamban dan membosankan karena semua hal nyaris sudah mereka percakapkan dan rasakan. Pantai yang putih, teluk yang jernih. Juga lorong-lorong kota yang begitu bersih. Sudah lama semua itu enggan mereka percakapkan karena terkesan jadi seperti menyombongkan. Karena tanpa mereka percakapkan pun semua orang sudah tahu tentang kota mereka yang kecil dan indah, hingga banyak pelancong begitu terkesan dan kerasan. Bangunan-bangunan tua yang terawat, di mana setiap riwayat tergurat, seperti selalu mengisahkan kembali sejarah kota yang penuh kedamaian. Jembatan dan kanal, gereja dan dermaga, kedai-kedai kopi sepanjang jalan utama, apalagi yang masih perlu dipercakapkan?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan gadis kecil itu membuat warga kota menggeliat, seakan disadarkan dari ketenangan dan kelambanan yang justru membuat mereka mulai merasa penat. Ketika gadis kecil itu meloncat-loncat riang mengikuti bapak pendeta yang berjalan keliling kota menenteng piskis, mereka jadi lebih antusias memperhatikan, dan terpesona pada keredap cahaya Matahari yang memantul dari tepi nampan perak itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika gadis kecil itu bermain-main di alun-alun kota bersama kawanan merpati, orang-orang tak hanya melihat burung-burung yang berhamburan berebut remah roti, tetapi juga bisa melihat garis-garis lembut bulu merpati itu, bercak kecoklatan di kaki burung-burung merpati itu, juga pada jejak-jejak halus yang nyaris merata menutupi permukaan tanah yang tak terlalu basah. Mereka jadi bisa merasakan bau lembab rerumputan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mereka seperti kembali menemukan kegembiraan ketika memandangi patung perempuan dari batu pualam yang mendekap jambangan. Dapat mereka lihat serat-serat coklat di bagian leher patung itu, seperti urat di selembar daun yang menua. Mereka juga memperhatikan air yang keluar dari jambangan itu, mengucur menyentuh permukaan kolam dan berpercikan. Percik-percik air itu berloncatan seperti anak belalang bertubuh terang. Ketika mereka selesai menikmati segelas kopi, mereka pun tak hanya melihat sisa ampas, tetapi juga liuk lekuk bekas bibir mereka di gigir gelas. Mereka bisa melihat dengan jelas aroma kelabu yang keluar dari mulut seseorang yang baru saja menikmati anggur. Segalanya seakan-akan menampakkan diri lebih jelas, dengan seluruh kelembutan dan pesona detail-detailnya. Hingga keheningan tak hanya terasa begitu dekat, namun juga pekat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Semuanya tumbuh bersama gadis itu yang membuat warga kota menjadi lebih giat mendatangi gereja. Mereka begitu senang setiap kali mendengar gadis kecil itu bernyanyi. Orang-orang bisa melihat pipi bocah itu yang halus bersemu kemerahan. Anak-anak rambutnya bergeraian dan beberapa, karena keringat, melemat di lehernya yang kuning mengilat. Bulu matanya begitu lebat lentik, seakan memayungi sepasang mata bening agar tak terkena debu-debu dosa. Bocah itu tumbuh, seperti perasaan seorang beriman yang diberkahi kedamaian. Dan warga kota pun selalu teringat tanda-tanda yang menyertai kemunculannya, sebagaimana selama ini tak bosan-bosan terus-menerus mereka percakapkan: ia datang dari gugusan bintang cemerlang dibawa kawanan bangau bersayap cahaya kemudian menjelma pijar air biru yang meluncur menuju atap gereja hingga bunga-bunga di halaman rumah bermekaran begitu indah melebihi biasanya dan membuat kulit penderita kudis seketika mengering serta anak babi bisa terlahir dengan kaki lima….&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Bagaimanapun,” kata bapak pendeta, “tanda-tanda mereka yang mulia, antara lain, karena ia dilahirkan di kandang hewan, di sebuah palungan….”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan orang-orang pun teringat, betapa gadis kecil itu ditemukan seorang peronda, meringkuk di dekat kandang kuda.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kehidupan di kota kecil itu pun tak lagi menggeliat lambat. Perlahan-lahan meskipun segalanya masih terasa begitu khidmat, mereka mulai merasakan ada sesuatu yang menggeliat gawat. Mereka menyaksikan bocah cilik itu sudah menjadi gadis yang seranum buah murbai. Tawanya begitu berderai, dan ia melangkah amat semampai. Anak-anak muda selalu berpakaian cerah. Ada sesuatu yang tumbuh, melebihi gairah pesta-pesta yang kini sering kali digelar di sepanjang trotoar. Sesuatu yang membuat anak-anak muda itu tertawa lebih keras, dan merasa tak perlu untuk cepat-cepat menutup mulut mereka dengan tangannya. Malam lebih panjang dengan keramaian, terompet dan nyanyian. Dan selalu, di puncak malam, terjadi perkelahian. Karena setiap pemuda berebut ingin berdansa dengan gadis paling jelita di kota. Karena setiap pemuda merasa paling berhak dan ingin menjadi penguasa satu-satunya. Dan gadis-gadis lain menangis-juga histeris-karena merasa diabaikan, terhina, dan diluapi kebencian. Fitnah dan hujah pun membuat gatal dan resah. Setiap gunjingan kemudian menudingkan jari telunjuknya ke arah gadis itu, yang malam-malam selalu terlihat berkeliar di pesisir pantai….&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dan itu hanya dilakukan para lonte!” para perempuan mulai bergunjing, sambil memerhatikan tingkah laku para lelaki yang belakangan ini memang lebih suka menghabiskan waktu di tepi pantai ketimbang duduk-duduk di kedai. Para istri mulai menajamkan mata, mengawasi suami-suami mereka. Tentu saja, para suami yang merasa tak dipercaya jadi gampang meluap marah. Nyaris, sepanjang hari, bila kini engkau berkunjung ke kota kecil itu, engkau akan mendengar suara pipi ditampar, teriak perempuan kalap mencakar-cakar, umpatan-umpatan kasar.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tak mengherankan, apabila gadis cantik itu terlihat melintas, para perempuan buru-buru menghindar.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Melebihi usia tua yang celaka, bapak pendeta mulai gelisah ketika dari hari ke hari kian sedikit warga kota yang berdoa bersamanya. Para perempuan enggan datang ke gereja, bila gadis itu ada di sana. Kaum lelaki, yang tak mau terlalu kelihatan memendam birahi, juga jadi sungkan mengikuti ekaristi. Bau sunyi mulai membuat gereja itu terlihat pasi setiap Minggu pagi. Bapak pendeta tak juga menemukan jalan bijaksana, bagaimana ia mesti mengatakan ini semua, tetapi tak membuat hati gadis itu terluka.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saat bapak pendeta berdoa agar diberi jalan keluar, ia mendengar kerekit pintu gereja terbuka, kemudian suara langkah kaki diseret di atas lantai kayu yang kasap. Bulu-bulu tengkuknya seketika meremang, saat ia merasakan ada sehembus angin halus: seakan-akan ia merasakan kehadiran sesuatu yang kudus.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Maafkan saya, Bapak…” terdengar suara yang begitu dikenalnya. “Saya telah menyusahkan Bapak. Biarlah saya yang tak lagi ke gereja. Saya akan kembali ke kandang kuda. Karena dari sanalah asal saya….”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Betapa terbelalak bapak pendeta. Gadis itu berdiri gemetar di hadapannya matanya tak sebak air mata, tetapi darah! Gadis itu telah mencongkel kedua biji matanya dengan jari-jarinya sendiri karena tak mau lagi melihat dosa. Darah yang masih basah terus merembes keluar dari liang matanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kota kecil itu pun gemetar. Ketika dengan cepat kabar itu menyebar, orang-orang menyaksikan senja yang seolah bergetar, dan jantung mereka begitu berdebar. Mulut mereka asam dan kecut seperti mengunyah acar. Sejak itu, mereka selalu mendengar gema doa yang mengalun dari arah kandang kuda. Gema yang bagai menyusutkan semua suara, hingga kota digenangi kesepian seketika. Gema yang membuat setiap warga kota menundukkan kepala. Mereka kini lebih banyak berdiam diri ketika duduk-duduk di kedai kopi. Mereka gampang terkejut, bahkan oleh denting paling pelan suara sendok yang menyentuh gelas. Apalagi saat ini engkau berada di antara mereka, engkau bisa merasakan raut cemas yang menyelusup halus dalam senyum ramah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Apalagi ketika mereka melihat gadis itu-yang kian terlihat begitu cepat tua-melintas di jalan, bila ia membutuhkan makanan. Orang-orang dengan bergegas akan menghindar, warung-warung akan segera menutup kerai dan pasar segera bubar. Karena ketika ia berjalan tidak terlihat menyedihkan, tetapi mengerikan. Sementara gema doa bagai membungkus tubuhnya, ia terlihat tertatih-tatih dengan sepasang tangan yang seakan-akan selalu merabai punggung udara. Gaun etamin hitam yang serupa jubah terjulai hingga bagian bawahnya menyapu tanah. Debu-debu halus berleduban setiap kali perempuan itu melangkah. Wajahnya selalu tertutup selendang usang, tetapi orang-orang tetap saja bisa memandang sepasang liang matanya yang remang. Lebih-lebih bayangan wajahnya yang ledang. Bahkan, orang-orang lebih ketakutan pada sepasang liang yang tak lagi berbiji mata itu karena mereka percaya justru setelah buta, perempuan itu mampu melihat semua yang kasatmata. Ia bisa merasakan kebusukan yang dengan penuh kesopanan disembunyikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika berlangsung pesta yang diadakan untuk membangkitkan kembali kenangan-kenangan bahagia yang pernah memulas kota dengan warna-warna keriangan-karena bagaimanapun kota ini mesti tak boleh terbenam dalam kemurungan-mendadak perempuan itu muncul. Ia sudah berdiri di dekat pancuran, menuding ke tangan-tangan warga yang tengah bersulang. “Yang kalian minum bukan anggur, tetapi darah seorang pelacur….” Suaranya bagai muncul dari bawah tanah yang seketika bergetar seperti punggung orang yang terbatuk-batuk. Saat itu pula mereka mencium bau yang amis, serupa miasma yang menguap dari rawa-rawa. Beberapa hari kemudian, perempuan itu berdiri di tengah jalan menghentikan kereta wali kota. Sementara para pengawal wali kota hanya mematung tak berdaya, bagai tersihir, perempuan buta itu segera mendekati wali kota dan langsung menepuk-nepuk punggungnya. Saat itulah orang-orang yang menyaksikan puluhan ekor ular keluar dari lubang telinga wali kota. Beberapa ekor juga keluar dari mulutnya, dari hidungnya, dari duburnya….&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perempuan buta itu mengatakan kepada beberapa gadis agar segera membuang lintah yang memenuhi perut mereka. Kepada seorang saudagar perempuan itu mengingatkan agar tak lagi makan belatung. Ia membuat malu seorang guru karena dikatakan suka menggauli anak kandungnya yang gagu. Dengan tegas ia menuding hidung seorang tentara yang dikatakannya gemar memerkosa. Ia mengucapkan semua itu semudah orang menyemburkan ludah. Kadang-kadang caranya berkata-kata seperti seseorang yang tengah menyumpah. Bahkan, ia begitu kurang ajar mengatakan bapak pendeta tak cukup beriman untuk membimbing para jemaahnya!&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Itulah yang membuat orang- orang dengan gemetar menghindar. Ia mengerikan karena telah menyerahkan jiwanya kepada setan sehingga ia bisa melihat dalam kegelapan seperti makhluk malam. Setiap pintu rumah orang terhormat tak akan terbuka setiap kali ia mengetuknya. Setiap orang kemudian berdoa agar perempuan buta itu terkena lepra….&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Karena tak diterima di kota, perempuan itu lebih sering terlihat memandangi laut, seakan seorang peramal yang mencari isyarat maut. Kadang sepanjang hari ia berdiri di tebing karang dikelilingi burung-burung camar atau menyusuri pantai memunguti barai, kerang, atau lengkitang. Ia menyeruput siput-siput itu langsung dari cangkangnya, membuat jijik siapa pun yang melihat. Kecuali pelacur-pelacur miskin yang menghuni gubuk-gubuk rumpang di sisi dermaga, yang segera meniru kelakuannya; setidaknya perempuan itu mengajarkan kepada mereka satu cara mengatasi kelaparan. Karena itulah, setiap sore, para pelacur itu mengundangnya untuk bertandang ke gubuk mereka. Dengan cepat ia menjadi dekat dengan para barua, mucikari, kecu, pencoleng, budak-budak pelabuhan, para begundal, dan juru mudi kapal. Seolah orang perempuan itu menjadi pelindung mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sementara senja kian muram. Di kedai-kedai kopi orang-orang lebih banyak diam. Hanya sesekali mereka mengingat perempuan itu dengan pedih, dengan sesal yang tak berkesudahan. Kemudian kisah lama hadir, dengan suasana berbeda. Kenapa, dulu, tak kita buang saja gadis cilik itu ke laut? Ia pasti keturunan putri duyung yang suka menggoda dengan nista dan air mata, seseorang berkata. Atau dia memang anak jadah dari rahim seorang pelacur yang sengaja membuangnya, timpal yang lainnya. “Sejak pertama kali ia ditemukan, aku sesungguhnya sudah ingin mengingatkan, kalau sebelumnya aku bermimpi buruk; kota kita diserbu jutaan burung pelatuk. Aku ingin menceritakan mimpi itu, tetapi aku takut kalian tak mempercayainya waktu itu…,” kata seseorang sembari membuang pandang. Kemudian setiap orang mengisahkan mimpi-mimpi lainnya, yang jauh berbeda dari yang dulu mereka katakan. “Sesungguhnya aku berdusta soal mimpi burung bangau bersayap cahaya….”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kota kecil di tepi teluk itu seperti wajah orang tua yang mengantuk, sementara kekecewaan kian lama kian menumpuk. Perempuan itu membuat kota mereka yang indah menjadi berbau tanah. Dari arah pelabuhan selalu terdengar suara pelacur-pelacur yang terkikik. Para begundal mengerang dihisap mulut sundal. Mereka, kaum pendosa, membuat kota ini celaka. Karena kepada para pelacur dan pencoleng yang menjadi kaumnya, perempuan buta itu selalu berbicara tentang surga, tetapi membiarkan mereka saling remas kelamin di hadapannya. Terkutuklah perempuan itu! Dia najis, karena membiarkan puting susunya yang garing diisap pengemis-pengemis kudis. Dia iblis, karena dengan lidahnya mau menjilati borok di selangkang pelacur yang terkena sifilis. Dia nista, karena melayani budak dan bromocorah dengan tubuhnya. Dia sundal, karena bersenggama dengan ratusan begundal….&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan perempuan buta itu sungguh-sungguh tak terampunkan ketika perutnya bengkak oleh dosa, dan ia mengaku mengandung bayi buah cintanya dengan malaikat. Dari hari ke hari perut perempuan buta itu kian membesar dan para pelacur sundal pencoleng begundal yang selalu mengelilinginya menganggap perempuan itu telah menjadi santa yang rahimnya memancarkan cahaya. Karena memang begitulah yang mereka percaya; suatu malam mereka melihat cahaya berkilauan turun dari surga. Itulah cahaya yang memancar dari sepasang sayap malaikat, yang segera menghampiri perempuan buta itu. Laut seperti memejam, ombak redam, ketika malaikat dan perempuan buta itu berciuman. Malaikat itu menitipkan benih cinta di rahim perempuan buta.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di puncak kemarahan, puluhan warga kota segera mendatangi bapak pendeta. Bagaimanapun perempuan bidah itu mesti ditangkap, dirajah. Dengan bijaksana bapak pendeta menyerahkan semuanya kepada wali kota. Maka segeralah dikirim bala tentara, mengobrak-abrik pelabuhan, mengusir pergi para sundal dan begundal. Dan perempuan buta itu diseret, dilecut punggungnya sepanjang perjalanan menuju penjara. Setiap warga melempari tubuh perempuan itu dengan batu, sambil menghujah marah.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Bidah!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Penyihir!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Lonte!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kemudian perempuan itu dilemparkan ke ruang penjara bawah tanah. Di sel pengap sempit dengan ujung-ujung besi runcing yang saling jepit saling kait. Sel yang penuh ular keling dan kalajengking. Berhari-hari, berbulan-bulan, tanpa makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;PADA bulan ke delapan, keputusan telah dimaklumatkan. Perempuan itu mesti mati sebelum bayi itu dilahirkan. Karena kota ini mesti dibebaskan dari rantai kutukan. Karena dosa mesti ditumpas sebelum sempat tumbuh lagi satu tunas. Dan seluruh warga kota yang mulia dan terhormat sepakat, perempuan itu mesti dirajam dengan tembakan. Setiap warga yang memiliki senapan boleh ambil bagian.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pistol-pistol tua yang selama ini tersimpan dalam peti atau lemari dikeluarkan dan dibersihkan. Senapan berburu yang selama ini hanya jadi pajangan segera diturunkan. Peluru-peluru disiapkan. Yang belum punya senapan segera membeli di pasar loak. Atau pinjam kepada kenalan. Seluruh lelaki di kota itu telah menenteng senapan, berdiri di sepanjang jalan. Bahkan banyak juga perempuan yang dengan gembira mengacung-acungkan senapan. Sementara di alun-alun kota, di mana hukuman akan dilaksanakan, beratus-ratus bala tentara sudah siap dengan senapan di tangan yang siap ditembakkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan inilah prosesi pembantaian yang paling dinantikan…&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Langit bersih, siang itu, seperti merestui. Seluruh warga kota sudah memenuhi alun-alun ketika perempuan buta itu diseret keluar dari penjara bawah tanah. Ia melangkah dengan kaki yang tak goyah. Pe rutnya bertambah besar. Liang matanya terlihat kian kelam. Rambutnya dipenuhi sindap, lengket bergempal-gempal bau apak. Tubuhnya penuh keranta, meruapkan aroma kematian. Tetapi lihatlah, betapa ia tampak damai. Meski sekujur tubuhnya penuh koreng. Jari-jari tangannya menggeropeng, beberapa nyaris putung digerogoti kusta. Sikapnya seperti seorang perempuan yang bersikeras mempertahankan martabat. Di atas panggung hukuman, tepat di tengah alun-alun kota, ia berdiri memandangi langit dengan sepasang matanya yang buta.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dosa sebentar lagi dilenyapkan. Beratus-ratus lup senapan diarahkan. Ketika segalanya kian dekat, keheningan kian terasa sempurna. Saat itu bila engkau ada di sana menyaksikan itu semua, engkau akan bisa mendengar suara air mata yang bergulir dari keluk kelopak mata. Kemudian detik seketika meledak. Sementara delap menguap dari tiap ujung senapan yang berkali-kali ditembakkan, beribu-ribu peluru menghambur menyerbu mengepung tubuh perempuan buta itu. Beribu-ribu peluru yang menderu, hingga engkau bisa mendengar gemuruh suaranya ketika membelah udara yang dipenuhi percik-percik cahaya. Cahaya?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di bawah sinar Matahari, beribu-ribu peluru itu memang terlihat bagai biji-biji cahaya yang berlesatan, membuat terkesima siapa pun yang melihatnya. Dan orang-orang kian terkesima; ketika senapan terus ditembakkan hingga ribuan peluru terus berlesatan di udara, tetapi pada saat itu juga, peluru-peluru itu saling bertubrukan dan pecah menjadi keping-keping cahaya bening yang terbang melayang-layang seperti kupu-kupu. Ya, kupu-kupu! Beribu-ribu peluru itu seketika menjelma kupu-kupu sebelum menyentuh tubuh perempuan buta itu…&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Terdengar suara puluhan senapan terlepas berjatuhan, sementara setiap orang menyaksikan semuanya dengan penuh ketakjuban. Beribu-ribu kupu-kupu dengan sayap yang membiaskan cahaya lembut aneka warna, terbang melayang-layang, kemudian mulai hinggap di tubuh perempuan buta itu. Menghinggapi kedua tangannya yang terentang, seakan-akan ia disalibkan. Lalu, begitu pelan, beribu-ribu kupu-kupu itu mengangkat tubuh perempuan itu hingga tampak seperti balon udara yang tengah mengangkasa. Terus membubung. Berkilauan dalam kemegahan sayap- sayapnya, kemudian gaib ditelan langit.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kami terkesima memandanginya, tetapi kami juga merasa begitu hampa. Ada yang tak kunjung kami pahami, hingga kini. Bagaimanakah kami mesti mengenang perempuan buta itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jakarta, 2004&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f3f3f3; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15px;"&gt;&lt;div class="signature" style="border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; float: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 15px; padding-top: 0px; width: 200px;"&gt;&lt;div style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tukang kliping&lt;span class="edit" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;22 Februari 2004&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tags" style="float: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 15px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 440px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-8796910660451172064?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/8796910660451172064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/8796910660451172064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2011/09/kupu-kupu-seribu-peluru.html' title='Kupu-kupu Seribu Peluru'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TGE4iehfGHA/Tm4RkG_ZjwI/AAAAAAAACDA/tTTSBFnmrNA/s72-c/294818_132905386804430_100002549080147_210139_4040541_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-1930479729016793803</id><published>2011-07-05T23:16:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T23:16:48.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>OBITUARI BAGI PECINTA MATAHARI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Qjkn6Q8BvoA/ThP9RykSj6I/AAAAAAAACC8/VJQo8OXn-OU/s1600/247237_1760463652469_1265384207_31563114_4506790_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-Qjkn6Q8BvoA/ThP9RykSj6I/AAAAAAAACC8/VJQo8OXn-OU/s320/247237_1760463652469_1265384207_31563114_4506790_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Aku membaca tulisan seorang teman di sebuah milis. Dalam tulisannya dia berkata, BAGIKU CINTA TELAH MATI HARI INI. Mungkin untuk saat-saat seperti ini, aku akan sepakat dengan dia. Cinta tak layak hidup dalam jiwaku. Sebuah peristiwa telah membuatku merasa bahwa cinta hanya sesuatu yang terlihat main-main, dan diucapkan secara main-main oleh seorang laki-laki yang ingin bermain-main dengan mengatas-namakan cinta. Sungguh luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Tiba-tiba aku teringat Nyai Ontosoroh. Perempuan yang sungguh luar biasa dalam karya tetralogi Pramoedya Ananta Toer. Pada mulanya Nyai Ontosoroh membenci tuannya yang bernama Tuan Mellema, atas sikap yang memperbudak dirinya. Tapi apa yang dilakukan Tuannya telah membuatnya menjadi jatuh cinta. Walaupun akhirnya, Nyai Ontosoroh harus terluka melihat keadaan orang yang sangat dicintainya itu. Bagaimana perasaan Nyai Ontosoroh saat tahu bahwa Tuan Mellema seringkali berkunjung ke Rumah Pelesir? Tidakkah ia merasa sangat dikhianati? Tersakiti jiwanya? Terluka dan kecewa?&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Tidak. Aku memang tidak seperti Nyai Ontosoroh. Aku mungkin lebih beruntung jika dibandingkan dengan dia. Tapi perasaan dikhianati, tersakiti, terluka dan kecewa yang dirasakan Nyai Ontosoroh sama dengan yang aku rasakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terjadi begitu tiba-tiba. Aku dipaksa untuk percaya bahwa apa yang aku dengar itu benar adanya. Sebuah berita yang selama ini tak pernah terbayangkan akan aku dengar. Bukankah selama ini aku merasa bahwa kau adalah sebuah medan magnet yang membuatku harus berada di dekatmu senantiasa? Bahwa akulah perempuan yang menjadi bumi, sedang kau adalah matahari? Kita berada pada perputaran yang pasti, dan kaulah yang menerangi siangku, sedang rembulan membawakan cahayamu untuk tetap bisa menerangi hatiku? Sungguh! Berita itu membuatku merasa bahwa kehidupanku akan menjadi segelap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kau lupa, pertama kali kita kenal, kau senantiasa berkata, bahwa akulah senja, yang senantiasa kau temui dalam perpindahan waktu dari siang ke malam. Sungguh, pujian yang baru kurasakan sekarang bahwa itu hanyalah sebuah rayuan gombal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baiklah, ini kurasa bukan waktu yang tepat untuk mengenang apa yang telah terjadi di antara kita. Karena ada hal yang lebih penting dari semua itu. Sebuah berita kematian. Ya, aku mendengar berita kematian itu. Semula terdengar begitu samar, lantas seiring waktu, kabar kematian itu semakin jelas, semakin tegas. Ya, benar sekali, kabar itu adalah kabar kematian atas cinta yang kita bangun. Sebuah perjalanan singkat yang terlalu menyayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, mengharapkanmu untuk memilih adalah kemustahilan. Sebab kau selalu merasa bahwa hatimu adalah lingkaran. Siapa pun boleh datang dalam hidupmu, lantas berbagi cerita, hingga cinta pun bisa kau bagi. Aku tahu diri untuk hal ini. Jadi, biarlah aku yang memutuskan untuk pergi. Melupakan apa yang telah terjadi. Melupakan seluruh peristiwa yang indah bersamamu. Mengembalikan lagi jarak. Semoga saja, saat aku bertemu lagi denganmu, aku merasa bahwa kau adalah kawan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan sebetulnya, apalagi berpikir aku akan menjauh darimu, orang yang kucintai. Meski sampai detik ini pun, aku tak pernah tahu, untuk siapakah cinta yang kau miliki itu sesungguhnya. Mungkin setelah ini, akan ada lubang yang menganga dalam dadaku, sebab namamu telah kulepas dengan paksa. Rasa kehilangan akan menerjangku dengan kekuatan yang sangat tinggi. Aku mungkin akan kalah, lantas terhempas, terseret terbawa arus, tenggelam atau bahkan hilang ditelan gelombang besar bernama: KEHILANGAN. Tapi bukankah lebih baik menghilang daripada harus tetap tegak dengan dada berlubang karena merasa diabaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku merasa hanya menjadi boneka mainanmu. Kapan pun kau menginginkanku, aku akan dengan senang hati menjadi budakmu. Aku perempuan, kodratku adalah menerima sebuah kata ajaib yang mampu memperkuat setiap kelemahan, yang mampu membuat dekat apa pun yang jauh, yang mampu membuat indah apa pun yang terlihat buruk. Tapi kini, kata ajaib itu telah merubah wujudnya. Aku melihatnya sebagai sebuah mimpi buruk belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup harus terus berjalan, tanpa atau pun denganmu. Kehilangan adalah hal yang lumrah dalam hidup. Luka yang menganga dalam dada itu mungkin takkan terobati dalam hitungan dua sampai tiga tahun, bahkan mungkin lebih, tapi aku telah menyiapkan semuanya. Telah kusiapkan perbekalan, peta baru, penunjuk arah, sebuah tenda, raincoat, senter dan segenggam keberanian. Ranselku telah sarat. Aku telah siap menghadapi jalan yang terbentang panjang di hadapan, menghadapi cuaca dan musim yang akan cepat berganti, menentang badai dan topan kehidupan. Tanpamu. Bagimu ini mungkin terdengar berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini juga aku berangkat. Memulai peta perjalanan baru. Meninggalkan semua kenangan yang pernah tercatat dalam puisi-puisi cengeng, dalam catatan panjang kesedihan. Meninggalkan sayu matamu yang senantiasa membuatku merasakan sebuah keterasingan yang menenggelamkan. Aku akan pergi jauh. Mencoba mencari jalan baru agar kita tak pernah bertemu lagi dalam bentuk kebetulan sekali pun, kecuali jika tuhan menginginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata perpisahan bagimu, sebab kita tak pernah benar-benar bertemu. Kita hanya bertemu secara lahir, sedang jiwa kita tetap berjalan berjauhan. Satu hal yang ingin aku katakan kepadamu dan tak pernah berhasil kukatakan sebelumnya, bahwa aku mencintaimu sepenuh hati, sepenuh jiwa. Andai saja tak ada kabar kematian itu, aku akan sangat percaya bahwa kau menginginkan aku, utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian ini tak pernah terencana. Aku memutuskan semuanya tiba-tiba. Di tengah-tengah kebahagiaan kita atas sebuah mimpi bersama. Sebab sebetulnya, kau dan aku adalah sepasang manusia tangguh yang mampu melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menyesal atas kepergianku ini. Bukankah setiap orang bertemu untuk berpisah? Sejak Adam dan Hawa diciptakan, pertemuan dan perpisahan menjadi sebuah peristiwa yang sangat biasa. Atau mungkin memang kau takkan pernah menyesal, bahkan sebaliknya. Kau akan bahagia dan tertawa setelah kepergianku ini. Sebab setelah ini, tak akan ada lagi yang merengek minta dicintai. Tak ada lagi yang akan menyita sebagian besar waktumu. Tak ada lagi yang mencoba memaksamu untuk mengambil keputusan-keputusan sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kusiapkan semuanya malam ini. Ya, hanya malam ini waktuku untuk bersiap. Sebab nanti, tepat saat hari berganti dan tanggal telah bertambah satu, aku akan benar-benar menghilang dalam hidupmu. Aku tak akan mengambil jalan di tempat biasa kau melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencumbu bibirmu untuk yang terakhir kalinya, menatap matamu lekat, dan membiarkan pelukanmu membuatku merasakan kedamaian yang sangat, tapi semua itu tidak aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi untuk tsunami yang tengah memporak-porandakan seluruh batinku. Aku pergi untuk meredakan gempa yang datang bertubi-tubi menghancurkan gedung-gedung berhiaskan namamu dalam dadaku. Aku pergi untuk sebuah cinta yang tak bisa berwujud. Aku pergi untuk menata ulang semuanya. Membangun kembali peradaban dalam hati yang telah rusak dan lebur oleh amukan badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk hari-hari yang tak mungkin terjadi seandainya kita tak bertemu. Terima kasih untuk seluruh perhatian yang kau curahkan, meskipun aku tahu, itu hanyalah sebuah cinta yang semu. Terimakasih karena kau mengajariku arti cinta dan sakit. Sebuah sinergi yang membuatku hidup Namun semuanya telah meyakinkan aku, bahwa hidup memang indah untuk dilalui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;-------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Cerita Klasik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #204063; font-family: helvetica, arial, verdana, 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;march 31, 2005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-1930479729016793803?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1930479729016793803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1930479729016793803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2011/07/obituari-bagi-pecinta-matahari.html' title='OBITUARI BAGI PECINTA MATAHARI'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Qjkn6Q8BvoA/ThP9RykSj6I/AAAAAAAACC8/VJQo8OXn-OU/s72-c/247237_1760463652469_1265384207_31563114_4506790_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-675494678493311538</id><published>2011-05-24T21:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T21:28:35.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dokumen PMTP'/><title type='text'>PAGUYUBAN MASYARAKAT TANPA PARTAI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7TmGKDAp_y0/TdyEz_k1zrI/AAAAAAAACC4/PKY8yS-SBP8/s1600/197426_1538944007964_1665819670_1121506_7383189_n+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-7TmGKDAp_y0/TdyEz_k1zrI/AAAAAAAACC4/PKY8yS-SBP8/s1600/197426_1538944007964_1665819670_1121506_7383189_n+%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul class="unIndentedList" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 15px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;Tanpa Partai kita dapat melihat segala permasalahan dinegeri ini menjadi serba kecil dan memudahkan kita melakukan identifikasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanpa Partai kita semakin sadar betapa banyak saudara yang kita miliki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanpa Partai kita semakin sadar betapa banyak sudut pandang lain selain sudut pandang kita sendiri dalam mencari jalan setapak untuk memperbaiki negeri ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanpa Partai kita semakin menerima yang nyata adalah KENYATAAN.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanpa Partai kita berjalan terus menuju GERBANG KEMERDEKAAN.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;M A K L U M A T&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang lahir dari kearifan masyarakat adat dinusantara untuk mencari persamaan ditengah begitu banyaknya perbedaan melalui musyawarah yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 1928, yang kita sering peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sumpah Pemuda ini merupakan eksternalisasi dari nilai-nilai luhur pada masyarakat yang menjadi kesepakatan bersama lalu pada gilirannya nanti lambat laun menjadi sebuah pemikiran falsafah. Pemikiran yang dibentuk oleh eksternalisasi ini kemudian mengukuhkan diri dan bangsa Indonesia menghadapinya sebagai faktisitas maka dalam proses inilah terjadi objektivikasi pada pemikiran tersebut. Objektivikasi tersebut pada tanggal 1 Juni 1945 pendiri bangsa menamakannya sebagai Pancasila. Dengan ini hendak dikatakan, sebagai suatu sistem falsafah Pancasila merupakan refleksi dari suatu tata nilai yang telah disepakati bersama dan menjadi ciri khas bangsa Indonesia serta mempengaruhi perilaku masyarakat serta pranata sosial politik dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam pada itu, agar pemikiran yang telah diobjektivikasi tidak menjadi asing bagi bangsa Indonesia itu sendiri yang menciptakannya, ia harus diusahakan kembali menjadi bagian subjektivitas bangsa Indonesia. Inilah tahapan internalisasi. Dan UUD’45 adalah cara bagaimana Pancasila menjadi bagian subjektivitas bangsa Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kemudian untuk mengukuhkan dirinya sebagai sebuah bangsa dan menjadi dirinya sendiri, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi ini bukan hanya menandakan eksistensi bangsa Indonesia tetapi juga tekad yang kuat untuk dapat hidup lebih baik serta perjuangan pada nilai-nilai universal, yaitu perdamaian dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa, bangsa Indonesia memerlukan alat yang terorganisir agar dapat mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya, lalu dengan disahkannya UUD’45 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia berdirilah Negara Kebangsaan Republik Indonesia (NKRI). Ini artinya, bangsa Indonesia memiliki design tersendiri yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain didunia. Bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai sistem falsafah, UUD’45 mengimplementasikan nilai nilai pancasila dalam kehidupan bernegara, UUD’45 melahirkan NKRI sebagai alat yang terorganisir bagi bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Kaitan Pancasila Dengan UUD’45&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Diatas telah kami katakan bahwa Pancasila merupakan falsafah bangsa Indonesia. Pengertian falsafah dalam tulisan ini diambil dalam pengertian yang luas, baik sebagai hasil refleksi bangsa Indonesia maupun sebagai ilmu yang memberikan dasar teoritis bagi sistem kelembagaan Negara pada bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pancasila menjadi sah apabila membawa bangsa ini kedalam situasi dimana Pancasila mampu menjelaskan dan menjawab persoalan yang dihadapi bangsa. Dengan demikian Pancasila membuat aktivitas bangsa Indonesia menjadi efektif dan mengenai sasaran. Terputus dari kehidupan bernegara Pancasila menjadi verbalisme semata, menjadi berhala bagi bangsa Indonesia. Sebaliknya, terputus dari Pancasila kehidupan bernegara menjadi kehilangan arah. Bangsa Indonesia menjadi teralienasi pada dirinya sendiri. Untuk itu diperlukan proses internalisasi agar Pancasila sebagai hasil objektivikasi menjadi bagian subjektivitas bangsa Indonesia itu sendiri. UUD’45 adalah bentuk internalisasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebagai bentuk internalisasi UUD’45 dapat dikatakan sebagai progam aksi dalam memberikan tuntunan pelaksanaan kehidupan bernegara. UUD’45 bertumpu pada asumsi dasar. Asumsi dasar berada pada falsafah yang melandasinya. Bila Pancasila merupakan tumpuan dari lahirnya UUD’45, sedangkan UUD’45 mengatur dan mengarahkan kehidupan bernegara maka berarti Pancasila bukanlah sesuatu yang tidak praksis dan UUD’45 adalah suatu usaha agar pancasila menjadi sistem gagasan yang dapat diaprosiasikan, terhindar dari kebekuan dan sikap irrasional&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Uraian diatas sebenarnya hendak memproklamasikan bahwa UUD’45 merupakan ideologi dari falsafah bangsa Indonesia dan bukan konstitusi. Sifat ideologi sangat kental bila kita melihat isi UUD’45 secara totalitas, dimana UUD’45 berisi kehendak sebuah bangsa untuk dominan menentukan sendiri sistem ide dan gagasan yang secara normatif mempengaruhi persepsi, landasan dan perilaku bernegara&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebagai contoh adalah makna kedaulatan rakyat seperti yang terdapat dalam UUD’45 pasal 1 ayat 2. Dari sudut pandang UUD’45 sebagai konstitusi pasal ini dapat melahirkan kedaulatan individu dalam pengelolaan partai-partai dan susunan perwakilannya ditentukan oleh pemilu. Pemahaman konstitusional pada UUD’45 ini dapat menciptakan terjadinya penciutan signifikansi pada hak-hak berpolitik rakyat, terjatuh dalam hak pilih bukan hak suara. Hak pilih tentu saja memiliki perbedaan kualitatif dengan hak suara. Dalam hak pilih siapapun dapat menggunakannya tanpa pertimbangan akal sehat sekalipun, sebaliknya hak suara menuntut pertimbangan akal sehat dan kearifan dalam menggunakannya. Pemahaman konstitusional ini pada gilirannya nanti akan menyebabkan kekuasaan ditentukan oleh faktor pilihan mayoritas. Hal ini tentu saja sangat membahayakan : bagaimana jadinya bila pilihan mayoritas kepada kelompok yang anti pada kedaulatan rakyat?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Makna kedaulatan rakyat tersebut tentu saja berbeda bila kita memahami UUD’45 dalam kerangka ideologis. Pasal tersebut diatas memiliki keterkaitan kuat dengan sistem nilai pancasila, yaitu musyawarah. Dengan demikian yang dinamakan kedaulatan rakyat mengandung arti kedaulatan yang diwujudkan dalam badan perwakilan rakyat yang susunannya ditentukan oleh hak suara yang dari musyawarah rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebagai ideologi UUD’45 tentu saja tak dapat diganti atau dirubah. Pergantian atau perubahan terhadap UUD’45 sangat membahayakan karena akan menciptakan jarak eksistensial antara kehidupan bernegara dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia. Sebagai contoh adalah amandemen pada pasal 6 ayat 2 UUD’45. Amandemen ini merupakan bentuk ‘pemurtadan’ terhadap sila ke 4 Pancasila. Dalam sila tersebut dijelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki sifat kerakyatan dan dipimpin oleh nilai-nilai kebijaksanaan sebagai hasil proses musyawarah perwakilan rakyat. Kata hikmad kebijaksanaan mengandung arti ada suatu usaha mencari keputusan yang benar dalam menentukan nasib bangsa. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan personifikasi dari sila ke 4 Pancasila. Maka bila kemudian MPR memilih Presiden idealnya dilakukan melalui pikiran yang sehat, penuh kearifan dan dapat diterima oleh semua fihak sehingga Presiden yang terpilih merupakan visualisasi dari keinginan untuk berhikmad pada kebijaksanaan. Idealisme ini tentu saja karam dengan adanya amandemen pada pasal 6 ayat 2 UUD’45 yang menyatakan Presiden dipilih langsung. Amandemen ini menghilangkan asas-asas musyawarah rakyat dalam menentukan kepemimpinan nasional. Dan jadilah kita memiliki pemimpin nasional yang memiliki potensi besar untuk tidak mampu berhikmad pada kebijaksanaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dari uraian diatas, munculah sebuah pertanyaan : Bila UUD’45 bukan konstitusi, lalu dimanakah letak konstitusi NKRI?. Sebuah konstitusi bukanlah dogma melainkan tetap menjadi hipotesa yang harus diuji dengan permasalahan yang harus dihadapi. Oleh karena itu konstitusi harus selalu terbuka pada usaha falsifikasi, selalu terbuka untuk diperbaharui atau diubah sama sekali. Bila kedaulatan tertinggi ada ditangan rakyat yg divisualisasikan oleh MPR, dengan ini hendak kami katakan bahwa hasil-hasil musyawarah MPR yang sering disebut Ketetapan MPR merupakan konstitusi NKRI. Dengan demikian kita memiliki sebuah konstitusi yang berfihak pada kepentingan rakyat. Agar konstitusi ini dapat mengikuti perkembangan jaman maka setiap 5 tahun sekali seiring dengan pergantian anggota MPR konstitusi harus ditinjau kembali agar mampu menjawab persoalan yang dihadapi bangsa ini&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Negara Kesatuan Republik&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;, Sebuah Negara Tanpa Partai&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pancasila, UUD’45 dan NKRI memiliki keterkaitan yang erat dan merupakan design besar bangsa Indonesia. Bila proklamasi hanya dapat mengantarkan bangsa Indonesia pada pintu gerbang kemerdekaan, maka pelaksanaan design secara benar merupakan kunci yang dapat membuka pintu gerbang kemerdekaan sehingga anak-anak bangsa bisa masuk kedalamnya. Namun antara design dengan bangsa Indonesia memiliki titik kelemahan yang cukup besar. Seperti halnya sebuah lukisan dalam sebuah pigura dengan dimensi lain diluarnya, ada retakan-retakan dalam kaca pigura yang mudah pecah dan membuat dimensi lain masuk merusak lukisan tersebut. Retakan tersebut berupa mentalitas manusia sebagai pelaksananya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bangsa Indonesia memiliki mental budak akibat terlalu lama mengalami penjajahan. Mental budak inilah yang membuat bangsa Indonesia begitu mudah menerima ide dan gagasan yang dapat merusak design yang telah dibuatnya sendiri. Maka dengan alasan potensi fasisme dalam UUD’45 pihak imperialis-kapitalis melalui berbagai macam perjanjian lalu melakukan penekanan dan bangsa Indonesia pun melakukan pergantian UUD’45 dengan konstitusi RIS kemudian selanjutnya UUDS’50 sebagai bentuk ketidak berdayaan. Akibatnya terjadilah untuk pertama kali deformasi pada design bangsa. Partai-partai berdiri, bentuk Negara berubah menjadi RIS, lembaga kePresidenan tidak berjalan sesuai dengan fungsinya. Puncak deformasi terselenggaranya pemilu tahun 1955 yang mengakibatkan frgamentarisasi masyarakat dan kekacauan pada sistem ketatanegaraan. Kekacauan ini disadari oleh Presiden Sukarno, lalu lahirlah Dekrit Presiden yg berisi kembali pada UUD’45.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sistem kepartaian dan pemilu tidak sesuai dengan design yang telah dibuat oleh pendiri bangsa. Ini disebabkan sistem kepartaian dan pemilu bertentangan dengan asas musyawarah sebagai dasar pembentukan kelembagaan Negara. Jelasnya, NKRI adalah sebuah negara tanpa partai. Oleh karena itu dalam UUD’45 tidak dijumpai satu pasal pun yang mengisyaratkan penyelenggaraan pemilu yg diikuti partai-partai dengan hak pilih rakyat sebagai pembenarnya. Pelaksanaan pemilu yang diikuti oleh partai-partai merupakan implementasi dari pasal 34 konstitusi RIS dan pasal 35 UUDS’50 padahal kedua konstitusi tersebut adalah hasil penetrasi bangsa imperialis-kapitalis kepada bangsa Indonesia. Dengan demikian sesungguhnya pemilu dan partai adalah kepanjangan tangan dari kepentingan bangsa imperialis-kapitalis untuk menguasai negeri ini&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Fakta ini disadari juga oleh Presiden Suharto. Ini yang menyebabkan beliau tidak pernah mendirikan partai tetapi memperkuat sebuah golongan besar untuk menampung berbagai macam kelompok dalam masyarakat untuk bermusyawarah dalam mengatasi persoalan bangsa. Golongan besar ini bernama Golongan Karya (GOLKAR). Bila pada awal berdirinya NKRI fasisme menjadi alasan bagi bangsa imperialis-kapitalis untuk mengeksploitasi mental budak bangsa ini, pada pemerintahan Suharto ketergantungan ekonomi menyebabkan mental budak pun kambuh dan terselenggaralah pemilu&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Untuk mengingatkan pada seluruh anak-anak bangsa bahwa dirinya tidak mampu melakukan perlawanan terhadap tekanan bangsa imperialis-kapitalis Presiden Suharto pada tahun 1972 mengubah tanggal 17 Agustus menjadi hari ulangtahun Republik Indonesia (HUT RI) bukan hari Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia. Ini artinya, Presiden Suharto sedang memberitahu seluruh anak bangsa bahwa dirinya tidak melaksanakan UUD’45 tapi UUDS’50, karena yang menyatakan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai HUT RI hanya terdapat pada Pembukaan UUDS’50&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;‘Kepatuhan’ bangsa Ini pada bangsa imperialis-kapitalis terus berlanjut setelah mundurnya Presiden Suharto. Bila sebelumnya mental budak mengakibatkan anak-anak bangsa tak mampu mengadakan perlawanan secara keseluruhan maka pada era reformasi mental tersebut telah membuat anak-anak bangsa dengan riangnya menerima penjajahan atas ide dan gagasan oleh bangsa imperialis-kapitalis. Bentuk kegembiraan tersebut dinyatakan melalui amandemen pada UUD’45. Ini tentu saja menjadi sesuatu yang ironis dan konyol : Apa yang menjadi alasan amandemen UUD’45 jika UUD’45 itu sendiri mulai dari NKRI berdiri sampai hari ini belum pernah dilaksanakan?. Tidak berlebihan jika kecurigaan pantaslah kita alamatkan pada kepentingan bangsa imperialis-kapitalis atas amandemen tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Musyawarah Sebagai Dasar Pembentukan Lembaga Negara&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam sistem ketatanegaraan bangsa Indonesia asas musyawarah merupakan ciri khas dalam memberikan makna kedaulatan rakyat, sebagi unsur pembentuk lembaga-lembaga Negara. Asas musyawarah selalu menghendaki pemikiran-pemikiran yang berhikmad pada kebijaksanaan sehingga keputusan yang diambil berdasarkan akal sehat dan demi kepentingan orang banyak. Dalam musyawarah fihak-fihak yang terlibat dapat mengeluarkan pendapat, kritik dan saran dengan penuh tanggungjawab dan mempertimbangkan kebersamaan serta persatuan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Musyawarah dapat dilakukan secara berjenjang dimulai dari lingkup terkecil organisasi yang ada pada bangsa Indonesia yaitu Rukun Tetangga (RT). Musyawarah RT akan memilih seorang atau lebih untuk mewakili mereka pada musyawarah Rukun Warga (RW). Musyawarah RW akan memilih seorang atau lebih dari mereka untuk menjadi wakil rakyat yang duduk sebagai anggota Lembaga Perwakilan Rakyat Tingkat Desa/Kelurahan (LPRD)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Lembaga Perwakilan Rakyat Tingkat Desa/Kelurahan ini kemudian bermusyawarah untuk memilih seorang atau lebih dari mereka untuk duduk sebagai anggota Lembaga Perwakilan Rakyat Tingkat Kabupaten/Kotamadya (LPRK). LPRK ini kemudian bermusyawarah untuk memilih seorang atau lebih anggotanya untuk duduk sebagai wakil rakyat di Lembaga Perwakilan Rakyat Tingkat Provinsi (LPRP) dan juga memilih seorang atau lebih sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dengan demikian yang dinamakan anggota DPR-RI benar-benar merupakan wakil rakyat bukan wakil partai, dipilih melalui Hak Suara Rakyat bukan Hak Pilih Rakyat, mencerminkan keragaman budaya bukan keragaman ideologi dengan kepentingan kelompok didalamnya. Diatas telah dikatakan bahwa Anggota DPR-RI dipilih melalui musyawarah Lembaga Perwakilan Rakyat Tingkat Kabupaten/Kotamadya. Ruang lingkup kabupaten/kotamadya yang tidak begitu luas akan memudahkan setiap anggota DPR-RI memahami betul persoalan-persoalan rakyat yang diwakilinya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Apabila DPR-RI merupakan perwakilan rakyat yang terbentuk dari proses-proses musyawarah rakyat dari mulai tingkat RT sampai Kabupaten maka MPR merupakan musyawarah besar bangsa Indonesia. Susunan anggota MPR adalah anggota DPR ditambah dengan utusan daerah dan utusan golongan. Keanggotaan MPR dari utusan daerah yang dimaksud adalah perwakilan yang diperoleh dari musyawarah masyarakat adat yang ada pada tiap-tiap daerah di Indonesia, sedangkan Utusan Golongan adalah perwakilan yang diperoleh dari musyawarah masing kelompok-kelompok yang memiliki pengaruh dimasyarakat baik dibidang agama, profesi, intelektual dan sebagainya yang semuanya diatur oleh undang-undang&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Hasil-hasil musyawarah yang dilakukan oleh MPR ini berupa ketetapan yang merupakan konstitusi NKRI dan berlaku selama 5 tahun. Kemudian MPR memberikan mandat pada Presiden untuk melaksanakan konstitusi tersebut. Presiden dipilih berdasarkan suara terbanyak dalam musyawarah yang dilaksanakan MPR. Suara terbanyak mengandung arti keinginan tertinggi yang terdapat dalam pikiran-pikiran sehat dari masing-masing anggota MPR untuk memilih seorang anak bangsa terbaik yang mampu memimpin anak bangsa lainnya bagi kepentingan bangsa dan Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tulisan ini tidak berpretensi menjadi sebuah pemikiran yang bersifat sophiscated thinking. Tulisan ini hanyalah upaya rakyat mengembalikan makna Pancasila, UUD’45 dan NKRI seperti apa adanya sejauh tidak tersesat memahaminya. Bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai falsafah hidupnya, UUD’45 menjadi ideologi yang mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, Negara dibentuk oleh ideologi sebagai alat bagi bangsa untuk mecapai tujuannya. Karena itu berbicara tentang lembaga Negara tidak dapat dilepaskan dari ideologi yang melahirkan negara itu sendiri. Tergusurnya asas musyawarah dalam pembentukan kelembagaan Negara merupakan bentuk deformasi pada design yang telah dibuat bangsa Indonesia sendiri dan design yang rusak kelak membuat bangsa Indonesia terlunta-lunta ditengah-tengah bangsa lainnya didunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Sudah saatnya kita membersihkan NKRI dari partai-partai bila ingin melihat masa depan yang lebih baik bagi negeri ini.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-675494678493311538?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/675494678493311538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/675494678493311538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2011/05/paguyuban-masyarakat-tanpa-partai.html' title='PAGUYUBAN MASYARAKAT TANPA PARTAI'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7TmGKDAp_y0/TdyEz_k1zrI/AAAAAAAACC4/PKY8yS-SBP8/s72-c/197426_1538944007964_1665819670_1121506_7383189_n+%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-3314949096410597421</id><published>2010-11-19T19:33:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T19:33:00.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Senyum Terakhir Gadis Pincang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TOdA9nyKApI/AAAAAAAACCs/uby-MoWY2lc/s1600/little_beggar_girl1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TOdA9nyKApI/AAAAAAAACCs/uby-MoWY2lc/s320/little_beggar_girl1.jpg" width="204" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;''Bella… dimana kamu,'' sebuah teriakan terdengar &amp;nbsp;penuh kemarahan. ''Aku dikamar bu, tunggu sebentar'' sebuah suara lirih terdengar diseberang ruangan.“ Cepat kamu kemari” Sayup sayup terdengar derap langkah kaki yang tergesa gesa dibalik tembok. Semakin lama suara kaki itu semakin jelas didengar. Seretan langkah kaki yang bergesekan dengan lantai begitu sesak didada. Tak lama kemudian muncul sesosok gadis kurus dengan kaki yang bisa dibilang tidak normal. Dia berjalan seperti menyeret kakinya yang diberi beban seribu ton. Tapi itu tentu saja tidak, dia hanyalah gadis pincang yang memprihatinkan. Penampilannya yang kumal seperti tak terurus. Tatapan matanya nanar seolah menggambarkan kepedihan hidup yang sangat mendalam. Gadis itu bernama Bella.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Disudut ruangan kecil bercat biru kusam ini terdapat sebuah bangku usang yang dimakan masa. Disana terlihatlah seorang wanita tua sedang duduk dengan wajah sangar menatap penuh kemarahan. Wajahnya memerah seolah hendak memancarkan bara api ke setiap penjuru ruangan tua ini. Baju nya yang lusuh semakin memperjelas raut muka nya yang makin menakutkan.Dia adalah ibu Kandungnya Bella.&amp;nbsp;Bella segera menghampiri wanita tua itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dia bersimpuh seolah memberi hormat yang dalam kepada ibunya. Wajahnya menunduk menatap lantai seperti ketakutan.“ ya bu, ada apa.?” Bella bertanya kepada ibunya perihal sang ibu memanggilnya.“apa saja yang sedang kamu kerjakan, dari tadi dikamar terus, dasar anak tak berguna” hardik sang ibu sambil menendang tubuh anaknya. Dan tubuh sang anak langsung jatuh bersimpuh dilantai.“ ampun bu, bukannya bella tak mau kerja, tapi bella benar benar lelah “ rintih bella seolah terisak memegang perutnya yang menjadi sasaran kemarahan ibunya.“ lelah..? lelah kamu bilang..? kerjamu hanya malas malasan , baru juga bersih bersih rumah sedikit, cuci piring, kamu sudah bilang lelah, pandai sekali kamu buat alasan, ngaku saja kalo kamu tu malas.” Bentak ibu semakin marah.“ ampun bu, saya tidak buat buat alasan, tapi benar saya sangat lelah.. dari tadi saya juga belum makan bu, saya lapar “ rintih bella semakin menjadi.&amp;nbsp;“ tidak akan ada makanan sebelum kamu kerja, masih banyak yang harus kamu kerjakan, sana cuci pakaian dulu, terus setrika, dan memasak, ibu ingin tidur dulu.. ayo segera kerjakan. Kalo sampai ibu bangun semua belum selesai, ibu kan menghukum kamu. Ibu &amp;nbsp;tidak akan memberi kamu makan siang.” Bentak ibu dengan tatapan mata mengancam sambil berlalu meninggalkan bella yang masih mematung di tempat dia bersimpuh tadi.“ baik bu, akan segera saya kerjakan” jawab bela singkat, karena tidak ada gunanya dia membantah. Kalau dia membantah , hal itu malah kan membuat ibu semakin marah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bella hanya mengikuti kehendak ibunya, dia segera bangkit ketika ibunya sudah tidak terlihat lagi. Matanya sembab karena menahan air mata yang terus beruraian tak mau berhenti. Tubuhnya mengigil ketika berdiri menahan rasa sakit di perutnya. Dia segera menyapu air mata dipipinya dengan telapak tangan nya yang kecil. Bella menarik napas lalu menghembuskannya dengan perlahan lahan. Setelah sedikit tenang dia tersenyum. Dan segera berlalu kedapur untuk mengerjakan segala yang di perintahkan ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Suasana dapur yang berantakan sungguh tak enak untuk dipandang. Disana sini semua perkakas berterbangan seolah diterpa badai. Begitulah keadaan dapur rumah bella. Rumah tua yang sejak lahir dia diami bersama ibunya. Meskipun sudah tidak layak untuk didiami, tapi mereka tak punya pilihan. Mereka terpaksa mendiami rumah tersebut daripada terlantar dijalanan.Bella segera menghampiri tumpukan kain yang terletak dikeranjang sudut dapur. Dia memungut beberapa helai kain yang tergeletak dilantai tanah itu dan memasukan nya kedalam keranjang. Dia mengangkat keranjang itu lalu segera pergi ke sumur.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Jalannya yang terpincang pincang membawa sekeranjang pakaian kotor sungguh membuat hati iba siapa pun yang melihatnya.tetapai senyuman selalu berusaha bella hadirkan disudut bibirnya untuk menghibur dirinya sandiri. Sesampai disumur dia segera mencuci pakaian kotor itu satu persatu.“ aku harus kuat dan berusaha tersenyum demi kebahagiaanku, ya allah berilah hambamu yang lemah ini kekuatan, karena hanya kepadamulah aku meminta pertolongan” bisiknya lirih. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya semua pakaian telah tercuci dengan bersih. Bella kembali masuk kedalam rumah tuanya. Dia berjalan menyusuri ruangan dapur tua itu. dia menuju kesebuah lemari reot yang terletak disudut dapur. Lemari tersebut adalah lemari penyimpanan persediaan makanan mereka. Disana hanya tersedia sedikit persediaan makanan. Bella teringat kalau ibunya sudah dua minggu tidak berbelanja. Akhirnya bella memasak sesuai dengan bahan yang tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bella terduduk kelelahan dibangku usang yang satu satunya tersedia dirumah mereka. Dia benar benar kelelahan dan kelaparan. Dia mau makan segera, tetapi dia takut ibunya marah. Akhirnya dia memutuskan istirahat sejenak sambil menunggu ibunya yang masih terlelap dikamar. Karena kelelahan tanpa disadri bella larut dalam tidurnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Byyyyuurrrrrrrrr“aghhhrrrrrrr.. Banjirrrrrr” teriak bella dengan kerasnya. Dia segera terbangaun dan langsung terduduk. Seketika dia sadar tubuhnya basah. Dia segera menoleh kedepan. Ternyata disana sudah ada ibunya berdiri sambil memegang ember. Sekarang dia tahu, bahwa dia tidak kebanjiran, tetapi ibunya lah yang dengan sengaja menyiram dia dengan air, dengan maksud agar bella segera bangun dari tidurnya.“ enak banget kamu tidur disini ya,, dasar anak pincang, kerjanya tidur saja,, apa kamu sudah masak..? caci ibunya“ uuu ,,, udahh bu… saya sudah masak tadi.. mmmaaff saya tadi tertidur “ jawab bella dengan gugupnya.“ mau tidur kamu.. ataupun mati sekalipun .&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Saya tidak peduli .. kamu jadi anak cuma menyusahkan dan jadi beban orang tua… sekarang ambilkan makanan untuk ibu” perintah ibunya“ baik bu” bella bangun dan segera kedapur untuk mengambil makanan ibunya.“ ini bu makanannya” kata bella sambil membawa sepiring nasi “ sini cepat” teriak ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bella segera meletakan sepiring nasi itu dihadapan ibunya. Ibunya segera mengambil dan memakan nasi tersebut. Tapi selang beberapa detik kemudian ibunya berhenti makan dan meludahkan makanan tersebut.“ anak kurang ajar, apa yang kamu masak ini… kamu mau bunuh ibu dengan makanan kamu ini” bentak ibu dengan wajah memerah“ ampun bu… bella tidak mau membunuh ibu.. bella masak seperti biasanya bu” jawab bella ketakutan“ seperti biasa,,? Tapi ini apa..? sekarang kamu coba makan.” Ibu segera berdiri dan melemparkan sepiring nasi tersebut kemuka bella. Bella terkejut ketika sepiring nasi tersebut mengenai seluruh wajahnya.“ ampun bu,, maafin bella.” Rintih bella sambil melap butiran nasi diwajahnya.“ sekarang coba kamu makan”Ibu segera menarik rambut bella dan meyuruh bella memakan nasi yang berserakan dilantai. Tak ada sedikitpun rasa iba diwajahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bella hanya bisa manangis mendapatkan perlakuan kasar ibunya.“ ya allah ampuni hamba.. berilah hamba kekuatan .. dan berilah ibu hamba kesadaran .. agar beliau dapat menyanyangi dan mencintai hamba” doa bella dalam hati sambil memakan nasi dilantai tersebut.Setelah puas dengan segala perlakuan kasar yang dia berikan kepada bella. Ibu segera menyuruh bella untuk membeli makanan diluar.“ nah sekarang belikan ibu makanan” bentak ibunya “ ibu sudah kelaparan”“baik bu” hanya itu yang bias bella jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dia segera berdiri dan berlalu keluar rumah. ''semoga, ibu tidak akan marah lagi sama bella, ibu pasti akan makan dengan lahap” bisik bella dalam hati sambil menenteng sebungkus nasi” &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bella berjalan menuju rumah nya dengan senyuman. Meskipun kakinya terasa lelah dan perih tapi dia selalu tersenyum. Dia ingin membahagiakan ibunya, meskipun bella tahu bahwa ibunya tidak pernah menyayanginya. Tapi dia tak berhenti berharap. Dia memiliki sebuah&amp;nbsp; impian. Impian yang selalu menemani tidur malamnya. Impian yang bagi sebagian orang mungkin tak kan pernah diimpikan. Bella hanya berharap kelak dia dapat memeluk ibunya saat dia tertidur. Karena keasyikan bermain dengan pikirannya sendiri, bella sampai lupa dengan keadaan di sekelilingnya. Tiba- tiba terdengar suara decitan ban yang marah. Bella segera sadar dari dunianya sendiri. Tapi semua sudah terlambat. Bella tak dapat berbuat apa apa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bella terbangun dari mimpinya, dia melihat ke sekelilingnya. Bella merasa sangat aneh. Karena dia terbangun disuatu tempat yang tidak diketahuinya. Disekelilingnya terdapat berbagai macam tumbuhan bunga dan berbagai bangku bercat putih . Ini semua seperti sebuah taman yang indah. &amp;nbsp;Bella hanya berdecak kagum penuh kebinggungan.“ tempat apa ini. Sangat indah sekali” ucap bella penuh kagumBella segera bangkit dan mulai menyusuri setiap sudut taman tersebut. Setelah cukup lama berkeliling , bella melihat seseorang yang sedang duduk di bangku taman. Bella segera berjalan menuju orang tersebut. Bella ingin mengetahui dimana dia berada sekarang.“ permisi kak, saya berada dimana ya?” Tanya bella kepada orang yang dia lihat tadi. Ternyata dia seorang gadis yang sangat cantik.“ ini adalah taman saya” jawab gadis tersebut “ kamu kenapa disini, ayo duduk disini” ajak gadis tersebut.“ saya juga tidak tahu kak, tiba tiba saya sudah berada disini“ kamu dari mana”“ saya tadi sedang membeli makanan untuk ibu”Gadis itu hanya mengangguk“ kamu mau tinggal bersama kakak disini” ajak sang gadis“ tapi kak, ibu pasti marah sama bella” jawab bella sambil membayangkan ibunya yang sedang marah.“ ibu kamu tidak akan marah, kakak yakin itu, sekarang kamu mau tinggal disini”Bella terdiam sambil memikirkan sesuatu.“ baiklah kak , bella mau”“ sini kakak peluk kamu., kamu pasti kelelahan”Akhirnya bella memutuskan untuk tinggal disini. Bella merasa bahagia disini. Sekarang bella mempunyai seseorang yang kan menyayangi dirinya. Bahkan seseorang yang akan selalu memeluknya dalam tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Seorang gadis terbaring ditengah jalan dengan tubuh berlumuran darah. Tubuh anak tersebut terlihat pucat dan kaku. Semua orang hanya mengelilingi dan melihat saja. Tak ada satupun yang berani membawa jasad anak tersebut kerumah sakit. Ditangan anak tersebut masih tergenggam sebungkus nasi. Dan lebih anehnya, sebuah senyuman tak berhenti tersungging disudut bibirnya. Seolah dia merasakan sebuah kebahagiaan.Dirumah tua yang usang. Seorang ibu duduk dengan wajah marah menunggu kedatangan anaknya. Caci maki terhadap anaknya selalu terucap dibibirnya. Dia tidak menyadari bahwa anak yang ditunggunya tersebut tidak akan pernah kembali lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_______________&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;ruang sunyi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-3314949096410597421?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3314949096410597421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3314949096410597421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/11/senyum-terakhir-gadis-pincang.html' title='Senyum Terakhir Gadis Pincang'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TOdA9nyKApI/AAAAAAAACCs/uby-MoWY2lc/s72-c/little_beggar_girl1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-7405443210991814646</id><published>2010-11-12T01:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T01:39:02.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Tentang Seorang Gadis : Ana</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TN0Gth556dI/AAAAAAAACCo/3mv0CQXTH0M/s1600/ana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TN0Gth556dI/AAAAAAAACCo/3mv0CQXTH0M/s320/ana.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;''Katakan di pucuk pohon mana kau menginginkan kita bercinta?'' Tanyaku menggodanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Mendengar kalimat itu, sebentar matanya menatap mataku. tapi, hanya sebentar. Kami memang tak pernah benar-benar berani bercinta. Setumpuk&amp;nbsp; firman dalam kitab suci masih cukup untuk menakut-nakuti kami berdua bila melakukannya. Sederet nilai&amp;nbsp; seolah menjadi jangkar yang memberati pikiran untuk meyakini bahwa hal kayak gitu&amp;nbsp;&lt;em&gt;mah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;biasa. Bercinta di atas pohon tertinggi adalah imajinasi terliar yang pernah kami obrolkan.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Hahaha&lt;/em&gt;, sungguh diskusi dua orang penakut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dia masih saja diam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dia diam. Hanya badannya yang bersandar di tembok sesekali terguncang pelan. Ada danau menggenangi matanya. Ya, dia menangis diam-diam.&amp;nbsp;Sudah hampir dua jam aku merayunya berbicara. Namun, seberapa kalimat yang meluncur dari bibirku, selama itu pula ia memilih tak berbicara,&amp;nbsp;jujur aku bingung. Bibir mungilnya yang terbiasa ramai oleh bunyi kini terbungkam rapat tanpa suara. ''Berceritalah..!'' pintaku. Tetap tak tersahuti.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Sementara di luar, gerimis mulai turun. Sesekali tempias airnya masuk melewati lubang jendela kamarku yang tak tertutup rapat. Kulirik jam dinding, sudah pukul 17.13 WIB. Beberapa jam sudah berlalu sejak ia datang dalam diam. Aku sudah mulai kelelahan merayunya berbicara. Aku pun sudah hampir kehilangan kalimat-kalimatku sendiri. Tiba-tiba saja dia berbicara ''Aku hamil…tidak denganmu. tapi orang lain.''&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;(2)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Sebuah pesan singkat tiba-tiba muncul dalam kotak pesan hapeku :&amp;nbsp;"Kutunggu di taman yang dulu, jam lima sore ini. Salam. Ana.''&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Aku masih tak percaya. Kuulangi sekali lagi membacanya. Masih sama. Tak ada satu pun huruf yang berubah.&amp;nbsp;Tanpa bermaksud merendahkan kemampuan teknologi aku mencoba mengamankan perasaanku dengan berusaha tak percaya.&amp;nbsp;Bagaimana mungkin Ana tiba-tiba muncul lagi dalam kehidupanku.&amp;nbsp;Telah delapan tahun aku mencoba mengubur segala ingatan tentangnya. Yang mati biarlah mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Aku berusaha kembali menekuri pekerjaanku yang nyaris terancam deadline. Tinggal satu halaman saja, maka aku bisa menyetorkannya pada redaktur sore ini juga.&amp;nbsp;Tak terlampau susah buatku untuk menyelesaikannya. Semua sudah ada di kepala.&amp;nbsp;Sedetik, dua detik, semenit, merambat satu jam.&amp;nbsp;Tanganku tiba-tiba terasa tak bisa bergerak. Dua puluh enam simbol alphabet ditambah 10 angka dan ikon-ikon lain dalam tuts keyboardku seolah hilang arti.&amp;nbsp;Bahkan tiba-tiba 17 inch layar monitor di depanku langsung menjelma dirinya. A N A ...Ah, pesan yang dikirimnya sore ini tak kusadar telah mendera batinku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ingatan kembali tentangnya kurasa bagai pukulan emosional yang nyaris tak terlawan.&amp;nbsp;Mungkin seperti ini rasanya ketika Superman bertemu hijau batu krypton?Arrgghh...mengapa aku masih saja seperti ini.Ana adalah kosong.&amp;nbsp;Nama dan bayangannya telah kubunuh bertahun-tahun lalu.&amp;nbsp;Aku memang telah memaafkan segala pengkhianatannya. Walau sangat berat aku berusaha menaruh egoku di koordinat terbawah waktu itu.&amp;nbsp;Ia hamil dengan orang lain. Ia tak pernah mau pernah mau bercerita siapa lelaki itu. Bahkan, sampai akhirnya ia pergi menghilang, aku tetap tak mampu marah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Pergilah dengan semua cinta yang kau punya. Biarkan aku berjalan semampunya dengan mengumpulkan sisa-sisa patahannya. Getirku sudah lenyap.&amp;nbsp;Sebab, kegetiran yang bertumpuk-tumpuk tak akan terasa lagi sebagai kegetiran. Ia hanya akan menjadi rasa yang biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Sudah jam lima. Aku harus datang menemui Ana sore ini, walau telah terlambat. Aku tak peduli. Ruang dan waktu hanyalah buatan manusia. Sementara rasaku adalah adikarya Tuhan yang bahkan tak diberikan-Nya kepada malaikat sekalipun.Tak sampai sepuluh menit aku telah tiba di taman.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Taman akasia tempat kami dulu sering menghabiskan hari. Aku berjalan menuju bangku kosong di bawah pohon akasia terbesar di pojok kiri taman. Tempat duduk favorit kami.&amp;nbsp;Aku duduk sendirian. Ana belum datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ana bukan lagi kosong.&amp;nbsp;Sore ini ia berubah wujud menjadi teka-teki silang buatku.&amp;nbsp;Pertanyaan demi pertanyaan muncul tanpa jawaban.&amp;nbsp;Apa kabarnya?&amp;nbsp;Apakah yang diinginkannya dariku sore ini?&amp;nbsp;Masih kah wajahnya yang tirus membius itu mampu memompa adrenalinku?&amp;nbsp;Entahlah...Sedetik, dua detik, semenit merambat satu jam.&amp;nbsp;Ana belum juga datang. Satu jam, dua jam, tiga jam. Ana belum juga hadir melegakan penantianku.&amp;nbsp;Gerimis mulai turun menemani malam yang semakin menua.&amp;nbsp;Sudah lima jam aku menunggu di bangku taman ini.&amp;nbsp;Sendiri... Akhirnya aku berdiri.&amp;nbsp;Berjalan menerobos gerimis.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Meninggalkan kosong, menuju pasti. Walau malam gerimis...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku pelan. ''Mari kita pulang. Biarkan dia istirahat dengan tenang''.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Aku menoleh, lalu mengangguk. ''Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan. Tapi, sudahlah. Dia telah memilih jalannya sendiri,'' ujar ayah Ana sambil tetap memegangi pundakku.&amp;nbsp;Aku berdiri, kemudian mengiringinya meninggalkan pekuburan tempat Ana baru saja ditanam.&amp;nbsp;Belum genap lima meter berjalan memunggungi kuburan, aku sudah diburu rindu. Kusempatkan lagi menengok gundukan tanah basah tempatnya menjalani tidur panjang tanpa mimpi.&amp;nbsp;Tiba-tiba saja aroma kamboja meruap. Lembut.&amp;nbsp;Dalam sedetik seluruh pekuburan menjelma putih kapas. Aku tergeragap. Ah, malaikat memang tak pernah mau hadir terlambat. Ia selalu datang dan beruluk salam pada penghuni baru, tepat setelah langkah ketujuh pelayat terakhir meninggalkan makam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;(3)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;''Sebelum masuk rumah sakit jiwa, Ana tak sekecap pun mau berbicara. Dia hanya menulis. Rupanya ada banyak hal yang ingin disampaikannya kepadamu. Ambillah! Kamu lebih berhak untuk menyimpannya,'' ujar mama Ana ketika aku mampir ke rumahnya seusai pemakaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Daun-daun akasia yang berwarna kuning banyak berjatuhan.&amp;nbsp;Ia seolah mengabarkan kelelahan bertahan menghadapi kemarau yang membakar dan tak putus-putus.&amp;nbsp;Senja ini aku duduk sendiri di bangku taman akasia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Satu demi satu kubuka tiap lembar halaman buku harian Ana.&amp;nbsp;Membaca buku harian Ana membuat kesedihan tumpah ruah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;7 Desember 2004&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;(malam jahanam)Tuhaaaaan!!!!!! Takdir macam apa ini?????KAU biarkan bajingan bajingan itu mengobrak-abrik kehormatanku, menindas kemanusiaanku. Apa salahku????? Bukankah KAU yang berkehendak menjadikanku perempuan???? Kenapa KAU relakan orang-orang itu melecehkan martabat yang sudah kujunjung tinggi-tinggi???? Aku benci KAU Tuhan. Aku benci Tuhan yang telah membiarkanku diperkosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;30 Desember 2004&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Lihat, lihatlah...aku mual-mual tanpa ampun. Jangan...Jangan aku hamil oleh benih para jahanam itu. Tolong Tuhan, sekali ini saja dengar dan kabulkan permintaanku!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;31 Desember 2004&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Fucking Pregnant...!!!!!!!!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;1 Januari 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Resolusi awal tahun: Bunuh Diri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;7 Januari 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Menatap mata teduhmu sore tadi membuatku luluh lantak. Mengingat caramu merayuku berbicara seperti menahan rasa perih sebab tertikam tepat di ulu hati. Aku mencintaimu. Sebab itu kalimatku tak pernah sampai. Aku tak pernah tega mengabarimu yang sebenarnya. Aku ingin kau membenciku. Karena itu bisa mengeruk perasaan bersalahku yang bergunung-gunung kepadamu. Aku ingin kau membenciku, seperti aku membenci takdir yang berjalan buruk.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;8 Januari 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Aku masih mencintai gerimis, dan membenci badai.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;13 Januari 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Virginia Wolf membunuh dirinya sendiri dengan mencebur ke dalam sungai. Hitler tewas setelah menembak kepala sendiri di lubang persembunyiannya. Cak Sakib tetangga sebelah rumah mati dikeroyok massa karena dituduh dukun santet. Ustadz Rojil mengembuskan penghujung nafasnya saat sujud salat di musala rumahnya. Adakah bedanya bagiku? Tidak ada! Kematian sesungguhnya peristiwa biasa. Kecuali ia menimpa orang-orang dekat kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;18 Januari 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Janin dalam rahimku tumbuh bersama kebencianku pada hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;21 April 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;(Saat aku ragu apa gunanya menjadi perempuan) Ini hari kartini. Sudah seminggu aku tergolek di rumah sakit, Mama memergoki dan mengagalkan usahaku bunuh diri. Aku tetap hidup, tapi janinku mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;18 Agustus 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Lucu. orang-orang menganggapku mulai gila. Padahal, sungguh aku tidak apa-apa. Aku hanya muak pada garis dunia yang tidak berpihak kepadaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;19 Maret 2007&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Tiba-tiba aku kangen kamu. Aku ingin menangis tapi tak bisa. Mungkin juga sudah tak perlu. Aku ingin kita bertemu di taman yang dulu,tapi tak bisa. Mungkin juga sudah tak perlu. Tahukah kau betapa sakitnya terpuruk pada keinginan yang tak sampai. Aku menyintaimu lebih dari sekedar yang bisa aku lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;21 Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Hari ini aku masuk rumah sakit jiwa. Bukankah itu artinya aku sudah benar-benar gila??!!! Hahahahaha. Sungguh aneh orang-orang itu. Kamu percaya bahwa aku tidak gila kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;28 Oktober 2008&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bisa jadi cinta memang buta, tapi kita tidak. Aku ingin memilihmu menjadi pengantinku di surga nanti. Kamu mau?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;1 November 2008&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Hari ini aku ulang tahun. Sejak pagi tadi aku sudah mandi.&amp;nbsp;Perawat rumah sakit memujiku cantik.&amp;nbsp;Iya, aku memang sengaja berdandan paling cantik hari ini.&amp;nbsp;Bukan untuk meniup lilin ulang tahun, tapi untuk pulang menuju Tuhan.&amp;nbsp;Dua hari lalu aku sudah berhasil mendapatkan arsenik yang kupesan pada tukang es cendol yang biasa mangkal di luar zaal rumah sakit jiwa.&amp;nbsp;Aku yakin racun itu akan menjadi menara Babel yang undakannya bisa mengantarku ke surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dunia, selamat tinggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Kututup buku harian Ana. Kurapalkan doa buatnya.&amp;nbsp;Lalu, kutinggalkan bangku taman akasia bersama gerimis yang tiba-tiba datang bersama semerbak kamboja.&amp;nbsp;Selamat sore Ana..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;____________________________________oo0oo____________________________________________&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;cerpen ini merupakan tetralogi cerpen terdiri dari : Gerimis, Gerimis II, Gerimis Terakhir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-7405443210991814646?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/7405443210991814646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/7405443210991814646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/11/tentang-seorang-gadis-ana.html' title='Tentang Seorang Gadis : Ana'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TN0Gth556dI/AAAAAAAACCo/3mv0CQXTH0M/s72-c/ana.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-6733255341184230406</id><published>2010-10-08T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T05:58:36.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mini'/><title type='text'>perjamuan luka (II)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TK8VT-r5coI/AAAAAAAACCg/iap_ekMHw24/s1600/pisau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TK8VT-r5coI/AAAAAAAACCg/iap_ekMHw24/s320/pisau.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;maaf, untuk beberapa waktu ke depan saya mungkin akan terlihat seperti seorang perempuan yang mengusung paham gender. bahwa saya adalah perempuan, tentu tak bisa dielakkan. tapi apakah saya penganut paham feminisme? masih harus dipertanyakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;begini, saya berencana membunuh seorang laki-laki. dan mungkin, laki-laki itu adalah salah satu dari kalian. maka lebih baik, bacalah dengan teliti tulisan saya ini. jangan-jangan memang ada semacam tanda, yang menunjukkan bahwa laki-laki yang saya maksud adalah kamu. atau kamu. atau kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;di masa lalu, saya pernah bertemu dengan seorang laki-laki. dia membuat saya merasa, bahwa sayalah satu-satunya perempuan yang paling berbahagia di dunia ini. tapi kesimpulan itu hanya bertahan tidak lebih dari dua bulan. karena bulan ketiga, dia memutuskan untuk pergi. lari meninggalkan saya yang berurai airmata.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;dari sanalah, saya belajar untuk terluka. dan dari sana juga, saya belajar untuk melukai. tahun demi tahun berjalan. saya terus saja memburu laki-laki untuk saya lukai. meski saya kadang-kadang merasa gagal. tapi selebihnya adalah kepuasan yang berlebihan. saya tertawa di atas duka para laki-laki. saya lari meninggalkan laki-laki demi laki-laki dengan luka yang menganga di dada mereka. walau saya yakin, luka yang saya buat tidaklah sedalam luka yang pernah saya rasakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;hingga tibalah saya pada sebuah masa. saat ini. saya bertemu dengannya tepat ketika dunia saya terlampau sunyi. dan saya menemukan riuh yang menyegarkan di matanya. di bibirnya. di jiwanya. saya menemukan ombak badai di rambutnya. saya menemukan sebuah pertarungan di tubuhnya. saya berteriak gembira. dan diam-diam, saya menulis sebuah surat cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;untukmu,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;seseorang yang menulis tuhan dengan huruf (t) kecil.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;aku jatuh cinta padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;mungkin ini hanya bias semata&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;sebuah kesimpulan yang terlalu cepat dibuat&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;tapi aku harap, kau mau menerima cintaku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;terimalah cintaku ini dengan hidupmu yang beriak&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;aku terlampau letih dalam kesunyian&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;aku,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;perempuan sunyi yang menikahi puisi.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;begitulah saya tulis surat cinta padanya. saya tahu, dia akan menolak pernyataan cinta saya. tapi saya benar-benar tak peduli. cinta, membuat saya berani. beberapa hari setelah saya kirim surat itu, saya mendapat jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;kalian tahu apa jawabannya?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;mengerikan. dia menjawab, dia tidak mencintai saya. tapi jika saya mau, dia bisa membuat saya berbahagia. bukan dalam bentuk cinta. tapi bentuk lain, yang tak semua orang mau memberikannya. dan tentu saja, tak ada imbalan apa pun yang harus saya berikan padanya. artinya, dia memberikannya secara cuma-cuma. GRATIS.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;hemm...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;apakah pernah terpikirkan olehnya sebelum ini, bahwa saya tidak pernah menginginkan apa pun selain CINTA. saya tidak tahu. tapi saya sudah terlampau masuk, terjebak dalam permainannya. maka, bersenang-senanglah saya atas nama cinta. meski diam-diam saya menangis dalam hati. saya tetap tak bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;malam ini, saya putuskan untuk membunuhnya. saya telah mengasah pisau yang saya ambil dari dapur milik ibu. saya menyembunyikannya di dalam tas tangan. lantas saya bikin perjanjian dengannya di sebuah tempat. besok, mungkin akan ada sebuah berita di koran-koran kota yang menceritakan bahwa telah ditemukan mayat lelaki dengan tubuh telanjang di sebuah kamar. dengan pisau dapur menancap di jantungnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;ya, malam inilah saya akan membunuhnya. mungkin lima menit lagi dia akan datang. saya menulis semua ini, tepat saat saya menunggu kedatangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;jika memang kamu adalah laki-laki yang saya maksud. mendekatlah. kita tuntaskan urusan kita sekarang. karena aku sudah lelah berpura-pura bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;[kisah klasik, 14 maret 2005]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-6733255341184230406?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6733255341184230406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6733255341184230406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/10/perjamuan-luka-ii.html' title='perjamuan luka (II)'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TK8VT-r5coI/AAAAAAAACCg/iap_ekMHw24/s72-c/pisau.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-5783994560838559779</id><published>2010-09-17T07:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T07:09:33.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mini'/><title type='text'>Operet Getir : Kisah Cinta Marbut - Uly Gizna</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TJN1-69dotI/AAAAAAAACCU/2jv_yv1kp0A/s1600/38569_1378725669258_1265384207_30892449_6431473_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TJN1-69dotI/AAAAAAAACCU/2jv_yv1kp0A/s320/38569_1378725669258_1265384207_30892449_6431473_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sudah hampir lima belas tahun marbut tak pernah pulang ke kampung halamannya di antara jejalan gedung gedung kota di sebuah gang kumuh yang hari ini pun masih tampak bahkan makin kumuh.&amp;nbsp;acasia tua di sesela tarian ilalang tempat biasa marbut mengobral puisi gila pada samroh pun kini hanya tinggal kenangan. sekarang yang ada hanya sebuah warung pojok remang remang biasa tempat mangkal jajanan pasar.sebuah kampung getir di mana marbut menemukan cinta pertamanya dan harus berakhir pula kisah cintanya dengan tragis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;berjalan keliling kampung menjumput kenangan yang pernah tertinggal, marbut merasa diikuti seseorang sedari tadi dari belakang. kemudian di sebuah ujung gang yang sepi marbut coba bersembunyi. ia bisa melihat seorang gadis manis kerudung putih bingung celingukan mencari cari ke arah mana marbut pergi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;WOYY ..!!!, marbut mengagetkannya dari belakang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;gadis itu sontak meraba dadanya, menahan jantungnya yang hampir copot sambil mulut komat kamit baca mantra yang entahlah apalah hehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hai cewek.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sepertinya kita belum kenalan,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;begitu marbut mencoba sok akrab sok dekat sambil cari tahusiapa gadis di hadapannya dan apa maunya ngikutin dia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hai marbut,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sepertinya kau tak mengenaliku lagi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut mengamati dengan seksama gadis itu mulai dari ujung rambut sampai jempol kaki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku telah kehilangan sebagian memoriku sejak samroh pergi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;jadi maaf, aku sama sekali tak mengenalimu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku uly, buth ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hmm..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly .. yang kutahu, uly adalah teman sepermainan samroh dulu, gumam marbut dalam hati. ya. walau sedikit ingatan marbut tentang uly,tapi yang dia tahu dulu uly itu secantik samroh. sampai marbut waktu itu bingung harus memilih, nembak samroh apa uly, harus nembak uly atau samroh. uly dan samroh sama-sama manisnya. hingga akhirnya marbut memutuskan untuk memilih salah satunya. dan tinggallah uly yang harus main boneka bonekaan sendirian tanpa samroh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;waah ... uly !&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apa kabar !&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kamu sudah besar sekarang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;besar apanya but ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hehe ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ah uly .. bisa aja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kamu ke mana aja buth.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kau jahat. pergi gak bilang bilang ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut bisa melihat ada perubahan roman wajah uly yang berubah jadi sebel, marah, atau rindu, dendam, atau .. ah gimana gitu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hei .. hehe ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kau rindu aku rupanya, marbut mencoba menggoda&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kenapa tak kau peluk saja aku, marbut membuka dan merentangkan tangannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sarap .. !!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly berusaha mengelak. tapi marbut selalu benar tak bisa dibohongi. jauh di sudut ruangan di matanya, uly menyimpan kerinduan diam diam pada marbut. rindu, atau tepatnya cinta yang tak kesampaian karena cinta marbut hanya pada samroh. dan setelah samroh pergi pun hingga marbut ikut menghilang pergi ke puncak puncak gunung dasar-dasar samudera untuk mencari cintanya.tinggallah uly yang bertepuk sebelah tangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tahukah kamu,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku simpan rasa ini sejak lama,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;demikian uly hanya bisa sampaikan jeritnya lewat hati&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sementara dalam hati marbut berkata,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;oh uly. seandainya aku dulu lebih memilihmu ketimbang samroh, kita pasti sudah punya anak tiga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut lantas menyalahkan dirinya. memaki dirinya habis habisan. kenapa kau sia siakan cinta suci itu marbut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;menikahlah denganku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apakah masih ada jalan itu untukku ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut tanpa basa basi langsung to the ballpoint&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sudah terlambat, marbut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;terlanjur ada tembok terbentang di antara kita&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sekarang aku ...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly menundukkan wajahnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut bisa melihat sebuah cincin di jari manis uly ketika uly menyeka air matanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apa but ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kau lihat apa ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;cincin ini cincin pemberian samroh kok. bukan apa-apa,tenang aja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut kembali berseri,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;nah kalo gitu tunggu apa lagi ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;yuk .. kawin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak bisa but,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sudah terlambat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut kembali kecewa tak mengerti uly,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;trus gimana dong ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku sudah terikat cinta sejati, but ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;diriku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hidupku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tiap nafasku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;matiku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;semua kuserahkan pada tuhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku abdikan semuanya pada tuhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak ada sisa untuk manusia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apalagi untukmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sisakan dong untukku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak ada marbut,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak bisa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;selamat tinggal marbut ...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut hanya bisa terpaku melihat uly berlalu dari hadapannya. hampa ... rasa hampa ...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sementara uly berjalan menjauh dari marbuth yang fanaa. sesenggukan ia menahan jatuh air matanya yang berderai mengiringi langkah gontainya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sesampai di mushalla kampung kumuh itu uly bersimpuh di sebuah sajadah tua yang biasa dipakainya meratap pada Tuhan. oh, Tuhanku yang nyawaku ada di tangan-Mu, maafkan aku atas tak kuasanya aku menahan rasa ini.sekiranya ini tak kau suka, marahi saja aku, tapi jangan hukum aku. plis, Tuhan ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sementara marbuth tak habis pikir dengan bersikukuhnya uly dengan pendiriannya untuk hanya menyerahkan cintanya bahkan menyerahkan hidup matinya hanya untuk Tuhan. bukankah manusia diciptakan dengan badan biologis yang juga perlu kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, begitu pikirnya. bukankah ada siang ada malam, ada bintang ada bulan, ada timur ada barat, ada laut ada darat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ah, uly. bukankah semua hidup berpasang-pasangan berdampingan. dan demikian pulalah diciptakannya keseimbangan. bukankah pemimpin tak bisa memerintah tanpa ada rakyatnya. bukankah kupu kupu tak bisa terbang tanpa sepasang sayapnya.bukankah nafasmu juga butuh udara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;oh, uly .. ihiks .. apiku juga butuh saljumu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;akhirnya di suatu kesempatan saat marbuth ingin melanjutkan kelananya meninggalkan kampung getir itu, marbut kembali bertemu uly di sesela tarian ilalang dekat tempat marbut pernah meratapi jasad samroh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kau datang tiba-tiba,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apakah kau akan pergi begitu saja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut sempat memperhatikan roman wajah uly yang sedang menunduk tak kuasa menahan rasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ini tawaranku yang terakhir,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;menikahlah denganku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku pun sudah bosan dengan getirku ini&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak bisa marbut,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;janjiku telah disaksikan para malaikat,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;bahwasanya hidup dan matiku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hatta keperawananku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;semua kuserahkan pada-Nya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut masih tak bisa menerima jalan pikiran uly.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbuth,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku tak bisa nodai cinta suciku ini dengan hidup bersamamu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku sadar itu uly,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;hidupku lacur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak lebih hanya sampah dunia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;habiskan hari hariku dengan sekeranjang video luna&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tapi tahukah kau uly ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tiba-tiba wajah marbuth nampak serius berbicara pada uly.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;.. aku semalam bertemu Tuhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tepatnya melihat Tuhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;dan Tuhan pun berkata-kata padaku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;omonganmu makin ngelantur saja marbut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;habis berapa botol racun kau semalam ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;coba jelaskan bagaimana bentuk Tuhan padaku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;bagaimana pula Tuhan berkata-kata padamu ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tak bisa dijelaskan uly&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kenapa tak bisa ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kau hanya asal saja kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ketahuilah uly,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku melihat Tuhan tak seperti kau melihat sesuatu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Tuhan pun bicara padaku tak seperti aku bicara padamu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Dia punya caranya sendiri untuk tajalli tampakkan diri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;dan Dia punya cara sendiri untuk berkata-kata&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;punya cara sendiri untuk jelaskan makna makna&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;lalu ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;lalu jangan samakan Tuhanmu dengan laki-laki, uly !&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apa kau kira Dia juga doyan wanita sepertiku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;berganti dari satu wanita ke wanita lain&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sungguh rendah Tuhanmu kalau begitu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;jadi ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;jadi, menikahlah denganku uly&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;plis ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tunggu apa lagi ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly berpikir keras. gamang sekali ia saat itu. logika marbut tentang tuhan tak sepenuhnya ia pahami. terlebih sosok marbut lacur yang rasanya tak pantas bicara tentang tuhan begitu. apalagi soal menikah ? ah .. masih jauh rasanya. yang ada di pikiran marbut hanya pikiran pikiran kotor, gumam hati uly.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;coba kau jawab pertanyaanku ini,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kalau kau bisa jawab, kau boleh nikahi aku saat ini juga&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kalau tak bisa jawab, inilah akhir perjumpaan kita&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;apa ul ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;tanggal berapa kau akan mati ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;lalu di mana kau akan dikubur ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;modhiarr kau marbut ! .. pikir uly&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut mencoba berpikir, lalu .. ah gila kau uly. kau beri aku pertanyaan yang tak ada jawabannya. asemm !! pikir marbut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ha ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;pertanyaan seremeh itu pun tak bisa kau jawab marbut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kuberi perpanjangan waktu sampai 30 detik lagi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;30 .. 29 .. 28 .....&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;5 .. 4 .. 3 .. 2 .. 1,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;uly berhitung mundur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;sudahlah but,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ini mungkin akhir cerita kita,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;bercintalah dengan puisi lacurmu,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;aku akan bercinta dengan caraku sendiri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;bye ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut melihat uly berlalu dan menjauh darinya sambil terus berpikir jawaban dari pertanyaan uly itu. marbut masih tetap berharap uly merubah keputusannya. ia berharap di langkah kelima uly berbalik menoleh kearahnya, namun setelah langkah kelima pun uly tetap tak menoleh. baiklah, kutambah jadi 15 langkah pikir marbut. namun sampai langkah ke-15 uly pun tetap tak menoleh ke belakang. sial, siapa tahu di langkahnya yang ke 50 dia akan berubah pikiran, pikirnya lagi. namun sampai di langkahnya yang ke 50 uly tetap tak menoleh ke arahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;baiklah,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kalau itu maumu,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;kata marbut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;marbut lalu mengangkat tangannya tinggi tinggi ke arah uly, seraya mengarahkan jari tengahnya menantang langit ..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;ini untukmu ! .. uly !&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;(the end)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;b&gt;[Marbut Sastragila]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-5783994560838559779?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5783994560838559779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5783994560838559779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/09/operet-getir-kisah-cinta-marbut-uly.html' title='Operet Getir : Kisah Cinta Marbut - Uly Gizna'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TJN1-69dotI/AAAAAAAACCU/2jv_yv1kp0A/s72-c/38569_1378725669258_1265384207_30892449_6431473_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-5035600788577865949</id><published>2010-09-16T05:20:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T05:20:46.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haiku'/><title type='text'>[Haiku] Lelaki dalam Doaku !</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TJILkttiOlI/AAAAAAAACCM/2BzhOE8i9f0/s1600/bpk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TJILkttiOlI/AAAAAAAACCM/2BzhOE8i9f0/s320/bpk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;bulan merambat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #333333; display: block; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding-right: 100px; word-wrap: break-word; zoom: 1;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;sepi bisu dan penat&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;ilalang senyap&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;kokoh laksana jati&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;ia dihati&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;berkeping arti&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;rindu kokohmu&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;rindang selalu&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;kudapati tiap waktu&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;senyum yang ringkih&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;pertanda jiwa perih&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;kutahan pedih&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;kiblat hidupku imam&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;memuja Tuhan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;dilangit biru&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;ingin obati luka&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;sakit diraga&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;dan binar puja&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;[Bapak, kudengar sakitmu. Ooo... katakan perihmu padaku, andai sesobek kulitku bisa mengobati pedihmu niscaya akan kulakukan, meski itu perih jua, agar kembali bersinar harimu. Bapak, cahaya hidupku mentari damai pada langkah langkahku yang tiap sinarnya adalah pertanda kebaikan semata. aku merindumu bersama bakti dan do'aku]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30887457&amp;amp;fbid=1376674937991&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=435996117792&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=435996117792&amp;amp;id=1265384207" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img_loading img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs133.ash2/40004_1376674937991_1265384207_30887457_8286049_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; left: -100000px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; position: absolute; top: -100000px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;Uly Giz&lt;br /&gt;Hongkong&lt;br /&gt;12 Agustus '01&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-5035600788577865949?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5035600788577865949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5035600788577865949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/09/haiku-lelaki-dalam-doaku.html' title='[Haiku] Lelaki dalam Doaku !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TJILkttiOlI/AAAAAAAACCM/2BzhOE8i9f0/s72-c/bpk.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-3474568148425255793</id><published>2010-07-04T03:49:00.000-07:00</published><updated>2010-07-04T03:49:23.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'>Sukanti : Adakah yang Mengenalnya ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TDBm8BMNXsI/AAAAAAAACBk/omIru0gp_uY/s1600/0.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TDBm8BMNXsI/AAAAAAAACBk/omIru0gp_uY/s320/0.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #777777; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif;"&gt;Sukanti namanya, kemalangan dan derita selalu menjadi teman sejak perempuan ini dilahirkan. Ayahnya tewas terbunuh oleh segerombolan perampok ketika mempertahankan harta kekayaan yang tidak seberapa. Ia menjadi yatim ketika masuk SD 9 tahun yang lalu. Setelah ibunya menikah dan pindah ke Lampung, ia terdampar menjadi pembantu rumah tangga di Rumah dinas Walikota Lubuklinggau ketika usia menjelang aqil balig, tepatnya pertengahan Juli 2004.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #777777; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="deleteBody" style="color: #333333; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;div class="postBody" style="color: #777777;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Pembantu pada rumah pejabat dan orang kaya tentu saja prestise bagi keluarga Sukanti dikampung halaman, setidak-tidaknya cukup makan dan dapat berteduh terhindar dari kelaparan dan kehujanan. Dapat bersekolah, tentu bonus yang patut disyukuri. Kalaupun pejabat tersebut mencaci maki tentu saja harus dimaklumi, Juragan tidak pernah salah, karena mereka ditakdirkan selalu benar dan menang, Sukanti gadis dusun yang menumpang hidup dan berteduh dari bahaya yang lebih menakutkan ; kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya pembantu walau usia masih sangat muda, maka janganlah ditanya tentang jam kerja, bonus, gaji atau apapun yang menurut undang-undang harus dilindungi. Pendapatan Rp. 50.000 perbulan untuk SPP dan uang jajan cukuplah diterima dengan gembira. Daripada harus menjadi buruh karet atau pembersih bokoran kelapa sawit di kampung yang berjarak 120 km dari Lubuklinggau. Sukanti, takdirmu memang bukan untuk bertanya, namun selalu menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi dimulai 20 Desember 2006, ketika fajar Ny. Septiana, Istri Walikota Lubuk Linggau Sumatera Selatan bertanya tentang pintu kamar yang terbuka dan malamnya Sukanti anak yatim yang terpinggirkan menjadi terdakwah. Penuntut umum sekaligus hakim tunggal Ny. Septiana telah memutuskan bahwa Sukanti telah mencuri uang Rp. 15.000.000 (lima belas juta) dan uang Dolar serta beberapa perhiasan milik istri walikota tersebut. Sejak itu Sukanti bukanlah manusia, bak binatang yang hina ia ditampar, dipukul dengan sepatu, bahkan ditelanjangi dan ditodongkan pistol dikeningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukanti tahu betul, tangis tidak akan meredakan penderitaannya, tangis akan membuat pukulan semakin keras dan semakin banyak. Wanita sekecil itu menelan tangis, menyekap jerit kesakitan dan memejamkan mata untuk meyakinkan dirinya bahwa derita ini hanyalah mimpi dan tidak benar-benar dialami. Sukanti anak Yatim yang mencoba mensugesti diri untuk lari dari sakit dan air mata. Derita Sukanti berakhir dalam penyekapan dikamar yang terkunci diluar selama 3 hari tiga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Desember 2006 Sukanti dijemput pulang ke Desa Anyar kecamatan Muara Lakitan oleh kakak perempuannya Sri Asih. Badan digeledah dan tidak diizinkan membawa apapun barang kecuali baju dibadan. Lupakan seragam sekolah, dan buku-buku pelajaran, bahkan cincin emas 3 gram pemberian THR satu-satunya imbalan walau masuk kerja pada lebaran juga ikut dirampas oleh Ny. Septiana, dan terakhir anting-anting 1,5 gram pemberian ibunya menjelang berpisah juga terenggut dari telinganya. Lengkaplah derita Sukanti, bukan hanya pukulan namun semua kekayaan dan kebanggaan terenggut dari badannya. Namun Sukanti tetap berharap dan merasa senang, karena akan pulang ke dusun Anyar Muara Lakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menunggu mobil di Simpang periok pada hari yang sama, tragedi kehidupan dalam sejarah Sukanti dimulai. Dijemput 2 POL PP, dibawa kembali ke Rumah dinas dengan tuduhan baru ; Sukanti mengambil Handphone Ny. Anna. Pada babak ini Sukanti mencium bau penjara. Polisi telah hadir di rumah dinas dan Disaksikan Walikota ia digelandang ke Polres Lubuklinggau, Hari itu saat perayaan Natal Sukanti meringkuk di rutan Polres Lubuklinggau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengenal Sukanti ?. Bagi polisi titah walikota lebih penting dari sekedar KUHAP dan UU Perlindungan anak. Tragedi kemanusiaan dimulai, ketika polisi meletakan peraturan dikaki kekuasaan. Sukanti gadis kecil juga yatim ditidakkan oleh Undang-undang. Polisi menjadi buta bahwa peraturan adalah panglima, bukan sekedar titah dan perintah walikota. Lubuklinggau tidak lagi merdeka, namun kembali menjadi negara jajahan dari walikota tiran dan polisi gagu. Indonesia boleh merdeka 62 tahun, tetapi Lubuklinggau dijajah oleh bangsa sendiri, Sukanti terpenjara oleh manusia Indonesia bernyali kerdil dan menidakan hati nurani. Pers dan wartawan tidak akan tertarik meliputi berita ini, iklan dan imbalan proyek lebih panting dari sekedar Sukanti, Hukum dan Pers meninggalkan Kanti dalam sepi dibalik tirali besi. Sukanti nama gadis kecil kelas 3 SMP Muhammadiyah 1. Dalam tahan Polres ditungguinya 8 hari dan 22 hari berikutnya beralih di LP Lubuklinggau. Ketika anak seusianya bercerita tentang PR sekolah atau belajar bersama, Sukanti menghitung nasib dibalik jeruji besi, berteman narapidana pembunuhan, narkotika atau tindak kekerasan lainnya. Sukanti menjadi dewasa karena keadaan dan kekerasan. Saat takbir dan tahmid pada Idul Adha di penghujung 2006 yang lalu, Sukanti melihat langit dengan membayangkan kehangatan keluarga pada saat lebaran tiba. 30 hari lamanya dipenjara, hanya ibu dan bapaknya dari Lampung satu-satunya tamu yang menbezuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubuklinggau kota yang beranjak jadi besar melupakan dan meniadakan nasib seorang anak yatim bernama Sukanti. Bahkan Ny, Septiana sedikitpun tidak menggubris surat dari kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 yang menanyakan keberadaan Sukanti. Gadis itu nyaris hilang dan dinihilkan sejarah. DPRD lebih sibuk mengurus APBD atau rapat-rapat lainnya, LSM berkutat tentang bergaining posision, dan lagi-lagi Pers lebih asyik dengan iklan komersial dan tindakan pemerkosaan. Sukanti nyaris menjadi hantu, antara ada dan tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang mengenal Sukanti ?. pembantu rumah tangga walikota yang mungkin oleh pejabat Pemkot dikenal sekilas saat menyajikan teh atau panganan saat menunggu petinggi kota. Sukanti hanyalah debu yang saat itu menempel didinding penjara dikibas aparat hukum yang tidak bernurani. Apapun yang terjadi dengan Sukanti saat itu, ia hanyalah sebuah nama yang tidak patut diingat dan diketahui, apalagi Sukanti adalah sampar bagi istri walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Januari 2007 Sukanti dibebaskan dengan dijemput oleh petugas polisi dari LP. Tiada yang menjemput, tiada yang menunggu diluar pintu Lapas, jangan harap peluk cium atau tangis gembira. Sukanti dengan tidak ada uang sepeserpun harus kembali menginap di piket Polres Lubuklinggau menunggu jemputan kakaknya dari Desa Anyar Muara Lakitan ke esokan harinya,. Sukanti bebas demi hukum karena Polisi tidak dapat membuktikan kesalahan yang dituduhkan kepadanya. Kehilangan HP, uang Rp. 15.000.000 atau berlian yang dikatakan Ny. Septiana hanyalah sikap paranoid Ny. Besar yang memakan korban gadis belia yang harus meringkuk ditirali besi. Sukanti tidak mengangis lagi, air mata tidak lagi memberi makna, bahkan terlihat menjadi lemah. Saat Sukanti dijemput dari rumahnya yang berbilik sederhana dan menumpang kepunyaan warga lainnya, anak kecil ini masih menyimpan trauma. Disampaikan bahwa petinggi kota bukanlah apa-apa, Kalau Sukanti dianggap bukan warga Lubuklinggau, Sukanti boleh mengklaim warga Indonesia yang syah, yang memiliki Presiden, Menteri atau Kapolri yang mungkin masih memiliki hati nurani dibandingkan petinggi kota Lubuklinggau atau aparat hukumnya. Ketika Pers dan LSM di Lubuklinggau menjadi lembek dan kerdil, mungkin ibukota masih mau mendengar cerita gadis kecil bernama Kanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Sukanti di tuduh oleh Ny. Walikota dimanfaatkan pihak lain. Ny Anna memohon kepada Sukanti jangan mau berbicara kepada siapapun. Kemana kemanusiaan kita untuk tidak mau tahu tentang Sukanti hanya semata takut dimanfaatkan orang lain ?. apakah Sukanti tetap menjadi debu dan hilang hanya karena kepentingan politik tertentu ?. Kemana hati nurani kalian ketika Sukanti menagis saat diantar kekantor Polisi ?. dimana naluri kalian ketika Kanti ketakutan di todong pistol oleh Ny. walikota dan dipukul dengan sepatu ?. tolong jawab pertanyaan itu dulu sebelum kalian himbau tentang kepentingan dan pidato-pidato politik yang tidak kami mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa mengenal Sukanti ?. ia hanyalah debu dan nyaris menjadi hantu, dengar permintaannya ; Pertama, kembalikan baju, buku dan pakaian sekolah agar ia mengikuti pendidikan dengan tenang. Kedua, kembalikan anting-anting 1,5 gram peninggalan ibunya saat meninggalkan dirinya. Ketiga, Polisi menghentikan perkaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukanti namanya, anak yatim yang terpenjara 30 hari atas tuduhan Ny. Septiana yang tidak dapat dibuktikan. Namun sukanti telah mencatat dalam sejarah hidupnya pernah menagis sedih dan sendiri dibilik Penjara dan tiada satupun yang tahu, jadi siapa yang mengenal Sukanti ?. dan mengapa harus mengenal Sukanti ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Nasrullah Nawawi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-3474568148425255793?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3474568148425255793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3474568148425255793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/07/sukanti-adakah-yang-mengenalnya.html' title='Sukanti : Adakah yang Mengenalnya ?'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TDBm8BMNXsI/AAAAAAAACBk/omIru0gp_uY/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-1094241531967709217</id><published>2010-06-15T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T23:32:09.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Seorang Ibu Rela Ditelan Ombak Besar Demi Anak Agar Tetap Hidup ( Sedih ! )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhvQlSUUBI/AAAAAAAACBI/1TLAhfU-Iyo/s1600/son+mom.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhvQlSUUBI/AAAAAAAACBI/1TLAhfU-Iyo/s400/son+mom.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Ini adalah saat yang sangat dramatis dimana seorang ibu hanyut dan tenggelam ketika ia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan anaknya di dermaga Italia. ( Video diatas )&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Anne Shelley&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4" style="background-attachment: scroll !important; background-clip: initial !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-origin: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 12px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Duncan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;, 48 tahun, berada di dermaga batu di kota&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2" style="background-attachment: scroll !important; background-clip: initial !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-origin: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 12px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Positano&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Italia dengan anaknya Shane, 12 tahun, mengamati badai laut ketika mereka terkena gelombang besar pada Sabtu malam.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Nyonya&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Duncan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;berhasil menangkap putranya dan mendorongnya ke arah penolong - tapi ia ditarik kembali ke dalam air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Kami melemparkan jaket pelampung berharap untuk bisa menyelamatkan mereka."&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Saksi mengatakan Nyonya&amp;nbsp;Duncan&amp;nbsp;mendorong anaknya ke arah penolong sebelum terseret dalam gelombang lebih besar.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dia ditarik dari air dan paramedis bergegas ke lokasi kejadian.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Salah satu orang pertama yang membantu adalah seorang dokter Inggris yang sedang berlibur didekat kejadian - tapi meski dia sudah berusaha, Nyonya&amp;nbsp;Duncan&amp;nbsp;akhirnya dinyatakan meninggal di TKP.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Anaknya dibawa ke rumah sakit terdekat di mana ia dirawat karena shock dan hipotermia.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Nyonya&amp;nbsp;Duncan, yang berasal dari Montana, tinggal di dekat Naples dengan suaminya seorang insinyur luar angkasa. Ia berasal dari Derby Inggris.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dia berada di&amp;nbsp;Positano&amp;nbsp;dengan teman-teman untuk akhir pekan.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;seorang wartawan lokal mempertanyakan tentang kenapa mereka berada di dermaga saat ada badai laut. Seorang perempuan berkata: "Aku berteriak padanya untuk pergi karena hal itu berbahaya tetapi ia hanya berkata "biarkan saya mengambil satu foto lagi, hanya satu foto saja" - kemudian dia masuk dermaga'&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Gino paramedis Esposito berkata: 'Tidak ada tanda-tanda peringatan. Mungkin harus ada - tetapi akal sehat mengatakan Anda tidak boleh ada di dermaga ketika sedang ada badai. "&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewan Kota telah menyetujui untuk medali penghargaan dari keberanian untuk para saksi yang telah mencoba menyelamatkan Ny&amp;nbsp;Duncan.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Jenasah Nyonya&amp;nbsp;Duncan&amp;nbsp;telah dikirim ke keluarganya di Amerika di mana dia akan dimakamkan .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber : Lentera&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-1094241531967709217?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1094241531967709217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1094241531967709217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/06/seorang-ibu-rela-ditelan-ombak-besar.html' title='Seorang Ibu Rela Ditelan Ombak Besar Demi Anak Agar Tetap Hidup ( Sedih ! )'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhvQlSUUBI/AAAAAAAACBI/1TLAhfU-Iyo/s72-c/son+mom.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-59559855612538582</id><published>2010-06-15T23:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T23:22:22.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Sepasang Bocah ML Dijalan Raya ( Super Gawat ! ) Foto</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhsvQCImXI/AAAAAAAACAA/snopj2Py44M/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhsvQCImXI/AAAAAAAACAA/snopj2Py44M/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Ini jelas menjadi pelajaran bagi semua orang tua di dunia..... dan merupakn PR bagi pemerhati kehidupan sosial anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhs1hrVkEI/AAAAAAAACAI/INnfFoa7EtY/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhs1hrVkEI/AAAAAAAACAI/INnfFoa7EtY/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhs8eo2kvI/AAAAAAAACAQ/uPZOSBxoteM/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhs8eo2kvI/AAAAAAAACAQ/uPZOSBxoteM/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtA_KM5-I/AAAAAAAACAY/iSokeHTdzSY/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtA_KM5-I/AAAAAAAACAY/iSokeHTdzSY/s320/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtFMAYfqI/AAAAAAAACAg/00Ho-H0fwtA/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtFMAYfqI/AAAAAAAACAg/00Ho-H0fwtA/s320/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtKmPrz9I/AAAAAAAACAo/InHACZq1pjw/s1600/6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtKmPrz9I/AAAAAAAACAo/InHACZq1pjw/s320/6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtOmJ7qRI/AAAAAAAACAw/eB0TL8RQ4iw/s1600/7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtOmJ7qRI/AAAAAAAACAw/eB0TL8RQ4iw/s320/7.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtSvIcgGI/AAAAAAAACA4/BEIfG-4Jz_8/s1600/8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtSvIcgGI/AAAAAAAACA4/BEIfG-4Jz_8/s320/8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtWP_ySXI/AAAAAAAACBA/hkcIh_KoX8k/s1600/9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhtWP_ySXI/AAAAAAAACBA/hkcIh_KoX8k/s320/9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://bit.ly/6FmqqA" style="color: #444444; text-decoration: underline;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-59559855612538582?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/59559855612538582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/59559855612538582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/06/sepasang-bocah-ml-dijalan-raya-super.html' title='Sepasang Bocah ML Dijalan Raya ( Super Gawat ! ) Foto'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TBhsvQCImXI/AAAAAAAACAA/snopj2Py44M/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-8337207567806551033</id><published>2010-06-05T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T19:37:41.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'>Contoh Anak Berbakti yang Patut Diteladani ( Touching ! )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TAsJ6l_BgcI/AAAAAAAAB_g/zjRuHpDqjOU/s1600/lumpuh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="328" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TAsJ6l_BgcI/AAAAAAAAB_g/zjRuHpDqjOU/s400/lumpuh.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Anak ini Sangat Berbakti, Bawa Ayahnya Saat Kuliah&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Cinta seorang gadis ini terhadap ayahnya memang patut dipuji. Saat dirinya terjebak dalam kesibukan kuliah, dirinya masih menjaga ayahnya&amp;nbsp;yangtubuhnya lumpuh sebagian.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Xu Dahui&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;saat ini tengah belajar mendalami teknik elektro dan mekanik di Institut Bioengineering Wuhan, terus membawa ayahnya&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;sedang sakit saat ia sedang mengikuti kuliah. Tidak hanya saat ia sedang kuliah, Xu juga menjaga ayahnya saat dirinya bekerja di kantin kampusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Meskipun sibuk membagi waktu mengurus orang tua dan belajar, secara mengagumkan Xu terus berada di peringkat teratas dalam hampir seluruh mata kuliahnya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;“Keadaan tidak mempersulit hidup saya. Saya anak satu-satunya, jika berhenti kuliah, siapa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;akan menjaganya (ayah Xu),” ungkapnya Xu seperti dikutip Changjiang Daily, Sabtu (29/5/2010).&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Xu memutuskan untuk membawanya ke kampus karena ibunya juga tidak mampu merawat sang ayah, karena sakit&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;ia derita. Ayah Xu menderita pendarahan otak akut,&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;menyebabkan sebelah badannya mengalami kelumpuhan parsial.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Selama merawat kedua orang tuanya, Xu selalu dipenuhi dengan jadwalyang&amp;nbsp;padat. Dimulai bangun pagi untuk membeli sarapan,&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;kemudian dilanjutkan membangunkan ayahnya dan mengurusnya sebelum hendak ke kampus. Perjalanan&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;rumah&amp;nbsp;ke kampus pun memakan waktu sekira satu jam.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Saat kembali&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;kuliah pun, Xu harus disibukan kembali dengan memasak untuk makan malam bagi ibu dan ayahnya. Sebelum belajar pada malam hari mahasiswi manis ini juga membiasakan untuk memijat ayahnya selama 30 menit, sebelum sang ayah tidur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Pihak universitas&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tersentuh dengan kisah hidup XU, akhirnya menawarkan apartemen universitas untuk keluarga Xu tinggal secara gratis. Ia juga bekerja di kantin kampus dan menjual pulsa telepon selama tiga jam, selama jeda perkuliahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_2"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-8337207567806551033?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/8337207567806551033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/8337207567806551033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/06/contoh-anak-berbakti-yang-patut.html' title='Contoh Anak Berbakti yang Patut Diteladani ( Touching ! )'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TAsJ6l_BgcI/AAAAAAAAB_g/zjRuHpDqjOU/s72-c/lumpuh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-5436137762466656553</id><published>2010-06-05T19:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T19:24:01.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artis'/><title type='text'>Sulit Merekayasa Video Porno Luna Maya-Ariel !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TAsGhNJ1G7I/AAAAAAAAB_Y/Gw42lOyqOWk/s1600/luna.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TAsGhNJ1G7I/AAAAAAAAB_Y/Gw42lOyqOWk/s400/luna.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Keaslian video porno ‘Luna Maya-Ariel’ terus diburu. Menurut pakar telematika Abimanyu Wahjoewidajat sulit untuk merekayasa video tersebut, karena memiliki resolusi yang rendah.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Abimanyu mengungkapkan, video tersebut diambil dalam resolusi 340x120 pixel dan diambil dari sebuah ponsel. “Jadi sulit untuk merekayasa video dalam resolusi rendah,” katanya di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dia melanjutkan, sebenarnya meskipun memiliki resolusi rendah masih tetap direkayasa namun membutuhkan&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: #009900; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;software&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dan effort yang tinggi.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kemudian, Abimanyu mengatakan sulit juga mencari karakter orang yang mirip dengan Luna Maya dan Ariel. Karenanya, jika ingin membuktikan apakah video tersebut asli atau tidak, hanya ada satu cara.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Yaitu, dengan membuktikan apakah benar Luna Maya memiliki tato kupu-kupu tersebut atau tidak. “Minta saja Polwan untuk mengecek apakah Luna memiliki tato tersebut atau tidak,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="color: #333333; font-size: 14px; font-style: italic; font-weight: bold; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.5em; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://reallife65.blogspot.com/2010/06/luna-maya-sering-mampir-ke-pembuat-tato.html" style="color: #444444; display: block; font-size: 17px; font-style: italic; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;Luna Maya Sering Mampir ke Pembuat Tato !&lt;/a&gt;&lt;a href="http://reallife65.blogspot.com/2010/06/luna-maya-sering-mampir-ke-pembuat-tato.html" style="color: #444444; display: block; font-size: 17px; font-style: italic; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 15px;"&gt;Luna Maya mengaku memiliki tato kupu-kupu seperti yang dimiliki wanita dalam video porno ‘Luna Maya-Ariel’. Akan tetapi, siapa sangka ternyata Luna Maya suka dengan tato dan sering mampir ke tempat pembuat tato di Bandung.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Hal tersebut terungkap saat okezone berbincang dengan pemilik Kent Tatto Studio, Kent Kent melalui ponsel.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Pemilik studio tato di Kompleks Margahayu Raya Estate, Jalan venus Timur X No 420, Soekarno-Hatta, Bandung ini mengaku presenter Dahsyat ini sudah sering kali datang ke tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 15px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Bahkan, dia mengaku sudah kenal lebih dari dua tahun dengan Luna Maya. Tidak hanya sendiri, Luna Maya juga pernah datang bersama artis seksi Julia Perez.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Saat datang ke tempat tersebut, Luna Maya mengungkapkan kesukaannya dengan tato. Tetapi, dia mengaku tidak tahu tato seperti apa yang disukai Luna.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;“Saya gak tahu. Soalnya waktu itu lagi sibuk,” kilahnya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dalam kesempatan itu, Kent Kent mengungkapkan Luna Maya tidak pernah membuat tato di studio miliknya. “Gak, gak pernah,” kata Kent dengan tertawa kecil.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Diketahui wanita yang diduga kuat Luna Maya dalam video porno ‘Luna Maya-Ariel’ memiliki tato kupu-kupu di bagian atas paha kirinya. Nah, hanya dengan memastikan apakah Luna memiliki tato tersebut lah, cara untuk mendapatkan kepastian apakah dalam video tersebut Luna Maya dan Ariel atau bukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Sumber : LENTERA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://mahasiswi-matter.blogspot.com/" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="color: #444444; text-decoration: underline;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-5436137762466656553?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5436137762466656553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5436137762466656553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/06/sulit-merekayasa-video-porno-luna-maya.html' title='Sulit Merekayasa Video Porno Luna Maya-Ariel !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/TAsGhNJ1G7I/AAAAAAAAB_Y/Gw42lOyqOWk/s72-c/luna.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-5258236960001742173</id><published>2010-05-27T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T23:59:18.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Gadis SMA Dipaksa Telanjang dan Diinterogasi Sambil Digerayangi Oleh Oknum Polisi !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S_9ppbbJXBI/AAAAAAAAB84/o6KHFfe07QY/s1600/cewek+nangis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="311" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S_9ppbbJXBI/AAAAAAAAB84/o6KHFfe07QY/s400/cewek+nangis.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Malang sekali gadis SMA yang satu ini, dia mendapatkan pelecehan seksual&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp;SPK. Berikut artikel lengkapnya&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;kompas!&amp;nbsp;Jajaran Polres Gresik tercoreng oleh ulah seorang anggotanya, Briptu GWK, yang bertugas di&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Sentra&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolsek Dukun. Polisi muda itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Maya (nama samaran), gadis berusia 16 tahun yang juga siswi sebuah SMA di Dukun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Akibat dugaan pelecehan seksual itu, kini Maya menjadi pendiam dan bahkan traumatik apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenalinya. Sementara itu, oknum polisi tersebut kini sedang diperiksa di Mapolres Gresik.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Informasi yang dikumpulkan Surya menyebutkan, kasus ini bermula ketika korban tengah berpacaran dengan kekasihnya di pertigaan Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada malam akhir pekan lalu. Tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan anggota kepolisian yang tengah patroli.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Sejoli itu lantas dibawa ke Mapolsek Dukun untuk dimintai keterangan. Semula, pemeriksaan berjalan wajar. Saat Briptu GWK datang, ia langsung meminta Maya untuk melucuti pakaiannya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Karena diperintah polisi berpakaian seragam, korban takut dan menuruti saja sampai akhirnya ia hanya mengenakan pakaian dalam di hadapan oknum polisi tersebut. Melihat tubuh molek, oknum polisi itu lalu mendekat dan menggerayangi bagian vital tubuh korban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Puas menggerayangi, oknum petugas itu akhirnya melepaskan kedua remaja tersebut karena tidak memiliki landasan hukum untuk menahan keduanya. Begitu sampai di rumah, korban yang semula periang itu berubah menjadi pendiam. Demikian juga saat di sekolah. Korban selalu menghindar bergaul, terutama dengan teman lelakinya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tingkah laku korban ini akhirnya diketahui teman-temannya. Tampaknya karena tidak kuat menahan beban psikologis, korban kemudian menceritakan kasus yang dialaminya.&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD8" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Cerita&lt;/span&gt;&amp;nbsp;korban inilah, yang lantas menyebar luas ke masyarakat.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik, Nur Khosiah, membenarkan adanya kabar tentang kejadian itu. Namun, dia belum menerima laporan secara resmi dan permintaan bantuan pendampingan yang diajukan korban maupun keluarganya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;â€œSecara lisan, mereka (korban) memang sudah menghubungi kami, namun pemberitahuan tertulis belum kami terima. Mereka berjanji datang hari ini (kemarin, Red) ke tempat kami. Jika sudah kami terima, kami akan laporkan kasus ini ke Polres Gresik,â€ kata Nur Khosiah melalui telepon selulernya, Jumat (5/3/2010).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Ketika dihubungi Surya, Kapolres Gresik, AKBP Rinto Djatmono membenarkan, adanya kasus yang menyangkut anggotanya. â€œYang bersangkutan sekarang tengah diperiksa Unit P3D (Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin),â€ ujarnya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kapolres menambahkan, korban juga diperiksa di unit P2A (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reskrim Polres Gresik, Jumat (5/3) malam.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Meski pemeriksaan terhadap anggotanya belum tuntas, namun mantan Kapolres Nabire, Papua, ini sudah bisa mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban dan kekasihnya berpacaran di sebuah jalan di Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Saat itu, keduanya dipergoki petugas&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;Polsek Solokuro yang tengah patroli kawasan di perbatasan Gresik-Lamongan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Setelah sempat diperiksa di tempat, akhirnya keduanya diserahkan ke Polsek Dukun karena keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Tatkala diperiksa di Mapolsek Dukun inilah, ujar kapolres, anggotanya diduga melakukan perbuatan yang melecehkan tersebut.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kendati Briptu GWK diperiksa, namun yang bersangkutan belum ditahan. Sebab, tahanan yang merupakan sanksi itu, baru dikenakan setelah yang bersangkutan secara resmi dinyatakan bersalah dalam sidang hukuman disiplin (kumplin).&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;â€œSidang kumplin baru akan digelar setelah berkas perkaranya selesai,â€ tambah Rinto Djatmono. Mengenai sanksi terhadap anggotanya itu, kapolres yang alumnus Akpol 1991 itu memastikan ada tindakan tegas, tergantung derajat kesalahannya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;â€œNanti akan kita lihat hasil pemeriksaan. Sanksi yang dijatuhkan akan didasarkan pada kesalahan yang dibuat,â€ tukas AKBP Rinto Djatmono. (san) Editor: Abi |&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-5258236960001742173?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5258236960001742173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5258236960001742173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/05/gadis-sma-dipaksa-telanjang-dan.html' title='Gadis SMA Dipaksa Telanjang dan Diinterogasi Sambil Digerayangi Oleh Oknum Polisi !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S_9ppbbJXBI/AAAAAAAAB84/o6KHFfe07QY/s72-c/cewek+nangis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-1552630837746073730</id><published>2010-05-13T22:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T22:43:41.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Foto Sadis Polisi Eksekusi Tembak Pemuda di Keramaian Pasar !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zigbIJPmI/AAAAAAAAB8A/IQN7PVjSORQ/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zigbIJPmI/AAAAAAAAB8A/IQN7PVjSORQ/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Sebuah kejadian yang begitu dramatisir terjadi secara nyata di daerah perbatasan India dan Burma/ Myanmar dimana peristiwa berdarah ini adalah sekelompok polisi keamanan setempat mengeksekusi tembak seorang pemuda yang mereka duga adalah anggota separatis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pemuda yang dimaksud adalah Chongkham sanjit pekerja sebuah rumah sakit berusia 27 tahun, kejadian ini terjadi di negara bagian Manipur pada tanggal 23 Juli 2009 lalu, secara spontan seseorang mengabadikan foto eksekusi pemuda malang tadi.Foto ini semula kuatir untuk di publikasikan secara umum, namun akhirnya majalah investigasi Tahelka mencoba mempublikasikan nya. Terlihat dengan jelas di foto-foto dibawah ini bahwa polisi mencoba menyembunyikan drama adegan penembakan itu dari khalayak ramai disebuah pasar dengan cara bergerombol dan menutup nutupi pemuda tadi.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Pemerintah diminta bertanggung jawab atas tindakan aparat yang menewaskan warga sipil ini. Kelompok hak asasi manusia setempat telah menuntut pemerintah dalam hal ini ketua menteri Okram Ilobi Siggh untuk bertanggung jawab atas itu tewasnya Sanjit yang diduga anggota separatis People’s Liberalisation Army.Kita bisa saksikan sebenarnya tidak ada perlawanan dari Sanjit terhadap aparat namun aparat tetap saja menembak mati dirinya. Sungguh Malang Nasibnya Polisi sengaja mengepung Sanjit agar penembakan tidak terlihat khalayak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Kronologis penembakan Sanjit urut urutannya bisa dilihat dalam Photo dibawah ini :&lt;a href="http://tinyurl.com/henny65w" style="color: #444444; text-decoration: underline;"&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zimi_CGLI/AAAAAAAAB8I/raew8I0Jo2k/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zimi_CGLI/AAAAAAAAB8I/raew8I0Jo2k/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/henny65w" style="color: #444444; text-decoration: underline;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/henny65w" style="color: #444444; text-decoration: underline;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/henny65w" style="color: #444444; text-decoration: underline;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zirk-1e2I/AAAAAAAAB8Q/4i_tFyO0en8/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zirk-1e2I/AAAAAAAAB8Q/4i_tFyO0en8/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-ziyGkq9eI/AAAAAAAAB8Y/3pnVEpSpo1U/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-ziyGkq9eI/AAAAAAAAB8Y/3pnVEpSpo1U/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zi3HJtF_I/AAAAAAAAB8g/u_BYZq3he1w/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zi3HJtF_I/AAAAAAAAB8g/u_BYZq3he1w/s320/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zi8YuRx2I/AAAAAAAAB8o/bdMblcTmXfg/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zi8YuRx2I/AAAAAAAAB8o/bdMblcTmXfg/s320/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;Sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-1552630837746073730?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1552630837746073730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1552630837746073730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/05/foto-sadis-polisi-eksekusi-tembak.html' title='Foto Sadis Polisi Eksekusi Tembak Pemuda di Keramaian Pasar !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-zigbIJPmI/AAAAAAAAB8A/IQN7PVjSORQ/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-3293785217291396116</id><published>2010-05-10T21:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T21:34:04.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Video Mesum Siswi SMP Beredar, Wartawan Ditangkap !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-jeJBsqUhI/AAAAAAAAB7w/RVlvhJWIM-0/s1600/aneh+(1).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-jeJBsqUhI/AAAAAAAAB7w/RVlvhJWIM-0/s320/aneh+(1).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Video mesum siswi SMP Negeri 26 Surabaya dengan pacarnya membuat heboh masyarakat Surabaya. Adegan intim pelajar yang direkam dengan menggunakan&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 12px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;handphone&lt;/span&gt;&amp;nbsp;tersebut telah beredar di&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 12px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;internet&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;Handphone. Video mesum tersebut juga dimanfaatkan 3 wartawan News Dor yang memeras orangtua pelaku hingga Rp 60 juta, kini ketiganya di amankan Polisi termasuk, pacar pelaku yang merekam adegan mesum itu. Adegan mesum yang dilakukan Ds (16) dengan pacarnya Ricardo kembali mencoreng dunia pendidikan di Surabaya. Rekaman adegan intim layaknya suami istri ini direkam oleh Ricardo dengan menggunakan&amp;nbsp;handphonesaat berada di dalam kamar rumahnya dua bulan lalu. Namun, kasus percintaan terlarang ini baru menyeruak satu minggu terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar-gambar panas dua abg tersebut saat ini telah beredar luas melalui jaringaninternet.Selain itu, adegan mesum ini juga sudah banyak beredar dari hp ke hp. Ironisnya lagi dalam adegan tersebut Ds masih mengenakan seragam sekolah.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Ricardo, pelaku adegan mesum tersebut saat ini telah diamankan petugas satreskrim Polresta Surabaya Utara. Pemuda berusia 19 tahun ini mengaku merekam adegan tersebut sebelum bulan puasa lalu. Ia merekam percintaan dengan Dsi hanya untuk koleksi pribadi. Warga tandes surabaya ini juga mengaku baru dua kali melakukan hubungan intim dengan Ds yang sudah dipacarinya selama 7 bulan.&lt;br style="clear: both;" /&gt;"Kita masih menyelidiki penyebaran dan peredaran video tersebut, termasuk dalang penyebaran. Pelaku video tersebut termasuk tiga wartawan yang memeras masih di periksa,"ujar AKP Dolly A Primanto, Kasat Reskrim Polres Surabaya Utara.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Sementara itu, pasca terkuaknya video mesum siswi SMP ini, pihak sekolah terkesan terutup dan enggan dimintai keterangan. Para guru setempat juga tidak mau diwawancarai. Ds sendiri saat ini telah keluar dari sekolah yang berada di kawasan Tandes Surabaya tersebut.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tiga wartawan mingguan News Dor diamankan Polisi, usai bertransaksi dengan Ks orangtua Ds, warga jalan Beringin.Sementara Ames Poetiray (35) warga Manukan Madya di amankan di rumah makan Belut Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : Lentera&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-3293785217291396116?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3293785217291396116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3293785217291396116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/05/video-mesum-siswi-smp-beredar-wartawan.html' title='Video Mesum Siswi SMP Beredar, Wartawan Ditangkap !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-jeJBsqUhI/AAAAAAAAB7w/RVlvhJWIM-0/s72-c/aneh+(1).jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-6657151063649065110</id><published>2010-05-10T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T21:16:05.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Sarjana Pertama Yang Menjadi Tukang Sapu di Riau !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-jZ-gRMgGI/AAAAAAAAB7o/rhWxNJ1MhRI/s1600/aneh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-jZ-gRMgGI/AAAAAAAAB7o/rhWxNJ1MhRI/s320/aneh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Serjana Pertama Yang Menjadi Tukang Sapu di Riau. Lulusan Terbaik Salah satu Universitas Negri Menjadi Tukang Sapu - Matahari sudah semakin tinggi di atas Gedung Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau di Jalan Gajah, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Beberapa orang lalu-lalang di kantor tersebut, namun seseorang berseragam dinas yang akhirnya diketahui bernama Jack&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD12" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Lord&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(30) masih tetap berkutat dengan tangkai sapu dan kain lap untuk membersihkan beberapa lantai ruangan di kantor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Warga Jalan Genteng Perumahan Tampan Permai, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, ini, sebenarnya adalah seorang PNS golongan III A, namun saat bercerita dengan Riau Pos di kantor tersebut dia terkesan malu dan hampir tidak mau mengakui bahwa dia adalah PNS yang pernah menamatkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau (Unri) dengan indeks prestasi kumulatif 3,75.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kenyataan tentang dirinya adalah seorang sarjana tersebut hampir tenggelam dan tidak terlacak jika sekilas melihatnya, namun Riau Pos terus bertanya tentang siapa diri Jack sebenarnya. Jack&amp;nbsp;Lord&amp;nbsp;kemudian memulai ceritanya bahwa dia sudah menjadi PNS tahun 2002 dalam kualifikasi tamatan SMU pada golongan IIB sebagai pengatur muda tingkat satu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Pada tingkat ini, Jack mulai bekerja sebagai tenaga&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;cleaning service&lt;/span&gt;. Dia setiap harinya harus menyapu lantai dan membersihkan ruangan, mengepel, membersihkan kaca, bahkan membersihkan kakus di kantor tersebut. Namun resminya tercatat pekerjaannya adalah sebagai pengelola kebersihan ruang belajar dan&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;aula&lt;/span&gt;&amp;nbsp;kecil.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Saat bercerita itu, suara Jack Mulai lirih, tangan kanannya yang memegang tangkai sapu terlihat bergetar, tarikan napasnya juga terdengar cepat. Perlahan matanya mulai berkaca-kaca.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Jack mengaku, sambil bekerja, dia berusaha untuk kuliah karena dia juga punya cita-cita menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang tua dan keluarganya. Namun sampai Rabu (21/4) kemarin, nasibnya tetap saja sebagai tukang pel lantai LPMP.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Walaupun Jack telah berhasil menamatkan kuliah dan lulus hampir dengan nilai cum laude di universitas negeri terbesar di Riau&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;serta&lt;/span&gt;&amp;nbsp;telah melewati proses penyesuaian ijazah, tapi tak ada perubahan dalam pekerjaannya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;‘’Saya sudah pernah protes dan sampai ke&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, namun tetap tidak ada perubahan. Sepertinya mungkin inilah takdir saya, menjadi tukang sapu saja. Saudara saya juga jadi tukang sapu jalan. Berdua bersaudara kami laki-laki yang lulus kuliah seperti dipermainkan nasib, anak yang seharusnya sudah bisa membanggakan orang tuanya, tapi sampai kini hanya jadi tukang sapu,’’ ujar Jack berlinang air mata.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dia merasa dipermainkan dan ditindas, protes kepada atasannya terus dilakukannya. Malah pernah dia bertanya, apakah memang ada pegawai negeri golongan IIIA sebagai penyapu lantai dalam SK yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tapi waktu terus berlalu, pekerjaan harus tetap dilakukannya, dan tetap tidak ada perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Dulu saat dia protes ke&amp;nbsp;Jakarta, ditanggapi oleh Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang ditandatangani Ir Giri Suryatmana. Oleh Giri, atasannya yang di Pekanbaru disuruh untuk memperbaiki SK sesuai dengan golongan yang ditempati Jack. Atasannya mengakui ada kesalahan dalam pengetikan. Tapi kondisi masih tetap saja sama setelah protes tersebut.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;‘’Dengan golongan yang sama, teman-teman duduk dalam ruangan bekerja dengan kertas dan pulpen tapi saya memegang sapu membersihkan lantai. Saya tidak keberatan dengan pekerjaan ini, karena&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dulupun inilah pekerjaan saya tapi apa sesuai dengan yang sudah saya tempuh, percuma saja rasanya saya pernah kuliah,’’ ujar Jack sambil terisak.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dengan suara lirih sambil menghapus air mata yang mulai mengalir di pipinya, Jack mengatakan, dia mengerti dengan berbagai birokrasi pemerintahan dan berbagai disiplin ilmu pemerintahan&amp;nbsp;serta&amp;nbsp;bagaimana manajemen kepegawaian. Menurutnya, apa yang sedang dijalaninya sekarang ini sangat bertetangan dengan hatinya yang memahami pekerjaan pemerintahan.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Lalu dengan suara lirih dan parau, Jack kemudian bertanya, ‘’Apakah nasib saya ini karena ada kesalahan&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;nenek moyang atau orang tua saya dulu sebelum melahirkan saya? Tak sanggup rasanya ditahankan hati tapi saya harus hidup menjalani nasib ini,’’ tanya Jack.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Jack mengaku sedikit kehilangan percaya diri, memasuki umur kepala tiga, dirinya belum menikah. Pernah terpikir dan terasa di hatinya untuk menikahi seorang gadis, tapi kondisinya sebagai seorang tukang sapu membuatnya tidak pernah berani mengungkapkan perasaan pada perempuan pujaan hatinya. ‘’Saya ini tukang sapu, siapa yang akan mau bersuamikan saya ini. Sepertinya tak ada orang tua seorang anak gadis yang mau melepaskan anak gadisnya hidup bersama saya,’’ ujar Jack dalam dialek Melayunya yang kental.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Jack juga menjelaskan, bukan tidak bisa menerima pekerjaan sebagai petugas kebersihan, namun lebih kepada kompetensi keilmuan dan kelaziman di dunia kerja.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;‘’Bukan dikarenakan tidak menghargai pekerjaan tersebut. Hanya saja, naif rasanya bila melihat orang dengan golongan yang sama, bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka. Saya sarjana Ilmu Pemerintahan, saya mengerti tugas pokok dan pekerjaan aparatur pemerintahan, etika birokrasi, pembagian kerja dan kewenangan, kebijakan publik, membuat undang-undang, bahkan ilmu politik dalam pemerintahan. Saya ini mungkin tidak kalah dibandingkan dengan para alumni Sekolah tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) atau&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Institut&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang membedakan kami sepertinya hanya nasib saya yang menjadi tukang bersih-bersih ini,’’ ucap salah satu mahasiswa terbaik Unri tahun kelulusan 2003 tersebut dengan mata kembali berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;‘’Bila dalam ketentuannya memang ada hal yang membenarkan PNS dengan golongan III A bekerja sebagai tenaga kebersihan, bisa saja tugas itu tetap akan diterima sebagai konsekuensi tugas. Hanya saja, jelas hal tersebut bukan sebuah kelaziman di lingkungan pemerintah. Apalagi bila dikaitkan dengan fakta bahwa saat ini pemerintah lebih banyak menggunakan tenaga outsourching untuk mengerjakan tugas pembantu umum perkantoran,’’ sebut Budi Astoto, salah seorang mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan ketik diminta tanggapannya tentang nasib Jack.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dia mengaku kecewa, karena, secara kualitas, sumber daya manusia seperti Jack&amp;nbsp;Lord&amp;nbsp;harusnya mendapatkan&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;job description&lt;/span&gt;&amp;nbsp;yang jelas sesuai dengan kualifikasi ilmu dan kepangkatan yang dimilikinya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;‘’Saya bahkan baru sekali ini mendengar pegawai golongan IIIA bekerja sebagai pembersih ruangan kantor. Karena selama ini tugas itu hanya diberikan pada tenaga tidak terdidik dan tidak terlatih,’’ sebut dia.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Penjelasan tersebut juga dikuatkan oleh staf pengajar Ilmu Pemerintahan Unri, Saiman Pakpahan SIP MSi yang menyebutkan bahwa hal tersebut pasti terjadi dikarenakan penyusunan&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Struktur&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Organisasi&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Tata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Pemerintahan (SOTK) yang tidak clear. Bila penempatan tersebut didasari oleh alasan bahwa tidak ada posisi untuk penempatan pegawai dengan golongan yang setara, harusnya, antar-satuan kerja bisa saling berkoordinasi. Dengan demikian, potensi jajaran tetap sesuai dengan golongan dan tugas pokoknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;‘’Saya malah melihat hal ini menunjukkan lemahnya sensififitas pimpinan, karena, idealnya, pimpinan bisa melihat potensi bawahan sesuai dengan golongan. Ini baru pertama sekali saya dengar, PNS golongan III A bertahun-tahun menjadi pekerja kasar yang tugasnya membersihkan ruangan. Bisa jadi ini banyak terjadi, tapi, itu merupakan bentuk tidak pekanya pimpinan terhadap potensi yang ada di wilayah kerjanya,’’ sebut dia.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD8" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Sulaiman lagi, kalau alasannya adanya sikap suka atau tidak suka, itupun tak bisa jadi ukuran dalam kerja birokrasi, karena, kinerja birokrat diukur bukan berdasarkan aspek personalitas, melainkan profesionalitas bekerja. “Adapunish and&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD10" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;reward&lt;/span&gt;. Pemimpin tak bisa menilai berdasarkan ukuran suka atau tidak suka, atau aspek kedekatan. Yang kita khawatirkan dalam sistem yang seperti itu, ada pegawai dengan golongan yang lebih rendah, tapi bisa mengerjakan tugas yang harusnya bisa dikerjakan oleh petugas yang mengerjakan pekerjaan kasar tersebut,’’ papar Saiman.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Riau Pos mencoba mengkonfirmasi status Jack ini kepada Kepala LPMP Riau, Zainal, namun dalam keterangan singkatnya Zainal mengaku sedang mengikuti acara dan minta tidak diganggu dahulu.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kasubag Umum LPMP Riau, Drs Syukhmide Hendri saat ditemui secara terpisah tidak menafikan adanya pekerja dengan tamatan sarjana dipekerjakan sebagai tenaga cleaning service di kantornya. Hanya saja, saat ditanyakan apa dasar penempatan dan pembagian kerja yang digunakan, Syukhmide Hendri berusaha menghindar dengan pergi begitu saja meninggalkan Riau Pos, padahal sebelumnya dia sempat hendak bercerita panjang seputar tugas di LPMP. Sembari berpura-pura memanggil salah seorang pegawai, Syukhmide langsung lari begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Diminta Bersabar&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Prof Dr Ir Irwan Effendi mengaku tidak bisa menghakimi lembaga maupun orangnya. Pasalnya, sesuai dengan ketentuan hal tersebut adalah kebijakan pimpinan maunpun lembaga di mana dia bekerja. Selain itu juga, sebagai PNS apapun dia harus siap menghadapinya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;‘’Kita tidak bisa menilai orang dari penilaiannya di akademis. Jika memang dia melangkah dari tamatan SMA dan baru penyesuaian berarti memang ada jenjang untuk itu. masalah apa yang dikerjakannya mungkin kerena belum ada kesempatan saja. Yang jelas dia harus bersabar saja,’’ terangnya saat dihubungi Riau Pos Rabu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;sumber :Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-6657151063649065110?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6657151063649065110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6657151063649065110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/05/sarjana-pertama-yang-menjadi-tukang.html' title='Sarjana Pertama Yang Menjadi Tukang Sapu di Riau !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S-jZ-gRMgGI/AAAAAAAAB7o/rhWxNJ1MhRI/s72-c/aneh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-880594383913059724</id><published>2010-05-03T00:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T00:00:35.986-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'>17 Tahun Menggendong Suami Pergi Mengajar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S950bzTUmKI/AAAAAAAAB7g/vgndlBAQSt8/s1600/qwert1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S950bzTUmKI/AAAAAAAAB7g/vgndlBAQSt8/s400/qwert1.jpg" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;guru&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;yang&lt;/span&gt;&amp;nbsp;lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar selama lebih&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp;17 tahun Du Chanyun adalah seorang&amp;nbsp;guru&amp;nbsp;di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun adalah tumpuan harapan&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;500 KK&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tersebar di kampung Dakou.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang&amp;nbsp;guru&amp;nbsp;SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang&amp;nbsp;guru&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji&amp;nbsp;guru&amp;nbsp;sebesar RB. 6.5 (atau sekitar Rp. 7.000,-).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup. Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD10" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;akan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menjadi sebuah mimpi&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;jauh baginya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD8" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;sang&lt;/span&gt;&amp;nbsp;suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, kamu tidak&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;bisa&lt;/span&gt;&amp;nbsp;jalan, sampai panggung pun saya&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;menggendongmu,” demikian ujar wanita&amp;nbsp;darikampung&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;buta huruf ini.&lt;br style="clear: both;" /&gt;Menopang Suami&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang&amp;nbsp;guru&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;rumah sampai sekolahyang&amp;nbsp;jaraknya 6 mil. Sejak 1 September 1990, jadwal hidup Li seperti ini. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Di sepanjang jalan, Li meraba, merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitip pesan ke beberapa murid&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;agak besar lantas bergesa-gesa pulang. Maklum, di rumah masih ada sawah&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;menunggunya untuk dikerjakan. Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ada dua hal&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;paling dia takuti adalah musim panas dan musim dingin.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Rumah Du Chanyun berada pada Barat Selatan sekolah, walaupun jarak&amp;nbsp;darirumahnya ke sekolah hanya 3 mil, namun tidak ada jalan lain, selain&amp;nbsp;darijalan tikus, dengan batu-batuan&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Pada suatu hari di musim panas, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungaiyang&amp;nbsp;deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Untung tertahan oleh ranting pohon&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;melintang di hulu sungai. Setelah lebih kurang setengah jam, ayahnya&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;merasa khawatir akhirnya datang mencari, mereka ditarik, anak dan menantunya baru berhasil diselamatkan. Li lolos&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;ancaman maut.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya&amp;nbsp;yangkekar menahan batu&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;mengganjal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras dan capek.&amp;nbsp;Sang&amp;nbsp;suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu. Hati Du Chanyun merasa iba.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Pada tahun 1993, Du Chanyun memulai rencana buruk agar&amp;nbsp;sang&amp;nbsp;istri meninggalkannya.Ia tak ini&amp;nbsp;sang&amp;nbsp;istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, mereka sungguh-sungguh&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;bercerai.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Di hari perceraian&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;dikenal akrab ini. Begitu melihat tampang keduanya, semua orang makin gembira.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;“Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai, kalian pulang saja,” ujar pihak kelurahan. Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya. “Walaupun nanti kamu tidak&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;bangun lagi, saya jugaakan&amp;nbsp;menggendong kamu sampai tua.”&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tidak Bolos Mengajar&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;memberikan pendidikan&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;baik buat anak-anak. Di sekolah itu, pendidikan sangat kurang bik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Guangyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan, pada musim panas dia memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin masak obat anti flu buat anak-anak. Di bawah bantuan istri, dalam 17 tahun, hari demi hari, tidak terhalangi oleh angin hujan, tidak pernah bolos satu kali pun.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Suatu hal&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;menggembirakan, data&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;terkumpul&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;kepala sekolah tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;lulus&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;sekolah SD tersebut mencapai 100 %. Tahun lalu ketika ujian masuk perguruan tinggi, ada 4 orang siswa&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;dulu pernah diajari dia masuk ke perguruan tinggi, tahun ini ada 4 lagi&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;lulus masuk masuk spesialis.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Kini, setiap hari raya Imlek, murid-muridnya sengaja pulang ke kampung menjenguk bapak dan ibu gurunya, masalah tersebut menjadi peristiwa&amp;nbsp;yangsangat menggembirakan bagi sepasang suami istri&amp;nbsp;guru&amp;nbsp;ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;(...)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-880594383913059724?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/880594383913059724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/880594383913059724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/05/17-tahun-menggendong-suami-pergi.html' title='17 Tahun Menggendong Suami Pergi Mengajar'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S950bzTUmKI/AAAAAAAAB7g/vgndlBAQSt8/s72-c/qwert1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-1985353932629714287</id><published>2010-05-02T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T23:50:25.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Panggung Erotis dan Onani Warnai Kampanye Pilbup Kediri !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S95yIRIs_MI/AAAAAAAAB7Y/VQi6jWKL-R8/s1600/aneh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S95yIRIs_MI/AAAAAAAAB7Y/VQi6jWKL-R8/s400/aneh.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Goyang Erotis Warnai Kampanye Pilbup Kediri&lt;br style="clear: both;" /&gt;Ada Remaja (Maaf) Onani di Bawah Panggung?&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Penampilan artis dangdut dengan goyangan erotis dan seronok mewarnai kegiatan kampanye terbuka yang digelar pasangan calon bupati-wakil bupati Kediri, Nurlaila-Turmudi Abror (Nata) di Lapangan Desa/Kecamatan Wates. Bahkan, seorang pemuda ditengarai onani di bawah panggung karena tak kuat menahan hawa nafsunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Saat kita amati, perilakunya mencurigakan. Berada menyendiri, dan tangannya dimasukkan ke dalam celananya. Saat tertangkap sejumlah kamera wartawan, remaja tersebut langsung pergi," kata Iptu Shokib, Kanit Patroli Polres Kediri ditemui di lokasi.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Penampilan artis yang menghibur pendukung dan simpatisan Nata memang terlihat agak nakal. Artis tersebut sengaja menunjukkan kemolekan tubuhnya, dengan pakaian yang superseksi. Sang artis juga bergoyang dan menari dengan berbagai gaya, mulai jingkrang, hingga kayang yang membuat penonton terlarut.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Sementara itu, Cabup Nurlaila, yang juga istri kedua Bupati Kediri Sutrisno dalam kampanyenya menjanjikan akan menggelar open house setiap minggu sekali. "Momen itu akan kita gunakan untuk menampung aspirasi masyarakat. Jadi segala persoalan yang muncul langsung akan kita selesaikan secara musyawarah," ungkap Nurlaila, calon nomor urut 2 itu di depan publik.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Dalam kampanye itu, fungsionaris DPD PAN Iskak Maula dan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Arif Junaidi turut serta menjadi juru kampanye (Jurkam). Selain mengajak masyarakat untuk mendukung dan memiliki Nata, Iskak juga mengkritisi kebijakan Bupati Sutrisno dalam menggunakan Anggaran&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Pendapatan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dan Belanja Daerah (APBD) setempat selama 10 tahun yang hanya terserap untuk megaproyek Simpang Lima Gumul (SLG).&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Sumber : LENTERA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-1985353932629714287?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1985353932629714287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1985353932629714287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/05/panggung-erotis-dan-onani-warnai.html' title='Panggung Erotis dan Onani Warnai Kampanye Pilbup Kediri !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S95yIRIs_MI/AAAAAAAAB7Y/VQi6jWKL-R8/s72-c/aneh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-5803128799180780282</id><published>2010-04-22T01:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T01:16:43.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Pembantaian Seorang Wanita Hingga Tewas Oleh Oknum Polisi ( Video Sadis ! )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S9AFvc1r5iI/AAAAAAAAB7I/tLQud8DKofk/s1600/prisoon.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S9AFvc1r5iI/AAAAAAAAB7I/tLQud8DKofk/s400/prisoon.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Ini adalah kumpulan video pembantaian polisi diluar negeri&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;yang&lt;/span&gt;&amp;nbsp;sangat kejam dan brutal, bahkan seorang wanita tewas setelah dibantai di ruang interogasi, kejamnya manusia sekarang melebihi binatang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nb : bagi&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;tidak tahan melihat pembantaian, mohon kiranya lebih baik tidak melihat, karena video ini sangat sadis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-5803128799180780282?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5803128799180780282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5803128799180780282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/pembantaian-seorang-wanita-hingga-tewas.html' title='Pembantaian Seorang Wanita Hingga Tewas Oleh Oknum Polisi ( Video Sadis ! )'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S9AFvc1r5iI/AAAAAAAAB7I/tLQud8DKofk/s72-c/prisoon.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-682182344483854353</id><published>2010-04-22T01:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T01:10:24.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Gagal Jadi Anggota Dewan , Istri Dijadikan Pelacur !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S9AEXGrR_fI/AAAAAAAAB7A/slnXkDLxasw/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S9AEXGrR_fI/AAAAAAAAB7A/slnXkDLxasw/s320/2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Diancam sebar&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;foto bugil&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dan air keras&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Gagal jadi anggota dewan membuat pria satu ini kehilangan akal karena dililit hutang. Demi melunasi hutangnya, Asr (35) nekat menjual istrinya sendiri kepada lelaki hidung belang. Meski melawan,&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;korban&lt;/span&gt;&amp;nbsp;tak kuasa karena ancaman sang suami&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px !important; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;yang&lt;/span&gt;&amp;nbsp;akan menyebar&amp;nbsp;foto bugil&amp;nbsp;dan disiram air keras.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Hd (29)&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;berkali-kali dijual sang suami ke lelaki lain membuat warga kecamatan Polewali, Mandar, Sulawesi Barat gempar. Penjualan istri ini terkait Asr&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;dikejar-kejar hutang serta tidak mempunyai pekerjaan setelah gagal dalam pencalonan menjadi anggota dewan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tersangka Asr memiliki hutang banyak kapada beberapa orang rekannya, namun karena tak memiliki pekerjaan lain, Asr pun memaksa istrinya untuk melayani lelaki dengan imbalan uang Rp 300 hingga Rp 500 ribu .&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Sedangkan uang&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;dihasilkan itu bukanlah&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;menikmati, namun diserahkan kepada suaminya dengan penuh ancaman, jika tak mencukupi akan disiksa.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tak hanya itu saja&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;juga sering dipaksa oleh tersangka agar memeras setiap lelaki hidung belang tersebut usai dia menemaninya. Dengan modus selingkuh dan meniduri istri orang, hingga beberapa lelaki terkena peras oleh tersangka.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Selain mengancam istri dengan menyiramkan air keras jika menolak ajakan suami agar melayani lelaki hidung belang, tersangka juga mengancamkorban&amp;nbsp;akan menyebar luaskan foto-foto bugil&amp;nbsp;sang istri lewat internet. Karena ketakutan itulah dengan terpaksa&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;pun melayani lelaki&amp;nbsp;yangbukanlah suaminya.&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;Tersangka dan&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;sudah menikah lebih dari 15 tahun ini juga telah dikaruniai dua orang anak. Dihadapan penyidik, tersangka&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;diperiksa oleh kepolisian sempat mengelak perbuatan bejatnya itu, dia berdalih bahwa istrinya sengaja melaporkan dirinya kepolisi karena ingin cerai.&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 16px; line-height: 15px;"&gt;Namun petugas Polres Polewali Mandar telah mengumpulkan bukti-bukti dari beberapa saksi, hingga tersangka pun tak dapat mengelak. Sementara sang istri&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;menjadi&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;hingga kini, masih trauma atas perlakuan suaminya sendiri&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;dengan tega menjual dirinya ke lelaki hidung belang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-682182344483854353?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/682182344483854353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/682182344483854353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/gagal-jadi-anggota-dewan-istri.html' title='Gagal Jadi Anggota Dewan , Istri Dijadikan Pelacur !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S9AEXGrR_fI/AAAAAAAAB7A/slnXkDLxasw/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-4819032893675457060</id><published>2010-04-18T20:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T20:40:14.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>TKW Hongkong, 7 Bulan Bekerja, Disiksa Juga Tidak Diberi Libur !</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vQk3k-siI/AAAAAAAAB6w/mFWB_NOn__I/s1600/Sani+BMI+asal+Wonosobo.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vQk3k-siI/AAAAAAAAB6w/mFWB_NOn__I/s320/Sani+BMI+asal+Wonosobo.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagi sebagian orang, memilih bekerja di luar negeri merupakan lompatan penting dalam sejarah hidupnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berpisah dengan anak, istri ataupun orang tua dalam waktu relatif lama merupakan pengorbanan yang berat. Namun itu tetap ditempuh karena hanya pilihan itulah yang diharapkan bisa merubah nasib. Sayang, nasib tak selamanya mujur.&amp;nbsp;Mereka berusaha mengais rejeki dinegeri orang dengan berbekal sejuta mimpi indah, namun yang mereka dapatkan justru mimpi buruk. Hasrat hati ingin memperbaiki nasib dan kehidupan, namun, justru kemalangan yang mereka dapatkan.&amp;nbsp;seperti dialami Sani, buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Tekad Sani (24),&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;asal Wonosobo, Jawa Tengah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sudah bulat saat memutuskan untuk merantau ke HK, sembilan bulan lalu. &lt;/span&gt;Berangkat d&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;engan &lt;/span&gt;niat untuk memperbaiki perekonomian keluarga&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;ia pun meyakinkan diri bakal meraih sukses, &lt;/span&gt;dapat mengais dollar untuk membahagiakan keduaorangtua.&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; Namun &lt;/span&gt;kenyataan tidak seindah harapan. &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kontrak dua tahun yang diteken sebelumnya tidak sampai tuntas.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;B&lt;/span&gt;aru bekerja 7 bulan&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;, ia &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;h&lt;/span&gt;arus menelan pil pahit. &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Baru &lt;/span&gt;selesai masa potongan agen (7bulan), Sani &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;diinterminit&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; (diputus-kontrak)&lt;/span&gt; oleh majikannya. Bahkan selama 7 bulan itu, &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;ia &lt;/span&gt;mendapatkan perlakuan kasar, kerap dia disiksa.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;Sani yang bekerja pada majikan di&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;kawasan Sai Wan Ho ini, tugas utamanya adalah bersih ber&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;s&lt;/span&gt;ih rumah juga mengurus anak majikan, yang berumur 3&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;t&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;a&lt;/span&gt;h&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;un&lt;/span&gt;. Awal Sani bekerja, majikan sangat baik. Begitu memasuki bulan kedua, peringai majikannya terlihat asli. Terbukti setiap apa yang dikerjakan Sani dimata majikan tidak ada benarnya. Untuk sekedar makan dan minum pun, dia harus terburu buru karena dijatah waktu majikannya tak lebih dari ‘’5 menit’’.&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; Waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;istirahat malam pun, Sani sangat minim. Pekerjaan&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; rutin&lt;/span&gt;nya kelar diatas jam 1 malam, dan bangun harus jam 5 pagi&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;‘’Saya berusaha sabar &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;M&lt;/span&gt;bak, ta &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;kuat&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;kuatin&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;namanya ikut orang ya beginilah&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;. M&lt;/span&gt;ana anak majikan yang saya asuh sangat rewel. Kalau pagi kedua majikan saya pergi kekantor, tapi dirumah ada bobo (nenek). Bobo itu yang mengawasi gerak gerik saya. Bobo juga cerewet sekali dan sering lapor sama majikan saya, kalau saya begini-begitu. Padahal tidak benar, mbak. Jatah makanan juga sedikit. Pagi selembar roti, siang makan mie, malam makan nasi, itu pun harus nunggu &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sinsang&lt;/i&gt; (majikan laki) pulang dari kantornya , jam 12 malam&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;,&lt;/span&gt;’’ &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;u&lt;/span&gt;ngkap Sani saat berpapasan dengan Memo, di&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;dalam MTR.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Sani mencoba untuk bertahan, walau kerap diperlakukan sangat tidak manusiawi. Bahkan selama 7 bulan bekerja, Sani tidak pernah mendapatkan haknya , yaitu libur tiap minggu. &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Padaal &lt;/span&gt;Sani berusaha bekerja dengan sebaik baiknya , mengingat tujun utamanya meraup dollar untuk keluarga di&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;kampung halaman.Tapi majikan Sani&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;, terutama yang laki-laki &lt;/span&gt;semakin menjadi jadi. &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Ia pernah memukul perempun pendiam ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;‘’&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;G&lt;/span&gt;ara garanya masalah sepele mbak. Ikan yang aku masak belum matang, majikan laki datang kedapur dan membanting piring yang ada ikannya itu, sambil nonyol kepalaku, katanya aku gak becus bekerja, bahkan memukul punggungku tiga kali. Dan yang paling sakit, jari kakiku diinjak pakai sepatunya&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;,&lt;/span&gt;’’ &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;u&lt;/span&gt;jarnya sedih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Setelah pemukulan itu, pagi&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; harinya &lt;/span&gt;Sani dikembalikan oleh majikannya keagen. Dan sekarang Sani sudah ditampung oleh satu &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;a&lt;/span&gt;gency yang ada di North Point. &lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;‘’Kesabaranku ternyata berakhir seperti ini, mbak. Habis potongan 7 bulan , aku &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;diinterminit&lt;/i&gt;. Sekarang sudah dapat majikan baru, sudah tandatangan, mau pulang kekampung halaman sembari menunggu visa baru turun, kok rasanya malu, pulang gak bawa apa apa,’’ &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;p&lt;/span&gt;ungkas Sani.(&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;Uly)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Surabaya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-4819032893675457060?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/4819032893675457060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/4819032893675457060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/tkw-hongkong-7-bulan-bekerja-disiksa.html' title='TKW Hongkong, 7 Bulan Bekerja, Disiksa Juga Tidak Diberi Libur !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vQk3k-siI/AAAAAAAAB6w/mFWB_NOn__I/s72-c/Sani+BMI+asal+Wonosobo.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-345806580524968265</id><published>2010-04-18T20:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T20:20:37.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>5 Foto Paling Menggemparkan Dunia !</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vKUG59DTI/AAAAAAAAB6I/NGUX5AUh4z4/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vKUG59DTI/AAAAAAAAB6I/NGUX5AUh4z4/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;1. Seorang bocah Sudan diikuti oleh seekor burung pemakan bangkai di dekatnya. Sangat jelas bahwa anak itu hampir mati kelaparan, sementara burung nasar dengan sabar menunggu anak tersebut mati sehingga mendapat makanannya. Tak seorang pun tahu apa yang terjadi pada anak tersebut, yang merangkak ke arah sebuah kamp makanan PBB. Fotografer Kevin Carter memenangkat Pulitzer Prize untuk gambar yang mengejutkan ini, tetapi akhirnya ia bunuh diri tiga bulan setelah ia mengambil foto tersebut. Mungkin ia tidah tahan dengan hinaan orang sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vKm-HvK0I/AAAAAAAAB6Q/-RaGnpbMXyI/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vKm-HvK0I/AAAAAAAAB6Q/-RaGnpbMXyI/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;2.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Pengguburan Seorang Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Salah satu korban dari bencana industri terburuk di dunia yang dikenal dengan tragedi gas Bhopal, terjadi di sebuah pabrik pestisida Union Carbide di kota Bhopal, India pada 3 Desember 1984. Pabrik tersebut mengeluarkan gas dan racun yang memberikan dampak ke lebih dari 500.000 orang.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vK925tzeI/AAAAAAAAB6Y/U6hqJKdZMLs/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vK925tzeI/AAAAAAAAB6Y/U6hqJKdZMLs/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;3. Tentara Irak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Foto yang menunjukkan seorang tentara Irak yang terbakar di depan jendela truk yang hancur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vLWRMt6oI/AAAAAAAAB6g/BMcgwU-dU74/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vLWRMt6oI/AAAAAAAAB6g/BMcgwU-dU74/s320/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;4. Biarawan Terbakar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Thích Quảng Đức seorang biksu Budha Vietnam yang membakar dirinya sampai mati di persimpangan jalan Saigon yang ramai pada 11 Juni 1963, sebagai protes terhadap penganiayaan umat Budha di Vietnam.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vLrBE75-I/AAAAAAAAB6o/qdpNnkBK2_M/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vLrBE75-I/AAAAAAAAB6o/qdpNnkBK2_M/s320/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;5. Meninggal karena Gempa Bumi tahun 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="lws_0"&gt;&lt;div class="linkwithin_outer" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="linkwithin_inner" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 477px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-345806580524968265?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/345806580524968265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/345806580524968265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/5-foto-paling-menggemparkan-dunia.html' title='5 Foto Paling Menggemparkan Dunia !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8vKUG59DTI/AAAAAAAAB6I/NGUX5AUh4z4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-5122743880480590073</id><published>2010-04-15T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T00:24:24.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Penyiksaan TKW di Arab Saudi Terus Berlanjut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8a_CGE4hQI/AAAAAAAAB6A/WDxEMDxICnU/s1600/tkw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8a_CGE4hQI/AAAAAAAAB6A/WDxEMDxICnU/s320/tkw.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Satu lagi berita penyiksaan TKW asal Indonesia di Arab Saudi melengkapi penderitaan TKW-TKW yang mengadu nasib di negeri orang.&amp;nbsp;Entah kenapa baik Pemerintah Indonesia dan lembaga2 atau organisasi2 sosial dan keagamaan yang biasanya vokal justru terkesan 'cuek' terhadap isu ini.&amp;nbsp;Apakah karena para TKW ini hanyalah seorang wanita dan berprofesi sebagai 'pembantu', sehingga menjadi warga kelas terendah yang tidak memiliki hak asasi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang TKW asal Karawang, Jawa Barat, Tarwi binti Alim(28) mengalami luka bakar di sekujur tubuh karena disiram dengan air mendidih oleh majikannya di Riyadh, Arab Saudi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Saya juga pernah dipaksa minum air mendidih oleh majikan," katanya, saat ditemui di Rumah Sakit Islam Karawang, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tarwi, awalnya dia bertugas mengasuh seorang anak majikan yang berusia 1,5 tahun, namun setelah si anak bertambah usia, dia tidak mau lagi diasuh Tarwi dan sering melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah penyebabnya, saya dianiaya oleh majikan," katanya lalu mengaku dirinya juga sering dipukul dengan kayu dan dicubit.&amp;nbsp;Tarwi mengatakan majikannya di Riyadh bernama Husein Al Abid dan Fatma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarwi tiba di rumahnya di Dusun Baros, RT 12/02, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Sabtu (26/4) sekitar pukul 19.00 WIB dengan menggunakan kendaraan angkutan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Saya dipulangkan ke Indonesia oleh majikan karena dia berharap saya akan mati di jalan. Ternyata, Allah berkehendak lain, saya masih bisa bertemu dengan keluarga, suami dan anak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarwi berangkat ke Riyadh pada 22 Maret 2006 melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT. Alhijaz, Jakarta.&amp;nbsp;Selama dua tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ia mengaku tidak mendapatkan gaji sesuai dengan kontrak kerja.&amp;nbsp;Dalam kontrak kerja dengan PT. Alhijaz, dirinya dijanjikan gaji 10.200 Real per bulan, namun, selama bekerja ia hanya dibayar 8.000 Real untuk empat bulan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suami korban, Encim (31), mengakui,menerima kiriman uang sebesar Rp5 juta dari istrinya selama menjadi TKW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap agar PT. Alhijaz bertanggung jawab atas penderitaan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PT Alhijaz harus menyelesaikan sisa gaji isteri saya yang belum dibayarkan dan uang asuransi yang harus diterima istri saya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karawang RM. Adilhati Kosyungan mengaku akan berusaha membantu keluarga TKW asal Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perusahaan yang memberangkatkan korban ke Riyadh harus bertanggung jawab. Karena itu, saya akan meminta pertanggungjawabannya," katanya.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #887766;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sumber : ANTARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-5122743880480590073?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5122743880480590073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/5122743880480590073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/penyiksaan-tkw-di-arab-saudi-terus.html' title='Penyiksaan TKW di Arab Saudi Terus Berlanjut'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8a_CGE4hQI/AAAAAAAAB6A/WDxEMDxICnU/s72-c/tkw.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-1268911798702011181</id><published>2010-04-15T00:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T00:13:53.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Nasib TKI di Malyasia : Majikan Manfaatkan Amnesti Untuk Menipu</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Tahoma, Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8a8eEyo-NI/AAAAAAAAB54/dOl03Ri39kA/s1600/tki.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8a8eEyo-NI/AAAAAAAAB54/dOl03Ri39kA/s320/tki.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;&lt;b&gt;KONDOMINIUM&lt;/b&gt;&amp;nbsp;18 lantai di Damansara Damai, Selangor itu boleh jadi akan segera menjadi salah satu bangunan megah kalau saja tak terjadi sengketa antara para pekerja Indonesia dan tauke (majikan) Malaysia. Kini, gedung yang sudah 90% jadi itu mangkrak. Ia seperti menjadi raksasa yang lumpuh dan kotor di antara bangunan-bangunan lain di kawasan itu. Hamdan dan Turyono, pekerja asal Banyuwangi, Jawa Timur memandang dengan geram hasil pekerjaan mereka itu. "Kalau tak ada kami, bangunan itu tak akan pernah ada," tandas Hamdan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;"Namun, mengapa mereka tak mau membayar pekerjaan kami? Mengapa mereka menganggap kami seperti binatang?" ungkap Turyono menyela dalam nada setengah berteriak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Mereka layak bersedih. Tiga bulan gaji mereka bersama 82 pekerja lain memang belum dibayar. "Jumlahnya sekitar Rp 400 juta. Jumlahnya mungkin sedikit bagi orang-orang kaya. Namun bagi kami, (jumlah itu) sangat berarti," ujar Lukman Hakim, pekerja asal Banyuwangi yang ditunjuk sebagai wakil pekerja-pekerja yang belum menerima gaji itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Karena itu, Lukman dan kawan-kawan bertekad menuntut kepada Sri Megah Jaya hingga perusahaan yang memperkerjakan mereka di gedung tersebut membayar seluruh gaji mereka. "Kami akan segera pulang ke Indonesia setelah gaji kami diberikan. Kami tak ingin mempersulit Pemerintah Malaysia ataupun Pemerintah Indonesia. Akan tetapi,&amp;nbsp;&lt;i&gt;mbok ya&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kucuran keringat kami dihargai," tandas pria yang mengaku hanya lulus sekolah dasar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Mengapa semua ini bisa terjadi? Lukman menuturkan, sebelum Malaysia melakukan Operasi Nasihat dan memberikan pengampunan (amnesti) terhadap para pekerja ilegal (tak memiliki dokumen resmi), sebenarnya gaji mereka lancar-lancar saja. Selama empat sampai lima tahun bekerja, mereka bisa menangguk ringgit dengan leluasa. "Rupa-rupanya, Operasi Nasihat ini justru digunakan oleh para tauke untuk menipu kami. Mereka tak mau membayar hingga masa pengampunan berakhir. O, kami memang miskin, tapi jangan sekali-kali menipu kami."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Dan, perlawanan pun mereka lakukan. Sejak 20 Desember 2004, mereka meminta Sri Megah Jaya membayar gaji. Malang, meskipun Lukman melaporkan persoalan ini ke Balai Polisi Petaling Jaya, Daya (bos dari Sri Megah Jaya) tak mau membayar. Setiap ditagih, dia berjanji akan membayar sebelum masa pengampunan (hingga 28 Februari) habis. Malah, pekerjaan para pekerja dianggap keliru. Dan, karena dianggap tak becus melakukan pekerjaan, para pekerja hanya diberi pinjaman 40.000 ringgit. Karena tak mampu mengusik Daya, Lukman pun berusaha bernegoisasi dengan Plato Contruction -perusahaan yang memperkerjakan Sri Megah Jaya. Hasilnya, ternyata berupa ancaman. "Kalau saya&amp;nbsp;&lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mau bayar, kamu mau berbuat apa? Mau merobohkan bangunan, silakan! Mau melapor ke polisi, silakan. Mau mengadu ke Kedutaan Indonesia, silakan. Kami sudah punya pengacara yang kuat," tegas Jevander Sing, bos Plato.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Waktu itu wajah Lukman menegang tetapi dia masih bisa menguasai keadaan. "Saya tak mau menuntut apa-apa. Kami memang ilegal dan ingin segera pulang ke Indonesia sebelum pengampunan habis. Kami hanya menuntut gaji kami."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Di luar dugaan, Jevander, justru mengecam pekerjaan Lukman dan kawan-kawan. Bos beretnis India itu hanya mau memberikan pinjaman dan menuntut para pekerja memperbaiki segala pekerjaan yang belum rampung.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Pemasangan keramik, perbaikan plamir, dan berbagai pekerjaan lain pun segera diselesaikan oleh Lukman dan kawan-kawan. "Sayang gaji kami tetap diberikan. Kami kemudian mengadu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Aduh, hasilnya juga nihil. Tak ada pertolongan. Mereka seakan-akan menutup kasus. Karena jengkel, kami kemudian membeberkan masalah ini ke televisi."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Setelah itu, barulah muncul reaksi. Media Indonesia terutama televisi, mulai berdatangan ke Malaysia. Malah Migran Care Indonesia juga datang dan berusaha menjadi mediator yang menghubungkan para pekerja dengan KBRI, Malaysia, dan para tauke.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia Rusdiharjo juga tak tinggal diam. Sabtu (12/2) lalu, dia berusaha meluncur ke bedeng (penampungan) dan bertemu dengan Lukman dan kawan-kawan. Lagi-lagi, ada hambatan yang sulit ditembus. Petugas satuan pengamanan perusahaan Sri Megah Jaya tak memperbolehkan dia dan Atase Ketenagakerjaan KBRI Abdul Malik masuk. Akhirnya, mereka hanya bertemu di pintu gerbang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;"Saya hanya ingin berbincang dengan mereka. Saya ingin melihat apakah benar para satuan pengaman membawa parang dan menggunakan anjing-anjing besar untuk menakut-nakuti para pekerja kita," tegas Rusdiharjo.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Setelah bercakap-cakap sebentar, Dubes yang murah senyum itu lantas menyarankan kepada Lukman dan kawan-kawan tetap pulang ke Indonesia. Apa pun yang terjadi, tak mungkin para pekerja Indonesia yang dianggap ilegal itu tetap tinggal di Malaysia tanpa dokumen resmi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12px; margin-top: 12px;"&gt;Apa reaksi Lukman dan kawan kawan? ''ya , sekali lagi kami memang ilegal , namun jangan sia sia kan kami.''(78j)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-1268911798702011181?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1268911798702011181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/1268911798702011181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/nasib-tki-di-malyasia-majikan.html' title='Nasib TKI di Malyasia : Majikan Manfaatkan Amnesti Untuk Menipu'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8a8eEyo-NI/AAAAAAAAB54/dOl03Ri39kA/s72-c/tki.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-9153195435955911905</id><published>2010-04-09T23:01:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T23:01:16.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Lagi, Video Mesum Diatas Jok Motor Oknum PNS Goyang Bangkalan ! ( Edan ! )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUG6DxCAI/AAAAAAAAB5Q/KDqxKEO20ss/s1600/aneh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUG6DxCAI/AAAAAAAAB5Q/KDqxKEO20ss/s320/aneh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Lagi-lagi beredar video porno atau video mesum. Setelah heboh beredarnya video mesum pelajar SMP, tak tanggung-tanggung kali ini pelaku video mesum yang beredar adalah oknum PNS. Video mesum dengan setting lokasi obyek wisata Lampu Mercusuar, Desa Ujung Piring, Kecamatan Socah, Bangkalan kembali beredar di muka umum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Untuk video mesum terbaru ini, diduga kuat diperankan salah satu oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Hasil pengamatan dari video berdurasi sekitar empat menit tersebut, pelaku dengan jenis kelamin perempuan berseragam batik warna merah, lengkap dengan tanda nama, terlihat beradegan mesra dengan salah laki-laki yang bertubuh gempal, dengan memakai baju kotak-kotak kombinasi hitam dan abu-abu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Adapun adegan yang dimainkan, perempuan dengan rambut sebahu tersebut melakukan aksi oral seks dengan pasangannya yang duduk santai, di atas sepeda motor matic merek Vario, dengan warna pink. Usai melampiaskan hasrat seks, kedua pasangan tersebut masih sempat bercakap mesra seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Diduga kuat, adegan mesum tersebut diabadikan seseorang, tepatnya dari lubang yang ada di sekitar obyek wisata Lampu Mercusuar. Itu terlihat dari gambar yang ditampilkan, terdapat lubang yang berkarat dengan latar bangunan kuno.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Adanya video tersebut, dibenarkan beberapa pegawai Pemkab Bangkalan. Mereka menyatakan, sebenarnya sudah bukan menjadi rahasia lagi dan beberapa kalangan telah memiliki video yang menghebohkan tersebut. Soal pelaku, beberapa dari pegawai menyatakan memang ada kemiripan dengan salah satu staf yang ada di Pemkab. "Wajahnya memang mirip salah satu pegawai, tapi soal benar atau tidak itu yang saya belum tahu," ujar salah satu pegawai Pemkab, yang namanya enggan disebut. Terkait masalah tersebut, kasat reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno menyatakan sudah mengetahui adanya video mesum yang beredar di khalayak umum. Cuma, dia mengaku masih belum bisa memastikan, apakah pelaku merupakan seorang oknum PNS Pemkab atau bukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Guna mengetahui secara pasti, dia telah memeriksa salah satu PNS Pemkab untuk dijadikan sebagai saksi. Besar kemungkinan, akan ada tambahan saksi lain untuk memperkuat atas penyidikan kasus tersebut. "Masih kami selidiki, yang pasti sudah ada saksi yang kami mintai keterangan terkait kasus tersebut," tegas Suwarno.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Perlu diketahui, sebelumnya telah beredar video mesum yang diduga melibatkan pelajar SMA di Bangkalan dengan lokasi yang sama yakni di kawasan wisata Lampu Mercusuar. Kasus tersebut, hingga saat ini masih belum terungkap oleh pihak kepolisian, ditambah lagi dengan kasus baru yakni dugaan PNS mesum di tempat yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-9153195435955911905?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/9153195435955911905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/9153195435955911905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/lagi-video-mesum-diatas-jok-motor-oknum.html' title='Lagi, Video Mesum Diatas Jok Motor Oknum PNS Goyang Bangkalan ! ( Edan ! )'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUG6DxCAI/AAAAAAAAB5Q/KDqxKEO20ss/s72-c/aneh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-4572466692619477315</id><published>2010-04-09T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T22:42:58.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Rombongan Jamaah Al Karim bersama penghuni shelter Kotkiho</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8APqZchL-I/AAAAAAAAB5I/yCmgrxUkeAU/s1600/shelter+kotkiho+dan+al-karim.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8APqZchL-I/AAAAAAAAB5I/yCmgrxUkeAU/s320/shelter+kotkiho+dan+al-karim.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Al Karim mengunjungi shelter Kotkiho. 20 BMI yang sedang menungu penyelesaian masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Ada suasana lain di shelter Kotkiho, Hong Kong, Minggu (4/4).Di tempat penampungan sejumlah buruh migran Indonesia (BMI) di HK yang sedang menunggu penyelesaian masalah tersebut, siang itu mendadak ramai, karena ada kunjungan silaturahim dari jamaah Al Karim, HK.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Terjalinlah komunikasi yang akrab dan bersahabat. Sejumlah BMI saling menanyakan kabar masing-masing dan perkembangan penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kami sengaja datang ke sini untuk memberikan dukungan pada teman-teman yang berada di shelter ini, semoga masalah yang dihadapi segera ada penyelesaian, juga teman-teman segera mendapatkan majikan baru,” ujar Sri Mahmudah, salah satu anggota Al Karim.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Shelter adalah tempat penampungan sementara bagi buruh migran di Hong Kong yang sedang terkena masalah. Selama menunggu masalahnya diurus lembaga yang berwewenang, mereka menempati bangunan shelter dengan segala fasilitasnya, termasuk makan. Untuk operasional shelter dibiayai dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat, juga dukungan dari sejumlah BMI yang peduli, termasuk Jamaah Al Karim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut Sri Mahmudah, kedatangan jamaah Al Karim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ke Shelter Kotkiho juga untuk membantu teman-teman BMI yang sedang terkena masalah. Tak lupa mereka juga membawa oleh-oleh sembako. Selanjutnya di shelter mereka &lt;/span&gt;mengadakan acara yasinan. &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;“Ya kami&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;s&lt;/span&gt;aling mendoakan , semoga teman teman yang ada di shelter segera selesai masalahnya, dapat majikan baru dan bisa bekerja kembali dengan baik&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;,&lt;/span&gt;’’ &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;u&lt;/span&gt;jar Sri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kunjungan organisasi Al-Karim disambut ramah oleh beberapa teman teman di&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;shelter, termasuk Purwanti, ketua Kotkiho.&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; Purwanti tidak menyangka adanya kunjungan tersebut, terlebih dengan &lt;/span&gt;suasana akrab dan haru ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut Purwanti, kini penghuni shelter tinggal 20 orang dari sebelumnya ada lebih dari 30 orang.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;‘’Yang berada diasrama sekarang tinggal 20 orang. Alhamdulillah masalah semakin sedikit dan sudah banyak yang terselesaikan,’’ &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;u&lt;/span&gt;ngkap Purwanti.&amp;nbsp;Adapun sejumlam masalah yang dihadapi BMI yang kini menghuni shelter, antara lain sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;-&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Riatin, BMI asal Pacitan. Yang tidak menerima gajinya sepeserpun selama 8 bulan, mengasuh 2 anak didaerah Central, tidak diberi libur, dan semua pintu dikunci dari luar, saat majikannya pergi ‘’Luihang’’, terus kabur. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;-&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nuning , BMI asal Madiun. Yang bekerja dengan 3 rumah, gaji selama 1 bulan tidak dibayarkan oleh majikan dan diusir oleh majikannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;-&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yolanda, BMI asal Nganjuk. Yolanda ini paling lama di shelter, hampir 1 tahun 1 bulan menunggu penyelesaian kasusnya. Kasus pemukulan yang dilakukan majikan kepada Yolanda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;-&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Verawati, BMI asal Brebes. Yang bekerja selama 8 bulan, tidak pernah digaji sepeserpun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;-&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Latifah, BMI asal Lampung. Yang dituduh mencuri, jam 12 malam diusir rumah majikan. Padahal Latifah tidak melakukan sama sekali, dan ini hanya jebakan majikannya yang menaruh uang dilaci kamarnya, sebesar HK$ 10.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;-&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sinta, BMI asal Banyuwangi. Yang juga bekerja selama 4 bulan , tidak digaji dan tidak diberi libur. Padahal majikan Sinta ini profesinya bekerja sebagai polisi.&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt; (wah/uly) &amp;nbsp; Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Surabaya # 143&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-4572466692619477315?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/4572466692619477315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/4572466692619477315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/rombongan-jamaah-al-karim-bersama.html' title='Rombongan Jamaah Al Karim bersama penghuni shelter Kotkiho'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8APqZchL-I/AAAAAAAAB5I/yCmgrxUkeAU/s72-c/shelter+kotkiho+dan+al-karim.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-9129442835058276283</id><published>2010-04-09T22:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T22:24:39.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Lagi, TKW-Hongkong Langganan Korban Laki-laki Hidung Belang !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8ALftcTy2I/AAAAAAAAB5A/rzyHMa-bYm0/s1600/ft+bmi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8ALftcTy2I/AAAAAAAAB5A/rzyHMa-bYm0/s320/ft+bmi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pacaran Dengan Pria Misterius, 10 Juta Amblas Tanpa Bekas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Belum reda cerita beberapa buruh migran Indonesia (BMI) yang tertipu oleh tentara gadungan (baca Memo edisi 142), kini ada lagi seorang BMI yang ingin ceritanya dimuat di Tabloid Memo untuk peringatan agar BMI lebih berhati-hati dengan orang yang baru dikenalnya. BMI asal Wonosobo Jawa Tengah yang kini bekerja di Ngauchiwan Kowloon ini biasa dipanggil Mumun (33), janda muda beranak satu. Selama 13 tahun Mumun menjalani hidup menjanda, karena perkawinannya harus berakhir semenjak hadirnya perempuan lain dihati suami yang di anggapnya setia menemani hidupnya. Namun kesetiaan Mumun harus terbalaskan dengan perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan perempuan yang sekarang menggantikan posisinya sebagai istri. Sakit hati yang dirasakan Mumun tidak dibiarkan berlarut begitu saja, Mumun mulai bangkit dari keterpurukan dan nekat bekerja ke luar negeri sampai sekarang hampir 10 tahun Mumun mengais nafkah di negeri tirai bambu Hong Kong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Selama 13 tahun hidup menjanda, Mumun tidak pernah mempunyai pikiran untuk mencari pria pengganti suaminya, bayangan perselingkuhan yang terjadi 13 tahun lalu membuat Mumun enggan menikah lagi. Namun kenyataan itu kini berubah, disaat Mumun ditelepon oleh seorang pria yang mengaku Imam Sujarwo (48) yang sedang bekerja di Malaysia. Perkenalan lewat telepon pada 24 Desember 2008 itu akhirnya membuat hati Mumun berbunga-bunga karena pria yang datang secara misterius tersebut penuh perhatian dan tutur katanya sangat sopan. Singkat cerita, setelah dua minggu perkenalan tersebut, Mumun dan Imam Sujarwo telah resmi menjadi sepasang kekasih. Setiap waktu Imam menelepon Mumun dengan segenap perhatiannya yang membuat Mumun semakin yakin bahwa pria tersebut adalah jodohnya. Imam Sujarwo mengaku telah menduda semenjak istrinya selingkuh dan kini hidup dengan anak lelaki satu-satunya. Imam juga mengaku telah bekerja di Malaysia selama empat tahun lamanya dan ingin pulang membuka usaha dikampung halamannya di desa Srikaton RT: 27 RW: 03 Ngantru Tulung Agung Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Imam Sujarwo memang pandai mengambil hati Mumun, keluarga Mumun di Wonosobo juga sudah akrab dengan Imam walau hanya lewat telephon. Pendekatan yang dilakukan Imam Sujarwo terhadap keluarga besar Mumun memang mendapatkan hasil yang sempurna. Disaat Imam meminta bantuan keuangan untuk memperpanjang permit/visa Malaysia, ayah Mumunlah yang mengutarakan maksud Imam tersebut. Orang tua Mumun berusaha meyakinkan pada anak perempuannya yang telah lama menjanda tersebut, bahwa Imam adalah seorang pria yang patut dijadikan suami bagi Mumun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bak kerbau di congok hidungnya, Mumun menuruti keinginan Imam dengan mengirimkan uang ke Malaysia sejumlah HK.$ 1900 pada tanggal 10 Januari 2009 melalui pengiriman uang Malang Ekspress. Setelah mendapatkan kiriman uang untuk memperpanjang visa, Imam mulai merayu Mumun agar mau membelikan handphone Sony Ericson merk C510, namun Mumun tidak mengabulkan permintaan Imam. Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 11 November 2009 Imam pamit pulang ke Indonesia dengan alasan bahwa di Malaysia sulit mencari pekerjaan dan Imam berniat membuka toko di depan rumahnya. Dengan dalih ingin membuka usaha toko didepan rumah dan kekurangan uang untuk tambahan membeli mobil, Imam meyakinkan Mumun agar mau meminjami uang sebagai modal usahanya. Lagi-lagi Mumun tak berdaya saat ayahnya juga mendesak Mumun untuk segera mengirimkan uang kepada Imam. Melalui pengiriman uang Western Union, pada tanggal 15 November 2009 Mumun mengirim uang sebesar 8 Juta empat ratus ribu rupiah atas nama Widodo yang beralamatkan di desa Sumber Asri RT: 01 RW: 06 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Jawa Timur 66181. Sehari setelah mendapat uang kiriman tersebut, handphone Imam sudah tidak bisa dihubungi lagi. Berhari-hari Mumun mencari kabar tentang dimana keberadaan Imam Sujarwo, namun yang di dapat justru berita yang membuat hati Mumun remuk redam. Teman Mumun menceritakan bahwa salah seorang BMI Hong Kong yang bernama Suyatin juga telah menjadi korban Imam Sujarwo dan telah mengirimkan uang sebesar 15 juta. "Saya hanya ingin memberikan pelajaran pada Imam, kamu bisa mengelak atas perbuatanmu. Tapi ingat, Allah tidak tidur, uang bisa di cari lagi, tapi hidupmu akan tidak tenang jika kamu masih mencari mangsa dengan tipu dayamu. Imam Sujarwo..., masihkah kamu mempunyai hati nurani???" Mumun tak kuasa menahan perasaannya disaat menceritakan kisah asmaranya dengan lelaki yang mengaku duda tapi kenyataannya Mumun mendapat kabar bahwa lelaki tersebut telah memiliki tiga orang istri. Astagfirullah... (Adp)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 10px; line-height: 11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terpublikasi di Tabloid MEMORANDUM-Surabaya # 143&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-9129442835058276283?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/9129442835058276283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/9129442835058276283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/lagi-tkw-hongkong-langganan-korban-laki.html' title='Lagi, TKW-Hongkong Langganan Korban Laki-laki Hidung Belang !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8ALftcTy2I/AAAAAAAAB5A/rzyHMa-bYm0/s72-c/ft+bmi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-3527519878776729190</id><published>2010-04-07T04:43:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T04:43:33.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Oknum lokal staff KBRI eksploitasi TKW !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7xv2ZyfQlI/AAAAAAAAB44/_Jqgh0S3-Z8/s1600/153007p.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7xv2ZyfQlI/AAAAAAAAB44/_Jqgh0S3-Z8/s320/153007p.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyak beredar di milis dan media bahwa banyak oknum KBRI yang seharusnya menjadi pelindung warganya justru terselibat dalam "human trafficking", memeras TKW, eksploitasi dan malah menjualnya ke hidung belang.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kasus ini sebenarnya terjadi di seluruh negara Arab dan bukan Saudi dan Kuwait saja. Dan bahkan mungkin di seluruh wilayah penempatan TKI seperti, Hongkong, Taiwan, Korea dll.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Eksploitasi ini kebanyakn dilakukan oleh "lokal staff" KBRI dengan sepengetahuan atau tanpa sepengetahuan diplomat atau Dubes setempat. Sehingga tidak bisa menggeneralisir bahwa semua orang KBRI terlibat.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Mengapa lokal staff (yang dari Indonesia maupun negara setempat) yang sering terlibat hal itu, adalah karena mereka sudah bekerja lama bekerja di KBRI, tidak seperti diplomat yang hanya 3 tahun. Lokal staff juga menjadi perpanjangan tangan agen yang nakal. Mereka juga sudah kenal beberapa konsumen yang menjadi "pembeli" TKW-TKW berparas cantik dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berdasarkan pengamatan media, beberapa kasus yang sering terjadi adalah:&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;1. Lokal staff dan supir KBRI menjual belikan kembali TKW yang meminta perlindungan di penampungan. Seperti yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1927&amp;amp;Itemid=65" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;diungkapkan media ini.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Lokal staff yang seharnya menjadi ujung tombak perlindungan WNI malah menjadi perpanjangan tangan agen dan malah terlibat membantu agen dengan menukar nama dan identitas TKW tersebut agar sah kembali "dipekerja paksa" oleh agen. Seperti yang terjadi di Kuwait. Lihat di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1927&amp;amp;Itemid=65" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Di KBRI Amman, Jeddah misalnya TKW yang menang di pengadilan dan berhasil mendapatkan kembali hak gajinya yang tidak pernah dibayarkan oleh majikan selama 3-5 tahun menjadi korban pemerasan oleh lokal staff atau supir KBRI yang mengantarnya pulang ke bandara. Oknum tersebut merasa berhak mendapat bagian karena merasa telah lelah dan cape alias "uang capek".&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Di KBRI Ammman, Kuwait dan Saudi ada oknum lokal staff yang mempunyai "hobbi" yang aneh yang suka memilih-milih TKW yang berparas cantik. Biasanya harga mereka akan lebih tinggi "bila dijual kembali".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;5. Di banyak kasus, ada juga memang TKW yang ingin bekerja kembali setelah berada di penampungan segera setelah masalah mereka selesai. Untuk itu mereka perlu bantuan "oknum lokal staff" tersebut untuk mengeluarkannya untuk bekerja kembali. Oknum tersebut akan mendapat upeti yag tidak kecil.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;6. Oknum lokal staff tersebut ternyata tidak saja memeras TKW yang diantar ke bandara. Beberapa tamu KBRI non-diplomatik juga mengalami hal yang sama. Dengan dalih biaya hidup di luar negeri mahal, gaji yang sedikit, tidak jarang mereka mengumpat tamu yang hanya memberi "tip" yang kecil.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;7. Oknum KBRI biasanya berasal dari lokal negara setempat. Ada yang mantan mahasiswa, mantan titipan orang deplu dan yang lebih parah ada yang memang mantan orang agen. Di KBRI Amman, Jeddah dan beberapa negara Arab lainnya, banyak lokal staff yang menjadi perpanjangan tangan agen tenaga kerja di negara setempat dan bahkan banyak yang punya agen PJTKI di Indonesia. Jadi jangankan memberikan perlindungan, eh malah "menekan" TKW agar tunduk pada kemauan yang "yang menyogok".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;8. Betul bahwa tidak semua lokal staff terlibat pada modus operandi kejahatan ini. Banyak juga lokal staff yang "lugu" yang tidak punya kepentingan kepada TKW selain perasaan senasib setanah air yang memperjuangkan betul-betul hak TKW.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;9. Beberapa alasan seringnya terjadi penyelewengan adalah: Ada TKW yang tidak digaji selama bertahun-tahun. Bahkan ada yang 3-5 tahun. Biasanya majikan yang miskin tidak sanggup membayar seluruh gajinya. Maka dia akan kongkalingkon dengan lokal staff setempat. Membayar gajinya hanya beberapa tahun saja dan memberikan "bakhsis" yang tidak kecil kepada lokal staff yang menanganinya untuk menekan TKW-nya untuk "menerima" berapa saja yang diberikan majikan, biasanya dalil-dalil agama pun bisa dikeluarkan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;10. Alasan berikutnya adalah, banyak majikan miskin yang tidak rela TKW-nya atau Babunya pulang setelah dua tahun kerja, yang menjadi haknya. Karena itu akan membuatnya membayar (mahal) lagi untuk ongkos pulang seperti yang ada dalam perjanjian. Maka untuk penghematan dia akan berusaha menyogok lokal staff untuk membujuk TKW-nya yang lari ke KBRI untuk bisa bekerja kembali dengan dia. TKW yang pernah lari begini akan sarat dengan penyiksaan di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;11. Ada juga memang lokal staff yang suka "memblackmail" majikan. Biasanya dari beberapa jaringannya mereka tahu siapa-siapa dan bagaimana tipe majikan yang lugu yang bisa diperas. Kadang kala hal ini diperparah bisa TKW-nya adalah mantan TKW juga yang bisa bersama-sama dengan lokal staff "memeras" majikan yang lugu.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;12. Suasana eksploitasi kepada TKW bisa semakin brutal, apabila ada persaingan antara lokal staff untuk memasarkan "dagangan" mereka kepada agen dan majikan. Karena rata-rata mereka punya perusahaan penyaluran di Indonesia. Mirip seperti "oknum kepolisian" yang menarik-marik baju konsumen yang ingin mengurus SIM, agar pengurusannya dicaloin saja oleh oknum tersebut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;13. Lokal-lokal staff yang bertipe "hidung belang" akan mengeksploitasi TKW secara seksual. Bisanya untuk mijitin dikantor, dibawa sebentar pulang ke rumah untuk kencan barang sehari-dua hari, bahkan ada yang menjadi istri legal maupuan non legal. Di sebuah KBRI di Arab ada yang bahkan memjadi istri ke-5 ke-6 dan lain sebagainya. Bagi lokal staff seperti ini penampungan TKW adalah surga birahi yang tak terhingga yang selalu saja ada stok baru.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;14. Ada juga lokal staff yang menyediakan jasa kepada TKW bermasalah untuk mengirimkannya ke negara Arab lainnya dengan iming-iming gaji lebih baik. Biasanya lokal staff ini mempunyai agen di beberapa negara Arab. TKW yang memang ingin bekerja lagi di negara Arab lainnya biasanya mau membayar puluhan juga kepada lokal staff tersebut untuk paspor dan visa. Misalnya dari Kuwait ke Saudi, dari Saudi ke Amman, Yordania, Dari Amman ke Syria, Irak, Palestina dll dari Syria ke UAE dan lain sebagainya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;15. Banyak diplomat yang menjadi atasan lokal staff yang tidak menyadari kelakuan lokal staff yang merusak nama Indonesia ini. Tapi ada juga sebagian yang tahu dan malah minta bagian. Diplomat seperti bahkan setelah pulang ke Indonesia masih juga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2004/04/13/brk,20040413-01,id.html" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dikirimi "upeti" oleh agen yang ditolongnya.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;16. Perang dingin bisa terjadi antara diplomat dan lokal staff bila diplomatnya ingin membereskan hal ini. Bisanya lokal staff akan menghembuskan isu bahwa diplomatnya haus cewek bila diplomatnya memberikan penjagaan yang ketat kepada TKW dipenampungan. Di beberapa penampungan bahkan sering terjadi kasus hilangnya TKW dari penampungan. Baik yang lari setelah hak-haknya didapat dan banyak juga yang "dilarikan atau dijual lokal staff". Diplomat tersebut tidak berani membongkar kasus itu karena sudah diserang isu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari beberapa poin di atas, diambil kesimpulan seperti ini:&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;1. Lokal staff telah memasuki dunia kriminalitas dengan menjual kembali TKW dari penampungan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. UU di banyak negara Arab mensyaratkan pekerja melalui agensi dan bukan dari penampungan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0301/02/eko04.html" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penampungan yang ada di KBRI terlah membuat banyak agen di LN mengabaikan kewajiban mereka mendirikan shelter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;dan perlindungan hukum kepada TKW sesuai dengan UU.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lpptki.wordpress.com/" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kewajiban itu bahkan ditimpakan ke KBRI yang serba salah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Banyak lokal staff yang punya jaringan dengan LSM di Indonesia untuk memaksa KBRI membuat penampungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.opensubscriber.com/message/bizzcomm@yahoogroups.com/3502036.html" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan demikian lokal staff tersebut mempuyai "penghasilan" tambahan dengan eksploitasi TKW yang ada di penampungan.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Ada juga memang diplomat yang takut menghimbau para agensi untuk mendirikan konsorsium sebagai shelter dan perlindungan TKW yang bermasalah. Dan lebih memilih membuat penampungan di KBRI. Tentu ada "upeti" yang tidak sedikit jumlahnya. Bahkan ada diplomat yang selalu disogok dengan "cewek" oleh para agen agar tetap membuat penampungan di KBRI.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.opensubscriber.com/message/ppiindia@yahoogroups.com/1514692.html" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mengenai sogokan cewek pelacur Arab ke diplomat bukanlah berita yang baru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;6. Ada berita miring bahwa banyak agensi di Indonesia maupun Arab yang selalu memberikan "upeti" kepada LSM di Indonesia agar selalu menghujani KBRI dengan kritikan. Walau para agen itu juga mempunyai perpanjangan tangan di KBRI pada lokal staffnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.fajar.co.id/index/kuliner/society/banner-iklan/index.php?act=news&amp;amp;id=54690" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sehingga KBRI sebagai institusi negara harus menjadi korban dari permainan mafia ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. Ada kalanya Diplomat yang kebingungan tidak tahu melakukan apa lagi kecuali mengikuti arus yang dimainkan bawahannya dan didukung para agen dan LSM nakal.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;7. Penampungan adalah proyek yang sangat menguntungkan bagi siapa saja (yang nakal). Beberapa keuntungannya adalah:&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.inna-ppni.or.id/index.php?name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=42" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sumber rezeki bagi lokal staff ingin menggali uang tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;b. Agensi sangat bahagia karena kewajiban mndirikan shelter dan perlindungan warga telah ditangani KBRI dengan uang negara dan marginnya mereka yang nikmati.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;c. Diplomat banyak juga yang diuntungkan karena mereka akan selalu dikirimin "cewek pelacur Arab" dan upeti lainnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;d. TKW yang nakal akan menggunakan penampungan KBRI untuk lari dari hukum dan menjadi beskem untuk bekerja liar di Arab.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1927&amp;amp;Itemid=65" style="color: #243749; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;e. Banyak dubes yang ikut-ikutan menarik pungutan dari agensi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;f. LSM vokal yang banyak mendapat "upeti" dari agensi&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;g. Negara setempat yang tidak perlu meratifikasi UU untuk perlindungan pekerja&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Asing. Hampir semua negara Arab telah membuat UU perlindungan kepada pekerja asing tapi ini tidak termasuk "domestic worker" alias babu alias pembantu rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;h. Negara-negara Arab sangat diuntungkan secara ekonomi dan politik dengan kehaditan TKW. Secara ekonomi sudah bisa ditebak dan secara politiknya adalah pengalihan perhatian warga akan politik yang diktatorsip yang kebanyakan terjadi di Arab dan mengaliskannya kepada hal-hal yang bersifat domestik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: Verdana; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: Verdana; font-size: small;"&gt;&lt;div class="box" style="background-color: #e2e6e9; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;ul class="homelist" style="background-color: white; border-left-color: rgb(226, 230, 233); border-left-style: solid; border-left-width: 0px; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 25px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 3px;"&gt;&lt;div class="post uncustomized-post-template" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li style="clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 7px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 2px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beberapa solusi:&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;1. Penanganan TKI bermasalah di luar negeri seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang monoton yang mudah ditebak oleh orang uang ingin mengambil keuntungan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Oknum-oknum lokal staff seharusnya tidak bekerja seumur hidup. Kerja mereka harus dievaluasi setiap tahun berdasarkan pengaduan dat TKW dan bukti-bukti lainnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Deplu harus mengetahui siapa-siapa saja diplomat mereka yang ikut-ikutan mencicipi "eksploitasi" in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 2px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 2px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Uly/berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-3527519878776729190?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3527519878776729190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/3527519878776729190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/oknum-lokal-staff-kbri-eksploitasi-tkw.html' title='Oknum lokal staff KBRI eksploitasi TKW !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7xv2ZyfQlI/AAAAAAAAB44/_Jqgh0S3-Z8/s72-c/153007p.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-2779315554259218345</id><published>2010-04-07T04:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T04:17:01.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Gempa Akibat Pergerakan Lempeng Sumatra</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7xpm4jgqkI/AAAAAAAAB4w/IKDgQq1Q_Po/s1600/gempa-bumi-03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7xpm4jgqkI/AAAAAAAAB4w/IKDgQq1Q_Po/s320/gempa-bumi-03.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gempa 7,2 skala Richter (SR) yang terjadi di sebelah tenggara Pulau Simeuleu, Sinabang, Nanggroe Aceh Darusalam, pukul 05.15 WIB pagi tadi disebabkan pergerakan lempeng Sumatra. Demikian dikatakan Kepala Bidang Info Dini Tsunami dan Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jaya Murjaya di Jakarta, Rabu (7/4).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;BMKG mencatat, pascagempa besar terjadi empat kali gempa dengan kekuatan 5 hingga 5,2 SR dan 18 kali gempa kecil dengan kekuatan di bawah 5 SR. Gempa kecil sempat mengakibatkan terjadinya tsunami di beberapa tempat, dengan ketinggian tidak lebih dari 40 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Simeulue sebelumnya beberapa kali diguncang gempa. Februari 2008 silam, gempa 7,3 SR terjadi sore hari. Selain bangunan banyak yang rusak, gempa juga mengakibatkan puluhan warga terluka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;* Pasca Gempa , Pasien Sakit Dievakuasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ratusan pasien terpaksa dievakuasi dari ruang perawatan rumah sakit, untuk menghindari ancaman tertimpa reruntuhan bangunan, menyusul getaran gempa bumi yang mencapai wilayah Gunung Sitoli, Nias, Rabu (7/4). Bahkan seorang pasien hamil di rumah sakit terancam melahirkan, akibat pengaruh psikologis gambaran gempa tahun 2004 silam yang dialaminya. Kecemasan akan gempa dan tsunami memaksa warga berlarian keluar dari rumah mereka untuk mengungsi ke dataran tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gempa yang terjadi di daerah Simelue, Nangroe Aceh Darussalam Rabu pagi, memang berimbas ke wilayah ini. Aktivitas warga di pulau Nias pun lumpuh. Walaupun gempa tidak berpotensi tsunami, namun warga khawatir dan cemas. Nelayan pun tidak berani melaut. Sampai saat ini, situasi di Pulau Nias masih mengkhawatirkan bagi warganya.(PAG/AYB)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sumber : Lentera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-2779315554259218345?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/2779315554259218345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/2779315554259218345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/gempa-akibat-pergerakan-lempeng-sumatra.html' title='Gempa Akibat Pergerakan Lempeng Sumatra'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7xpm4jgqkI/AAAAAAAAB4w/IKDgQq1Q_Po/s72-c/gempa-bumi-03.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-6109353131429245223</id><published>2010-04-05T21:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T21:53:31.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>4 Anak Dilempar dari Kereta Api di Pekalongan ( Sadis ! )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7q-ODMw8mI/AAAAAAAAB4g/zgsr__El4P0/s1600/aneh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7q-ODMw8mI/AAAAAAAAB4g/zgsr__El4P0/s320/aneh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Empat anak warga Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan luka berat setelah dilempar oleh orang tak dikenal dari kereta barang yang mereka tumpangi.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Keempat&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;korban&lt;/span&gt;&amp;nbsp;adalah David (11), Heris Fahmi (12), serta kakak-beradik, Qomarudin (11) dan&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4" style="-webkit-background-clip: initial !important; -webkit-background-origin: initial !important; background-attachment: scroll !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;Alif&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Setiadi (16). David dalam kondisi kritis lantaran pendarahan otak akibat terbentur benda keras.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Dia dilarikan ke RS Kariadi Semarang. Tiga&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;lainnya patah tulang kaki dan tangan. Mereka diperkirakan juga mengalami pendarahan otak.&amp;nbsp;Alifdan Qomarudin dirawat di RS Bendan, sedangkan Heris di RSUD Kraton, Pekalongan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Kejadian itu masih diselidiki polisi. Berdasarkan keterangan&amp;nbsp;korban, pelaku diduga kawanan preman yang kerap memalak penumpang KA barang. Salah seorang&amp;nbsp;korban, Qomarudin mengatakan, saat kejadian Jumat mereka hendak bermain ke rumah salah seorang teman di Tegal.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Mereka naik KA dari Stasiun Pekalongan sekitar pukul 09.00. Sekitar setengah jam kemudian, datang dua pemuda tak dikenal. Saat itu kereta sudah masuk wilayah Kabupaten Pemalang.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Kedua pelaku meminta uang kepada&amp;nbsp;korban, namun tak dituruti. Pelaku lantas memaksa&amp;nbsp;Alif&amp;nbsp;untuk meminjamkan telepon genggamnya. Tak berapa lama kemudian,&amp;nbsp;Alif&amp;nbsp;meminta ponselnya dikembalikan. Namun, dua pemuda tak dikenal itu malah marah-marah.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Pelaku dan&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;akhirnya berkelahi. “Kakak saya (Alif) dilempar keluar kereta. Setelah itu kami bertiga juga dilempar,’’ tutur Qomarudin.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Para&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;ditemukan warga di area persawahan di Pemalang. Kejadian itu lantas dilaporkan ke polisi. Para&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;dilarikan ke RS Santa Maria Pemalang, sebelum dirujuk ke RS Bendan, RSUD Kraton Pekalongan, dan RS Kariadi Semarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;Sumber : Matanews&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-6109353131429245223?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6109353131429245223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/6109353131429245223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/4-anak-dilempar-dari-kereta-api-di.html' title='4 Anak Dilempar dari Kereta Api di Pekalongan ( Sadis ! )'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7q-ODMw8mI/AAAAAAAAB4g/zgsr__El4P0/s72-c/aneh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-4179983119657937461</id><published>2010-04-02T21:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T21:55:51.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buruh Migran Indonesia'/><title type='text'>Tri Handoko, Tentara Gadugan, Menipu TKW-HK Ratusan Juta !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7bKOoxnkaI/AAAAAAAAB4Q/0lKziWa8snQ/s1600/Tri+Handoko+Sumongko+foto+bersama+tunangannya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;b&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7bKOoxnkaI/AAAAAAAAB4Q/0lKziWa8snQ/s320/Tri+Handoko+Sumongko+foto+bersama+tunangannya.jpg" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;BMI Hong Kong Tertipu Oleh Rayuan Maut Tentara Gadungan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Cinta adalah anugerah yang&amp;nbsp;patut di syukuri oleh setiap manusia, karena cinta pula orang bisa lupa diri dan tidak perduli dengan orang sekitarnya. "Dunia hanya milik kita berdua,&amp;nbsp;orang lain hanya numpang lewat", begitulah kata mutiara yang sering diucapkan oleh dua insan yang sedang dilanda asmara. Begitu pula dengan&amp;nbsp;kisah asmara&amp;nbsp;yang di alami oleh Dill (30) buruh&amp;nbsp;migran asal Malang Jawa Timur yang hampir 10 tahun bekerja di Hong Kong. Setahun yang lalu Dill berkenalan dengan seorang lelaki lewat dunia maya (chatting), Tri Handoko Sumongko (30)&amp;nbsp;berasal dari Blitar Jawa Timur&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;yang mengaku sebagai&amp;nbsp;tentara.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Perkenalan lewat chatting tersebut akhirnya berlanjut menjadi jalinan asmara antara Dill dan Tri Handoko yang pada saat itu mengaku sedang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;bertugas di Jakarta Timur.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kebahagiaan yang dirasakan Dill rupanya terusik dengan datangnya kabar burung yang mengatakan bahwa Tri adalah "Play Boy" kelas kakap yang sering menipu para buruh migran di Hong Kong. Rasa cinta yang di miliki Dill untuk Tri Handoko&amp;nbsp;tidak&amp;nbsp;mudah luntur dengan&amp;nbsp;adanya gosip yang belum diketahui kebenarannya. Dill tetap saja meneruskan jalinan&amp;nbsp;cintanya walau beberapa teman Dill&amp;nbsp;mengingatkan untuk berhati-hati pada lelaki yang bernama Tri Handoko Sumongko tersebut.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Selama dua bulan&amp;nbsp;berpacaran, percintaan dua insan yang dilanda asmara tersebut semakin mesra dan berlanjut&amp;nbsp;dengan saling bertukar foto yang dikirim lewat ponsel mereka masing-masing. Kepercayaan Dill semakin bertambah, disaat kekasihnya itu mengirim foto yang lumayan berani memamerkan keperkasaan seorang lelaki. Dill, janda satu anak itu semakin klepek-klepek oleh rayuan yang dilancarkan Tri Handoko,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;beberapa foto bugil yang dikirimkan lelaki yang dipanggilnya papa tersebut telah membuat Dill mabuk kepayang.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kenyataan tak seindah yang dibayangkan Dill, percintaan yang semula berjalan adem ayem tanpa adanya pertengkaran tersebut terganggu dengan sikap Tri yang mulai berubah. Kepada wanita yang dipanggilnya mama tersebut, Tri mengeluh kekurangan uang untuk melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi agar kenaikan pangkat diperoleh oleh Tri Handoko Sumongko. Mendengar keluhan kekasihnya tersebut Dill tak bisa berbuat banyak, karena uang gajian Dill baru saja dikirimkan untuk keluarganya di Indonesia. Tri mengaku bahwa&amp;nbsp;biaya untuk melanjutkan pendidikannya berjumlah Rp.15 juta sedangkan&amp;nbsp;uang yang dimiliki Tri hanya Rp. 13.250.000 dan kekurangannya sejumlah&amp;nbsp;Rp.1.750.000. Dengan alasan uang telah terkirim semua untuk keluarga dirumah, Dill menolak mengirimi uang untuk kekasihnya tersebut.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penyesalan memang datangnya selalu terlambat, kabar burung yang mengatakan Tri Handoko adalah penipu ternyata benar adanya. Dill nekad menyuruh adiknya di Indonesia&amp;nbsp;mencari tahu alamat yang telah diberikan Tri Handoko yaitu di Kampung Poncol Atas RT: 017 RW: 005 Kelurahan Jati Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur.&amp;nbsp;Kabar yang diterima Dill sungguh diluar dugaan, adik laki-laki Dill menceritakan semua tentang siapa Tri Handoko Sumongko yang sesungguhnya. Tri yang mengaku sebagai tentara dan di tugaskan di Jakarta Timur tersebut hanyalah seorang satpam sebuah pabrik di Jakarta.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 11px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 11px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Dill hanya bisa menghela nafas panjang mendengar semua kenyataan tentang kekasihnya itu. Ternyata kabar yang tersebar selama ini benar adanya. "Tri Handoko itu ibarat lonthe (pelacur.red) lanang mbak, dia ternyata penipu. Tiga teman saya Rin, Har da &amp;nbsp;SS telah kena rayuan gombalnya. Alasan minta uang buat biaya pendidikanlah, buat biaya ibunya operasilah, dan masih banyak lagi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;alasan untuk menipu kami BMI HK. Uang ketiga teman saya sudah di makan oleh tentara gadungan itu, ada yang kirim 2 juta, 4 juta bahkan sampai 7 juta. Bener-bener kurang ajar dia, jual tampang hanya untuk merayu perempuan." Ujar Dill menahan amarah, dan berpesan pada Memo untuk memasang foto Tri Handoko agar BMI Hong Kong lebih berhati-hati berkenalana di dunia maya. (Adp)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 11px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 11px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;*Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Surabaya # 142&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506436763876133900-4179983119657937461?l=ulygiz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/4179983119657937461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506436763876133900/posts/default/4179983119657937461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulygiz.blogspot.com/2010/04/tri-handoko-tentara-gadugan-menipu-tkw.html' title='Tri Handoko, Tentara Gadugan, Menipu TKW-HK Ratusan Juta !'/><author><name>Uly Giznawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13275259431460569563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S8AUj7q5j6I/AAAAAAAAB5Y/e1SEm4ytZgg/S220/uly+giz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7bKOoxnkaI/AAAAAAAAB4Q/0lKziWa8snQ/s72-c/Tri+Handoko+Sumongko+foto+bersama+tunangannya.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506436763876133900.post-1729742512172688523</id><published>2010-03-28T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T19:54:14.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Lagi, Video Mesum Sepasang Remaja Goyang Tasikmalaya !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7AWPvU7pkI/AAAAAAAAB4A/k2Gokfi8s5k/s1600/aneh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="310" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7xv67cM9GE/S7AWPvU7pkI/AAAAAAAAB4A/k2Gokfi8s5k/s400/aneh.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Seperti tak ada habisnya,&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6" style="background-attachment: scroll !important; background-clip: initial !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-origin: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cursor: pointer !important; display: inline !important; font-family: Arial, Sans-erif !important; font-size: 16px !important; font-style: normal !important; font-weight: normal !important; padding-bottom: 1px; position: static; text-decoration: underline !important;"&gt;video mesum&lt;/span&gt;&amp;nbsp;kembali beredar di Tasikmalaya. Kali ini pemerannya siswa SMA dan SMP. Tempatnya di Obyek Wisata Pasir Nalangsa, Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.&lt;/span&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;br style="clear: both;" /&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Menariknya, adegan mesum ini diabadikan orang lain dengan kamera tersembuyi. Dan tentu tanpa sepengetahuan si pemeran adegan mesum. Ya, yang mengabadikan tidak sendirian. Dia ditemani rekannya. Suara dua ‘pengintip’ yang kenal dengan si pemeran adegan, begitu jelas. Dari sanalah terungkap lokasi dan identitas si pemeran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;Gambarnya yang kurang bersih, diduga direkam menggunakan kamera handphone. Lalu ditransfer dan menyebar fasilitas&amp;nbsp;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4" style="background-attachment: scroll !important; background-clip: initial !important; background-color: transparent !important; background-image: none !important; background-origin: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: repeat repeat !important; border-bottom-color: rgb(0, 153, 0) !important; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; color: rgb(0, 153, 0) !important; cur
